Charles Darwin University Kawasan Timur Indonesia adalah Fokus Kerja Sama

Bapak Andre Omer Siregar, Konsul RI Darwin melakukan courtesy call kepada Prof. Simon Maddocks, Vice-Chancellor Charles Darwin University (VC-CDU), pada tanggal 13 Mei 2015. Dalam pertemuan tersebut Prof. Maddocks didampingi oleh Prof. Sharon Bell Deputy VC-CDU dan Mrs. Monica Turvey Director International Strategy and Development. 

Konsul Andre pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen CDU untuk menjalin hubungan dengan berbagai universitas di Indonesia, utamanya yang berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

Apresiasi ini disampaikan sejalan dengan arah kebijakan Presiden Joko Widodo yang fokus pada pembangunan ekonomi, infrastuktur dan maritim khususnya bagi KTI. Di sisi yang berbeda, Pemerintah Federal Australia telah menyusun White Paper dan menyediakan anggaran yang cukup signifikan bagi pembangunan Northern Australia. Tentunya Perkembangan 2 wilayah yang berdekatan ini memiliki potensi yang dapat diidentifikasi untuk dikerja samakan/kemitraan misalnya konektivitas. Konsul Andre menyampaikan bahwa CDU dapat memberikan kontribusi bagi 2 wilayah ini pada program yang sifatnya jangka pendek-menengah, konkrit dan praktis.

Konsul Andre juga menyampaikan gagasan pembentukan suatu Youth Forum/Young Leaders Forum. Inisiatif ini diarahkan pada kegiatan akan bersifat dialog, tukar pikiran dan rekomendasi yang sifatnya konkrit praktis dengan arah pembahasan misalnya ekonomi (perdagangan dan investasi live cattle, energi/tambang), sosial budaya (pendidikan, budaya, turisme, sister province/city) dan isu-isu regional untuk memberikan outlook jangka pendek-menengah bagi hubungan dan kerja sama NT dan Indonesia.

Prof. Maddocks menyampaikan bahwa Indonesia utamanya KTI menjadi fokus CDU mengingat kedekatan geografis dan kemiripan demografi. Mengingat banyaknya kerja sama CDU dengan Indonesia, CDU memiliki Indonesia Reference Group (IRG) untuk mengetahui perkembangan serta mensinergikan hubungan dan kerja sama yang ada, dimana Konsulat menjadi salah satu anggota IRG.

Prof. Maddocks tertarik dengan gagasan youth forum dan bersedia mendukung bilamana diperlukan. Untuk membangun kapasitas, Prof. Maddocks menawarkan studi-studi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia termasuk diplomat Indonesia. Saat ini CDU masih membahas secara internal mengenai bentuk tawaran tersebut.

Selain itu, CDU juga berkeinginan memberikan Doctor Honoris Causa kepada individu di Indonesia. Untuk itu, CDU bersama Konsulat akan menyusun rekomendasi mengenai nama-nama yang dapat diusulkan. 

CDU cukup aktif dalam menjalin hubungan dengan Indonesia. Kegiatan yang baru-baru ini dilakukan adalah project artisanal and small scale mining di NTT dan Sultra; pengiriman mahasiswa penerima bantuan New Colombo Plan ke UI, UGM dan UDAYANA; dan Belajar Bahasa Indonesia dengan penutur asli di UNRAM dan UNDANA.

CDU ingin meningkatkan profilnya di mata masyarakat Indonesia. Pemberian tawaran bagi diplomat Indonesia dan pemberian Doctor Honoris Causa merupakan salah satu cara yang akan dilakukan. Selain itu, akan dilakukan promosi dan kerja sama dengan Pemda-Pemda di KTI yang memiliki program beasiswa ke luar negeri bagi masyarakatnya. (Darwin, 14 Mei 2015)