Courtessy Call Konsul RI Darwin dengan Pemerintah Northern Territory

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Konsul RI Darwin, Bp Ade Padmo Sarwono telah melakukan kunjungan kehormatan ke beberapa pejabat tinggi pemerintah, ketua oposisi dan The Administrator Northern Territory (NT). Dalam kunjungan kehormatan tersebut, Konsul RI didampingi oleh Pejabat Fungsi Protokol & Konsuler, Pensosbud dan Ekonomi Konsulat RI Darwin dalam beberapa kesempatan yang berbeda.

Adapun pejabat tinggi NT yang di temui pada tanggal 8 Februari 2012 dimulai pertemuan dengan Speaker of the Legislative Assembly, Hon. Jane Aagaard, MLA dan Chief Minister of NT, Hon Paul Henderson, MLA.

Dalam kunjungan sesi pertama dengan Speaker of Legislative Assambly, Konsul RI menyampaikan bahwa fokus penugasanya di Darwin yaitu untuk meningkatkan hubungan RI – NT, terutama dengan propinsi-propinsi di Indonesia bagian Timur antara lain dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang perlu diberikan perhatian khusus. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Madame Speaker yaitu peningkatan hubungan masyarakat NT dan masyarakat Indonesia terutama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Dalam kunjungan sesi kedua dengan Chief Minister NT, Konsul RI akan meneruskan gagasan Chief Minister NT kepada kementerian terkait di Indonesia perihal keberadaan pejabat Dirjen bea dan cukai RI di Darwin dalam memfasilitasi press inspection barang komoditas ekspor sebelum masuk ke beberapa pelabuhan di Indonesia guna menjadikan Darwin sebagai pintu gerbang transportasi produk Australia ke Indonesia. Selain itu, beberapa pokok pembahasan juga melingkupi peningkatan promosi kebudayaan dan pariwisata dan peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan antara NT dan pemerintah daerah (pemda) di Indonesia.

Pada tanggal 9 Februari 2011, Konsul RI melanjutkan kunjungan kehormatan ke The Administrator NT, Her Honour The Honourable Sally Thomas dan Leader of Opposition, Mr. Terry Mills, MLA/PH.

Dalam kunjungan sesi pertama dengan Administrator NT, Konsul RI menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah NT atas kerjasama yang telah dibina dan harapan peningkatan kerjasam secara berkelanjutan dalam berbagai bidang. Menanggapi hal tersebut Administrator NT menegaskan bahwa pihaknya tetap memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan Indonesia. Ditambahkan pula bahwa hubungan kerjasama ini tidak hanya pada tingkat pemerintahan saja melainkan juga people to people link.

Kunjungan kehormatan dilanjutkan melakukan pertemuan dengan Leader of Opposition NT, dimana Konsul RI memahami kendala yang dihadapi terkait dengan kebijakan travel advisory pemerintah Australia kepada warganya untuk berkunjung ke Indonesia. Namun, Konsul RI berkomitmen untuk tetap mencari peluang-peluang kerjasama dan mengharapkan dukungan dari semua pihak NT.

Dari rangkaian kunjungan kehormatan tersebut, secara umum nampak dukungan penuh dari berbagai pihak di NT untuk meningkatkan kerjasama dengan Indonesia. Pentingnya kedekatan kedua negara secara geografis tentunya akan memberikan dampak positif bagi Indonesia dan Australia.