Australia


Hubungan antara NT dengan Indonesia secara umum dinilai berlangsung cukup baik dan menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Antara Pemerintah NT dengan Pemerintah RI pernah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 1992 untuk mengembangkan hubungan kerjasama yang meliputi bidang-bidang pendidikan, ekonomi dan perdagangan, parawisata dan kebudayaan khusus ditujukan untuk pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Meskipun MOU tersebut berakhir setelah 5 tahun dan belum pernah diperbaharui, namun kegiatan dan program hubungan kerjasama Indonesia dengan NT terus berlangsung antara lain dalam bentuk-bentuk pertukaran guru dan pelajar, studi banding, upaya peningkatan hubungan bisnis dan partisipasi NT dalam beberapa kegiatan pameran di Indonesia.


Kedekatan Indonesia-NT ditandai pula oleh ditandatanganinya berbagai perjanjian saling pengertian dan kerjasama lain seperti Memorandum of Cooperation tahun 2000 antara Propinsi Kalimantan Timur – NT yang diikuti dengan Joint Statement of Cooperation NT-Kaltim disepakati di Samarinda bulan September 2010 dan Komunike Bersama NT-Kaltim disepakati di Darwin bulan Mei 2011, Memorandum Kerjasama antara Pemerintah NT dengan Propinsi Bali, dan juga kerjasama antar kota-kota di kedua wilayah seperti Sister City antara Darwin – Ambon dan Memorandum of Cooperation tahun 1998 antara Ditjen Bea dan Cukai Dep. Keuangan RI – Department of Asian Relations and Trade NT yang masih berlangsung hingga saat ini.


Khusus untuk warga asal Indonesia yang berdiam di NT, baik yang telah menjadi warganegara Australia maupun yang masih berkewarganegaraan Indonesia, diperkirakan jumlahnya mencapai 1000 orang dan umumnya bekerja di hotel, restoran, rumah sakit, pertokoan, sopir taksi dan usaha sendiri lainnya. Terdapat organisasi-organisasi yang menaungi kegiatan kemasyarakatan asal Indonesia seperti Persatuan Indonesia Inc. (PI), Balai Indonesia Inc. (BI), Flobamora Indonesian Association Inc., Indonesian Islamic Friendship Association NT Inc. yang keempatnya berlokasi di Darwin, serta Australian Indonesian Cultural Centre yang berlokasi di Alice Springs. Sementara organisasi yang bersifat keagamaan antara lain Gereja Indonesian Missionary Nightcliff, Gereja Philadelphia Jemaat Indonesia Karama, keduanya dibawah Uniting Church, Gereja ROCK Darwin dan kelompok pengajian bulanan Masyarakat Muslimin Indonesia, Silaturahmi Masyarakat Muslim Indonesia Darwin, serta organisasi kemahasiswaan/pelajar yaitu Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) Cabang NT. Disamping itu, terdapat pula organisasi yang terkait dengan bisnis yaitu Australia-Indonesia Business Council NT Chapter (AIBC-NT).


Upaya peningkatan hubungan dan kerjasama Indonesia-NT, dilaksanakan secara maksimal dalam bentuk kegiatan seperti pertukaran guru dan pelajar, studi banding, kerjasama sosial dan kebudayaan, yang memperlihatkan perkembangan positif. --- Faktor-faktor yang turut mendukung tercapainya pelaksanaan hubungan dan kerjasama selama periode tersebut antara lain kondisi dalam negeri Indonesia yang terus membaik di segala sektor, terus meningkatnya hubungan antara RI dan Australia, dan perkembangan lingkungan eksternal yang cukup kondusif bagi peningkatan hubungan Indonesia dengan Australia.

Kerjasama RI – NT di Bidang Penerangan, Sosial, dan Budaya
Terkait dengan penyelenggaraan diplomasi budaya dalam rangka mendorong peningkatan citra Indonesia di NT. KRI Darwin aktif melakukan kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan Indonesia untuk pelaksanaan kegiatan promosi seni dan budaya Indonesia yang dilakukan secara berkala, melalui sejumlah kegiatan pertunjukan tarian, nyanyian dan permainan alat musik baik oleh anak-anak dan generasi muda berbakat asal Indonesia di kota Darwin maupun kelompok kesenian yang secara khusus didatangkan dari Indonesia.

Dalam kerjasama pendidikan, sejak tahun 1974 telah berlangsung kegiatan pertukaran guru dan pelajar antara Indonesia-NT. Sebelumnya, kegiatan pertukaran ini bersifat timbal balik, namun sejak tahun 2001, hanya guru dan pelajar Indonesia yang melakukan kegiatan mengajar dan belajar di NT. Setiap tahunnya, 4 orang guru dan 8 orang pelajar dari propinsi Bali, NTB, NTT dan Maluku mengajar dan belajar di sekolah-sekolah di NT masing-masing selama 1 tahun dan 6 bulan. Namun demikian, program kegiatan mengajar dan belajar bagi guru dan pelajar NT di Indonesia mengalami kendala akibat kebijakan travel advisory yang ditetapkan Pemerintah Federal Australia sejak tahun 2001.

Di tingkat perguruan tinggi, Charles Darwin University (CDU) merupakan satu-satunya universitas yang memiliki kampus tersebar di berbagai kota di NT seperti Darwin, Katherhine dan Alice Springs. Disamping mahasiswa tingkat S1 asal Indonesia dengan biaya sendiri, saat ini puluhan mahasiswa S2 dan S3 yang belajar di CDU yang merupakan beasiswa dari Dikti, Kemdiknas. Dibawah kepemimpinan Vice Chancellor Prof Barney Glover, CDU dalam beberapa bulan terakhir aktif melakukan upaya meningkatkan kerjasama baik dalam program pendidikan tinggi maupun riset dengan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia seperti UI, IPB, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Cendana Kupang, Univeristas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Muhammadiyah Solo, Universitas Surabaya dan lainnya. The School of Environmental & Life Sciences CDU melalui tim riset kawasan Indonesia Timur melakukan penelitia “Health Mapping in Nusa Tenggara Timur untuk pemetaan masalah kesehatan di NTT berbasis teknologi informasi, bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana dan Dinas Kesehatan NTT.

Di samping itu, CDU juga memiliki Taman Indonesia dengan fokus bangunan pendopo Sulawesi Utara, yang terletak di gerbang kampus dan berhadapan langsung dengan gedung Administrasi dan Rektorat CDU. Taman Indonesia merupakan cermin bangsa Indonesia yang digunakan untuk berbagai macam kepentingan diantara nya untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu, jenis tanaman yang ada di taman tersebut merupakan jenis tanaman tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain itu, ciri khas lainnya dari taman tersebut yaitu keberadaan beberapa patung dari beberapa propinsi di Indonesia yakni Patung Saraswati dari Pemerintah Propinsi DI Yogyakarta, Patung Lembu Suana dari Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur dan Patung Garuda dari PT. Garuda Indonesia.

Kerjasama RI – NT di Bidang Ekonomi
Intensitas hubungan kerjasama ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi Indonesia-NT relatif kecil dan didominasi oleh sektor peternakan serta pertambangan dan jasa pertambangan. Selain potensi pasar yang rendah akibat populasi yang kecil, pelaku bisnis NT umumnya cenderung memilih Cina sebagai sumber barang-barang impor. Sejauh ini belum ada layanan angkutan laut langsung secara regular dari NT ke Indonesia. Pengiriman barang ekspor dan impor dari Indonesia ke NT dan sebaliknya, masih harus melalui Singapura dan pelabuhan-pelabuhan di selatan Australia (Sydney, Melbourne) serta melalui pelabuhan utama di wilayah Barat Indonesia (Surabaya, Semarang dan Jakarta), padahal dari segi lokasi dan jarak, Darwin berbatasan langsung dengan wilayah kawasan Indonesia Timur. Upaya menggalakan kerjasama perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia-NT tersebut juga dilakukan melalui pendekatan secara aktif kepada organisasi-organisasi bisnis seperti NT Chambers of Commerce (NTCC), NT Cattlemen Association (NTCA), NT Livestock Exportir Association (NTLEA). Konsulat RI Darwin turut berperan dalam pembentukan kembali organisasi Australia-Indonesia Business Council (AIBC-NT) Chapter yang peresmiannya berlangsung di Darwin pada tanggal 22 Februari 2010 serta memberikan dukungan dalam upaya memperluas keanggotaan organisasi tersebut di wilayah NT.

Adanya MOU antara Pemerintah NT-Indonesia cq. Ditjen Bea Cukai dinilai telah memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan kerjasama ekonomi kedua pihak. Melalui kerjasama tersebut, 2 petugas Bea & Cukai RI ditempatkan di Darwin secara bergantian atas biaya Pemerintah NT untuk masa 6 bulan, dengan tugas melakukan pre-inspection pengiriman barang-barang, terutama untuk keperluan perusahaan-perusahaan pertambangan Australia yang beroperasi di Kalimantan Timur dan wilayah lain di KTI.

Sektor perdagangan Data tahunan perdagangan Indonesia – NT memperlihatkan bahwa Indonesia masih terus mengalami defisit neraca perdagangan pada tahun anggaran 2010/11, terutama akibat tingginya nilai ekspor ternak sapi hidup NT ke Indonesia. Secara keseluruhan nilai ekspor NT ke Indonesia tahun 2010/11 mencapai A$ 196,8 juta, sebaliknya impornya dari Indonesia dalam periode yang sama tercatat hanya A$ 11,2 juta.

Komoditi ekspor NT ke Indonesia masih teteap didominasi oleh ternak sapi hidup diikuti pipa besi baja, produk kimia non-organik, produk besi bekas dan barang-barang perdagangan lainnya. Sementara produk Indonesia yang diimpor ke NT yang terbesar adalah bahan-bahan konstruksi dari semen dan kapur diikuti oleh mesin bertenaga lsitrik dan suku cadang, mesin dan suku cadang khusus, perlengkapan sirkuit listrik, produk kayu sederhana, refined petroleum, bahan kontruksi dari tanah liat serta produk-produk lainnya.

Sektor pertambangan dan jasa pertambangan
Di bidang pertambangan, rencana Pemerintah NT untuk menjadi Darwin Pusat Kegiatan Migas baik dari segi operasi, maintenance, dan pengembangan tenaga kerja merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia. Rencana pembangunan proyek INPEX senilai $12 miliar, akan memberikan peluang tidak hanya bagi suplai bahan-bahan konstruksi dari Indonesia, juga bagi pengiriman tenaga ahli di bidang migas untuk bekerja dalam proyek tersebut.

Dalam rangka pengembangan Darwin sebagai pusat kegiatan Migas khususnya untuk wilayah di sekitar NT, Pemerintah NT dalam periode 2008 –2011 sangat aktif melakukan pengiriman misi dagang dan investasi. Dimana dalam periode tersebut 9 misi dagang dan investasi NT telah ikut serta dalam beberapa kegiatan seperti: Balikpapan Oil and Mining Expo, tahun 2008, 2009, 2010, 2011; OZ Mine 2009, 2010, 2011; Mining Indonesia 2009, 2011; Pengiriman misi dagang dan investasi NT, dipandang sebagai langkah untuk membuka pintu kerjasama antara perusahaan jasa pertambangan NT dengan perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia.

Selain itu, keberadaan 2 pejabat bea cukai Indonesia yang melaksanakan pre-inspection facility bagi pengiriman barang dari NT menuju ke Indonesia Timur merupakan salah satu daya tarik yang dikampanyekan Pemerintah NT bagi para perusahaan jasa pertambangan yang berbasis di NT untuk mengembangkan bisnisnya di kawasan Indonesia bagian timur.

Sektor Pariwisata
Hubungan di bidang pariwisata sangat terkait dengan hubungan transportasi langsung antara kedua wilayah yang secara geografis sangat berdekatan. Setelah penutupan layanan Airnorth untuk jalur Kupang-Darwin pada bulan Mei 2008 karena alasan kurangnya penumpang dan penutupan layanan penerbangan Garuda Indonesia jalur Darwin-Denpasar mulai tanggal 22 April 2009, praktis hanya maskapai JetStar (perusahaan penerbangan milik group Qantas Australia) yang melayani rute Darwin-Denpasar.

Dalam perkembangan terakhir, perusahaan penerbangan Indonesia Air Asia sejak tanggal 23 Desember 2010 telah membuka pelayanan penerbangan setiap hari untuk rute Denpasar-Darwin (pp). Diharapkan melalui keberadaan Indonesia Air Asia, konektivitas ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung, serta rute internasional lainnya dari jaringan Air Asia dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga NT, khususnya para pelaku bisnis di NT yang selama ini tidak mendapatkan konektivitas penerbangan yang baik jika hendak melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia. Melalui pembukaan rute baru ini akan terdapat 130.000 kursi tambahan dalam rute Darwin-Denpasar.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima dari Tourism NT, tercatat bahwa pada periode 2010 dan 2011 sekitar 60.000-65.000 warga Australia dari wilayah NT yang melakukan perjalanan dan kunjungan wisata ke Bali, Indonesia. Kunjungan wisatawan NT ini diharapkan dapat diperluas untuk pelaksanaan kunjungan wisata Beyond Bali, yaitu berbagai destinasi pariwisata andalan lainnya di Indonesia.

Permasalahan Kekonsuleran di wilayah NT Isu Nelayan Ilegal Indonesia
Dalam penanganan masalah penangkapan ikan secara illegal oleh nelayan Indonesia yang tertangkap di Darwin, KRI Darwin berkoordinasi dengan KBRI Canberra dan Perwakilan RI di Australia lainnya. Disamping itu, KRI Darwin juga melakukan koordinasi dan pendekatan dengan mitra-mitra di Darwin antara lain AFMA, DIAC, ACS, NORCOM, Ombudsman, Human Right Commission, dan NT Legal Aid.

Meskipun masih memperkenankan aktivitas nelayan tradisional Indonesia, Pemerintah Australia terlihat semakin melakukan pembatasan-pembatasan dengan alasan a.l. konservasi dan perlindungan alam, jumlah nelayan Indonesia yang meningkat yang menyebabkan penurunan cadangan ikan dan sebagainya. Dengan diberlakukannya Fisheries Management Act 1991, Australian Fisheries Management Authority (AFMA) dan instansi terkait Australia lainnya juga makin meningkatkan pengawasan melalui peningkatan patroli dalam upaya mengatasi penangkapan ikan ilegal di wilayah perairannya, termasuk melakukan tindakan penangkapan dan pemrosesan secara hukum terhadap segala bentuk pelanggaran.

Patroli dan pengawasan di perairan Australia, termasuk pemrosesan hukum kapal nelayan asing ilegal yang tertangkap, berada dibawah koordinasi AFMA dan menggunakan kapal-kapal yang dimilikinya dan instansi-instansi terkait lain seperti Australian Customs Services (ACS) dan Northern Command/ NORCOM. Pengajuan tuntutan dan denda ke Pengadilan juga dilakukan oleh AFMA berdasarkan hasil investigasinya. Penentuan pemusnahan kapal yang tertangkap dilakukan AFMA berkoordinasi dengan Australia Quarantine and Inspection Service (AQIS). Selanjutnya, proses pelanggaran keimigrasian ditangani oleh Department of Immigration and Citizenship (DIAC). Terkait dengan proses pemulangan nelayan Indonesia, Konsulat RI Darwin menerbitkan dokumen perjalanan dan memberikan bantuan untuk pemulangan nelayan-nelayan tersebut.

Isu Penyelundupan Manusia Dalam penanganan masalah ABK Indonesia yang terlibat kasus penyelundupan manusia dan ditahan di Darwin, KRI Darwin melakukan koordinasi dengan KBRI Canberra dan Perwakilan RI di Australia lainnya. Disamping itu, KRI Darwin juga melakukan koordinasi dan pendekatan dengan mitra-mitra di Darwin antara lain AFP, DFAT, BPC, DIAC, ACS, NORCOM, Ombudsman, Human Right Commission, dan NT Legal Aid.

Dalam penyelesaian people smuggling, selain melakukan kunjungan dan pertemuan secara reguler dengan para ABK yang ditahan di NIDC dan di penjara Darwin, KRI Darwin juga ikut mendampingi dalam proses hukum para ABK dimaksud. Selain itu, untuk kasus ABK di bawah umur, KRI Darwin melakukan pendampingan pemulangan ybs ke Indonesia.

Konsulat RI Darwin Januari 2012