Profil Negara dan Kerjasama

  • Tanzania

    Pembentukan Tanzania melalui penyatuan dua negara yaitu Tanganyika dan Zanzibar. Tanganyika merupakan jajahan Jerman sejak 1880 – 1919. Ketika Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Tanganyika berada di bawah League of Nations di tangan Inggris. Tanganyika meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1961. Zanzibar merupakan pusat perdagangan yang dikuasai Portugis pada 1498. Pada 1699, Zanzibar dikuasai Kesultanan Oman. Pada 1840, Sultan Oman, Seyyid Said, memindahkan ibu kota pemerintahannya ke Zanzibar. Pada Desember 1962, Tanganyika menjadi republik demokrasi yang dipimpin seorang presiden. Sementara itu, Zanzibar berhasil melepaskan diri dari dinasti Arab dan merdeka pada 1963. Tanganyika dan Zanzibar akhirnya bersatu pada 26 April 1964 dan menamakan diri Republik Tanzania. Selengkapnya

  • Comoros

    Penjelajah Portugis pertama kali menginjakkan kaki di Uni Comoros pada 1505. Selama abad ke-16, Comoros menyediakan upeti untuk pelabuhan Portugis di Mozambik. Pada 1793, pejuang Malagasi dari Madagaskar pertama kali menguasai Comoros untuk perbudakan. Pada 4 April 1841, Andrian Tsouli, raja Malagasi di Mayotte menandatangani Perjanjian dengan Perancis untuk menyerahkan Comoros di bawah pendudukan Perancis. Selengkapnya

  • Burundi

    Nama Burundi berasal dari kerajaan pra-kolonial Burundi. Ketika itu, Burundi dipimpin seorang Raja Tutsi sampai Jerman berkuasa di Rwanda dan Burundi pada akhir abad ke-19. Setelah kekalahan dalam Perang Dunia I, Jerman menyerahkan kekuasaannya kepada Belgia. Pada 20 Oktober 1924, wilayah yang saat ini dikenal dengan Rwanda dan Burundi berada di bawah Belgian League of Nations. Wilayah tersebut menjadi bagian jajahan Kerajaan Belgia dan dikenal dengan nama Ruanda-Urundi. Selengkapnya

  • Rwanda

    Rwanda pada awalnya berbentuk monarki yang dipimpin seorang Raja Tutsi. Pada 1899 Rwanda berada dijajah Jerman. Setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I, Rwanda berada di bawah administrasi Belgia dalam League of Nations pada 1919. Sejak 1959, ketegangan antar-suku terjadi, suku Hutu sebagai kelompok mayoritas berupaya menggulingkan raja Tutsi yang kemudian memicu pertumpahan darah dan dua juta orang diasingkan karena tragedi tersebut. Selengkapnya

  • Undang Indonesia Garap Konstruksi, Kontraktor Tanzania Kunjungi Indonesia

    21 kontraktor yang tergabung dalam Association of Citizen Contractors Tanzania (ACCT) atau Asosiasi Kontraktor Tanzania pada 17 Oktober 2016 berkunjung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selengkapnya

  • Tanzania

    Nama Tanzania berasal dari nama dua negara yaitu Tanganyika dan Zanzibar. Tanganyika berasal dari Bahasa Swahili yaitu Tanga (berlayar) dan Nyika (padang gurun), menciptakan frase berlayar di Padang Gurun. Nama Zanzibar berasal dari Zengi (nama untuk orang lokal yang berarti hitam) dan Barr dari Bahasa Arab yang berarti pantai. Tanzania dibentuk oleh bersatunya pulau utama Tanganyika dengan kepulauan pesisir Zanzibar. Tanganyika merupakan jajahan Jerman sejak 1880 – 1919. Ketika Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Tanganyika berada di bawah League of Nations di tangan Inggris. Tanganyika meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1961. Zanzibar merupakan pusat perdagangan yang dikuasai Portugis pada 1498. Pada 1699, Zanzibar dikuasai Kesultanan Oman. Pada 1840, Sultan Oman, Seyyid Said, memindahkan ibu kota pemerintahannya ke Zanzibar. Selengkapnya

  • Uni Komoro

    Nama "Comoros" berasal dari kata qamar Arab berarti bulan. Penjelajah Portugis pertama kali menginjakkan kaki di Uni Comoros pada 1505. Selama abad ke-16, Comoros menyediakan upeti untuk pelabuhan Portugis di Mozambik. Pada 1793, pejuang Malagasi dari Madagaskar menguasai Comoros untuk perbudakan. Pada 4 April 1841, Andrian Tsouli, raja Malagasi di Mayotte menandatangani Perjanjian dengan Prancis dan menyerahkan Comoros di bawah pendudukan Prancis. Prancis sepakat memberikan kemerdekaan bagi Comoros pada 1978, namun pada 6 Juli 1975, parlemen Comoros secara sepihak mengeluarkan resolusi deklarasi kemerdekaan. Ahmed Abdallah memproklamirkan kemerdekaan dan menjadi presiden pertama Comoros. Selengkapnya