MUSIKAHAN SA TAGUM FESTIVAL

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Musikahan sa Tagum Festival merupakan salah satu program kegiatan Departemen Pariwisata Pemerintah Kota Tagum di bidang lomba seni musik, seni tari dan seni suara tingkat nasional dengan juri berasal dari beberapa negara yang dilakukan satu kali dalam setahun di bulan Februari. Indonesia melalui KJRI Davao City selalu diundang untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut Walikota Tagum City, Rey T. Uy, President Tagum Tourism Council, Alma L. Uy, Direktur Departemen Pariwisata Region XI Mindanao Selatan, Art Boncato dan Counselor Zaenur Rofid mewakili Konjen Eko Hartono telah melakukan penekanan tombol sirine sebagai tanda telah dibuka secara resmi seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka Musikahan sa Tagum Festival di New City Hall, Tagum City tanggal 21 Februari 2012. Musikahan sa Tagum Festival merupakan salah satu program kegiatan Departemen Pariwisata Pemerintah Kota Tagum di bidang lomba seni musik, seni tari dan seni suara tingkat nasional dengan juri berasal dari beberapa negara yang dilakukan satu kali dalam setahun di bulan Februari. Indonesia melalui KJRI Davao City selalu diundang untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Pada festival tersebut, KJRI Davao City menampilkan 6 Penari Kuda Lumping, 8 Pemain Musik Kulintang dan 2 Penyanyi menyanyikan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan Tagalog mendapat sambutan yang sangat baik dari pengunjung yang diperkirakan berjumlah 5.000 orang. Tagum Tourism Council bekerja sama dengan KJRI Davao City telah mendatangkan 2 pelatih dari paduan suara Maranatha, Bandung, Indonesia yang ditugaskan oleh panitia sebagai dewan juri lomba seni musik, seni tari dan seni suara tingkat nasional pada Musikahan sa Tagum Festival tanggal 21 – 26 Februari 2012. Stan Indonesia yang diwakili oleh KJRI Davao City yang merupakan salah satu dari 15 stan yang ikut serta pada Musikahan sa Tagum Festival ini telah menampilkan antara lain peralatan musik gamelan, angklung, kulintang, ornamen bahan-bahan pakaian dan baju batik dan obyek-obyek wisata (Borobudur, Komodo, Bunaken, Tanah Toraja, Taman Impian Jaya Ancol, Danau Toba dan Tanah Lot) serta brosur-brosur pariwisata dan Menu Masakan Indonesia. KJRI Davao City menilai keikutsertaan Indonesian dalam festival ini merupakan sarana yang cukup efektif untuk mempromosikan sekaligus memperkenalkan seni budaya Indonesia di wilayah kerja dan meningkatkan people to people contact sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya. Dengan berhasilnya festival ini, maka panitia festival mengharapkan keikusertaan Tim Seni Musik dan Paduan Suara Indonesia di masa yang akan datang