SIARAN PERS: Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Dar Es Salaam, Tanzania, 12-13 April 2013

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?13-Apr-2013 20:00

Dar Es Salaam, Tanzania, 12-13 April 2013 - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Mari Pangestu berkunjung ke Dar Es Salaam, Tanzania, pada 12-13 April 2013 dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Tanzania Bernard Membe MP yang didampingi oleh Direktur Kerjasama Multilateral Celestine Joseph Mushy. Selain mendiskusikan hubungan bilateral antar kedua negara, pertemuan juga diisi dengan saling bertukar pandangan mengenai sistem perdagangan, peran perdagangan dan pembangunan, dan World Trade Organization (WTO). Dr. Mari Pangestu adalah kandidat Direktur Jenderal WTO. Dalam kunjungannya kali ini, Dr. Mari Pangestu juga bertemu dengan Direktur Perdagangan Internasional Kementerian Industri dan Perdagangan Tanzania.

Dibahas pula pentingnya peran perdagangan bagi pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan, serta masa depan sistem perdagangan multilateral dibawah WTO yang masa jabatan Direktur Jenderalnya akan berakhir pada 31 Agustus 2013.

Secara keseluruhan pertemuan berjalan dengan baik dan berlangsung dalam suasana penuh persahabatan. Dr. Mari Pangestu dan Bernard Membe menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap hubungan bilateral antar kedua negara yang semakin meningkat dan persahabatan yang telah terjalin sejak lama. Indonesia dan Tanzania telah mendapatkan manfaat dari sistem perdagangan global dan kontribusinya untuk pembangunan dan pengurangan kemiskinan. Dengan demikian, adalah penting untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem tersebut agar tetap fair dan terbuka. Lebih jauh, penting pula untuk memastikan bahwa prioritas dan perhatian dari negara berkembang terkait dengan peningkatan kapasitas menjadi perhatian utama dalam mengimplementasikan komitmen yang telah disepakati dan dalam negosiasi multilateral.

Disepakati bahwa penting untuk memiliki pendekatan yang komprehensif dalam peningkatan kapasitas untuk memastikan bahwa pengintegrasian negara berkembang ke perekonomian dunia dapat dinikmati oleh seluruh rakyat. Artinya, peningkatan kapasitas tidak hanya yang berkaitan dengan pemenuhan komitmen tapi juga termasuk kemampuan untuk memproduksi dan berinvestasi di infrastruktur, baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara terkoordinasi dan terintegrasi dengan melibatkan lembaga internasional dan regional, lembaga donor dan sektor swasta.

Dibahas pula pengalaman integrasi di tingkat regional dengan membandingkan antara East African Community (EAC) and ASEAN  Community. Meningkatkan integrasi regional akan menjadi sumber penting untuk pertumbuhan melalui perdagangan intra Afrika, dan itu harus dilakukan dalam kerangka sistem perdagangan multilateral. Hal tersebut bisa dilihat sebagai pijakan penting dan pelengkap dalam proses negara berkembang yang akan terintegrasi dengan sistem perdagangan dunia. Dr. Mari Pangestu memahami posisi strategis Tanzania untuk meningkatkan perdagangan intra regional di kawasan Afrika.

Dr. Mari Pangestu yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI dari Oktober 2004 sampai Oktober 2011 merasa yakin bahwa sistem perdagangan multilateral adalah solusi untuk banyak masalah di seluruh dunia. "Sejak pembentukannya, WTO telah membantu menghasilkan lebih banyak perdagangan, pertumbuhan ekonomi, pekerjaan, dan kesempatan di berbagai sektor. Yang terpenting WTO telah berhasil mengangkat banyak negara dan rakyatnya dari kemiskinan,” jelas Dr. Mari Pangestu.

Saat ini Dr. Mari Pangestu adalah satu dari lima kandidat yang akan menju ke putaran kedua proses pemilihan Dirjen WTO. Dari lima kandidat yang akan maju, selain Dr. Mari Pangestu, yang masih menjabat sebagai menteri adalah Tim Groser dari Selandia Baru. Tiga kandidat lainnya adalah Herminio Blanco (Mexico), Roberto Azevedo (Brazil) dan Taeho Bark (South Korea). Saat mendiskusikan pencalonan, Bernard Membe menyatakan pencalonan Dr. Mari Pangestu adalah sesuatu yang positif bila dilihat dari kesetaraan gender. Tanzania menempatkan gender sebagai salah satu isu nasional dimana lebih dari 40% anggota parlemennya adalah wanita.

Dengan latar belakang pengalaman dan keahliannya, Dr. Mari Pangestu memiliki pemahaman terhadap pentingnya prinsip inclusion dan akan memastikan bahwa sistem perdagangan bebas akan memberikan peluang dan manfaat bagi setiap individu, manfaat bagi negara maju dan berkembang, dan manfaat bagi perusahaan besar dan UKM.

Sumber: KBRI Dar Es Salaam, Tanzania