SOP Antisipasi bencana Tsunami

6/11/2012

 

Garis pantai Dar es Salaam, Tanzania termasuk dalam wilayah Samudra Hindia yang tergolong rawan bencana tsunami. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana tsunami, KBRI Dar es Salaam membuat Prosedur Operasional Standar atau Standard Operating Procedure (SOP) antisipasi dan penanganan bencana tsunami.

 

SOP diberlakukan setelah diperoleh berita resmi dari pemerintah setempat atau berita dari sumber lain yang dipercaya mengenai kemungkinan terjadinya gempa yang berpotensi  terjadi bencana tsunami.
 

Langkah-langkah yang diambil KBRI Dar es Salaam adalah   sebagai berikut :

 

I.    Dalam keadaan normal atau sebelum terjadinya bencana tsunami

 

1.      Pemutakhiran data masyarakat Indonesia di Tanzania.

2.      Menyampaikan kepada masyarakat Indonesia mengenai nomor-nomor penting yang dapat dihubungi untuk koordinasi dan evakuasi.

3.      Penyediaan dan penyimpanan keperluan logistik, pengecekan secara berkala alat komunikasi dan transportasi berfungsi dengan baik.

4.      Memastikan bahwa hubungan dengan pihak BNPB atau Tanzania Meteorological Agency berlangsung dengan baik.

5.      Melakukan review secara berkala mengenai tempat-tempat evakuasi dan  alternatifnya. Diusahakan sejauh mungkin menjauhi garis timur pantai yaitu kearah barat Dar es Salaam, menuju daerah dataran tinggi atau bangunan/gedung tinggi).

6.      Melakukan simulasi atau latihan penanggulangan bencana tsunami, minimal satu kali dalam setahun.

 

II.    Pada saat menerima informasi pertama/awal

 

1.      Menyebarluaskan informasi yang diperoleh tersebut kepada Keppri, Staf dan   keluarga besar KBRI serta masyarakat Indonesia di Dar es Salaam melalui telepon, SMS, e-mail, dan sarana komunikasi yang lain.

2.      Mengikuti perkembangan informasi tersebut apakah bisa dikonfirmasi atau tidak.

3.      Melakukan persiapan evakuasi dengan mempersiapkan kendaraan, tempat evakuasi dan kebutuhan logistik.

4.      Melakukan langkah pengamanan aset berupa pemindahan seluruh perlengkapan ke lantai tertinggi dalam gedung; penonaktifan arus listrik di seluruh rumah dinas dan kantor milik KBRI.

5.      Memantau perkembangan terjadinya atau tidak terjadinya bencana tsunami melalui koordinasi dengan instansi terkait maupun melalui sumber pemberitaan/informasi  yang dipercaya.

6.      Setelah diperoleh informasi terkini tentang tidak terjadinya bencana tsunami, maka KBRI menginformasikan kembali hal tersebut kepada masyarakat Indonesia.

  

III.   Pada saat informasi terjadinya bencana tsunami telah dikonfirmasi

 

1.      Melakukan konfirmasi ulang akan terjadinya bencana tsunami kepada seluruh penerima informasi pertama sekaligus memastikan keberadaan warga masyarakat Indonesia untuk memudahkan evakuasi.

2.      Mengevakuasi Keppri, Staf dan keluarga besar KBRI beserta masyarakat Indonesia  ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan.

3.      Mendirikan/menyiapkan: bahan pangan, tenda penampungan, dapur umum, unit pelayanan kesehatan/P3K, fasilitas sanitasi, jaringan komunikasi dll.

4.      Memonitor keadaan terkini untuk menentukan langkah selanjutnya, misalnya berapa lama evakuasi, kapan keadaan dianggap sudah aman, dll.

5.      Memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia di daerah/wilayah yang terkena bencana tsunami sudah terevakuasi dengan aman.

 

IV.  Pasca Bencana

 

1.      Mendata ulang seluruh masyarakat Indonesia di Tanzania.

2.      Mengembalikan atau memulangkan para warga yang di evakuasi ke rumah masing-masing.

3.      Menampung atau menyelenggarakan penampungan sementara bagi mereka yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan total.

4.      Mencari data mengenai ada tidaknya korban WNI.

5.      Koordinasi dengan keluarga dalam hal terdapatnya korban WNI.

6.      Rehabilitasi barang milik negara yang terkena bencana tsunami.

7.      Menyiapkan laporan situasi dan kondisi terakhir di Dar es Salaam ke Pusat.

 

V.   Lain-lain

 

1.      Masyarakat Indonesia dapat melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu arahan dari KBRI, namun diharapkan tetap melakukan komunikasi dan koordinasi mengenai posisi dan kondisi terakhir ybs.

2.      Masyarakat Indonesia diminta untuk ikut memonitor perkembangan keadaan dari waktu ke waktu dan menyampaikan ke KBRI.

 

 

Tim Penanggulangan Bencana Tsunami Tanzania:

1.      Koordinator: Kepala Kanselerai.

2.      Penghubung ke Tanzania Meteorological Agency: Pelaksana Fungsi Konsuler.

3.      Pelaksana Lapangan: Seluruh Home Staff dan Local Staff.