Indonesia Memainkan Peran Penting dalam Pertanian Tanzania

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Menteri Pertanian, Ketahanan Pangan dan Koperasi Christopher Chiza dalam acara Inauguration of Big Result Now of the Vision 25 di Morogoro, Sabtu (12/7) mengatakan Indonesia memainkan peran penting dalam pertanian Tanzania. Indonesia membantu Tanzania meningkatkan kualitas pertaniannya.

“Indonesia berperan penting dalam pengembangan pertanian di Tanzania dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada petani-petani lokal kami,” ujar Chiza.

Kontribusi Indonesia kepada Tanzania di bidang pertanian diberikan melalui Farmers Agriculture Rural Training Centre (FARTC) yang didirkan di Mkindo, Morogoro pada 1996 dimana para ahli pertanian Indonesia memberikan pelatihan dan informasi kepada petani lokal. Pada 2004, kerjasama tersebut sempat terhenti. Namun, Menteri Pertanian Tanzania pada 2007 dalam kunjungannya ke Indonesia meminta agar program tersebut berjalan kembali. Pada Maret 2011, pemerintah Indonesia kembali mengaktifkan FARTC.

Minister Counselor KBRI Indonesia Hadi Sasmito yang diundang menghadiri acara tersebut oleh Ketua FARTC Temi MW mengatakan Indonesia akan terus mendukung kemajuan pertanian Tanzania. Indonesia juga akan terus memilihara hubungan baik dengan Tanzania.

“Indonesia mendirikan FARTC pada 1996 untuk membantu Tanzania mencapai ketahanan pangan. Para ahli pertanian Indonesia telah membagi pengalaman dan pengetahuan mereka kepada petani Tanzania sehingga mereka bisa meningkatkan kesejahterannya,” kata Hadi.

Inauguration of Big Result Now 0f the Vision 25 menjadi tanda diluncurkannya program yang melibatkan 31 lembaga dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian Tanzania. Adapun tiga produk pertanian tercangkup dalam program ini yaitu jagung, beras, dan gula.

Hingga saat ini, pertanian memang menjadi sektor utama pendapatan Tanzania dengan menyumbang 24% GDP dan menyerap tenaga kerja sebanyak 75%. Dalam jangka pendek, Tanzania ingin meningkatkan pertumbuhan GDP, pendapatan petani, dan menjamin keamanan pangan pada 2015.