Indonesia Adakan Pelatihan International Training on Agriculture Sector for African Countries di Afrika

Indonesia mengadakan pelatihan International Training on Agriculture Sector for African Countries di Afrika. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Kerjasama Teknik Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pertanian RI dan KBRI Dar es Salaam, berlangsung pada 2 – 17 Mei 2017, dilaksanakan di Mkindo Morogoro guna meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di negara – negara Afrika. Pelatihan dipandu oleh 3 tenaga ahli asal Indonesia di bidang pertanian dan diikuti lebih dari 40 peserta yang berasal dari berbagai negara di Afrika antara lain yaitu Tanzania, Gambia, Ethiopia, Kenya, Madagaskar , Mozambik, Nigeria, Senegal, Sudan dan Mesir. Para ahli secara khusus menyampaikan materi terkait zero waste product, value added product dan integrated farming system.

Pada pembukaan pelatihan pertanian, Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP), Duta Besar Niniek Kun Naryatie, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya dapat membuka acara pelatihan dan berkumpul dengan para peserta di Farmer's Agriculture Rural Training Center (FARTC) Mkindo, Morogoro. "Saya merasa gembira dapat hadir disini membuka secara resmi pelatihan pertanian, dan saya juga bangga karena Indonesia dapat berkontribusi secara nyata dalam memajukan pertanian di negara-negara Afrika, dengan diadakannya pelatihan ini maka banyak sekali yang dapat dipelajari oleh para peserta dari berbagai negara maupun Indonesia dalam bidang pertanian", ujar Duta Besar Niniek. Usai sambutan Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (Dirjen IDP), Duta Besar Niniek Kun Naryatie mengalungkan secara simbolis badge kepada perwakilan peserta dari tiap negara.

Puluhan Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Pertanian yang Diberikan Oleh Narasumber Asal Indonesia

Puluhan peserta dari berbagai negara Afrika antusias mengikuti pelatihan pertanian yang diberikan oleh narasumber asal Indonesia. Pelatihan dengan tema International Training on Agriculture Sector for African Countries, diikuti oleh lebih dari 40 peserta yang berasal dari berbagai negara di Afrika antara lain yaitu Tanzania, Gambia, Ethiopia, Kenya, Madagaskar , Mozambik, Nigeria, Senegal, Sudan dan Mesir. Pelatihan berlangsung selama 8 hari di Farmer's Agriculture  Rural Training Center (FARTC) di Mkindo, Morogoro.  Hal yang membuat para peserta antusias mengikuti pelatihan, karena metode penyampaian materi yang dilakukan secara dua arah, dimana para peserta tidak hanya pasif mendengarkan narasumber, melainkan dapat berperan secara aktif bertukar pengalaman dan informasi terkait pertanian.

Selain itu beberapa materi yang dipaparkan juga menarik bagi para peserta diantaranya informasi mengenai implementasi Integrated Farming System atau yang dikenal dengan IFS, praktek pembuatan biogas dari kotoran sapi, kultivasi tanaman singkong dan jagung, manajemen hama yang terintegrasi sertaz Zero Waste Processing. Pelatihan diberikan oleh tiga orang narasumber asal Indonesia, terdiri dari Saptini Mukti Rahajeng dari Balai Pelatihan Ketindan Jawa Timur, Bey Ndaru dari BPPT Batu Malang, dan Ahmad Nizar dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang. Selain ketiga narasumber, turut hadir perwakilan dari PT KHS Traktor Indonesia, Pinang Wikandaru yang memberikan materi tentang mekanisasi produksi pangan.

Narasumber yang berasal dari Balai Pelatihan Ketindan Jawa Timur, Saptini Mukti Rahajeng berharap seluruh peserta nantinya dapat mengaplikasikan seluruh kemampuannya sesuai dengan apa yang mereka dapat selama pelatihan. "Saya berharap dengan diselenggarakannya pelatihan ini dapat semakin mempererat hubungan Indonesia - Afrika dan supaya materi yang diberikan kiranya dapat diaplikasikan dan disebarluaskan teknologinya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Afrika pada umumnya dan Tanzania pada khususnya", ujarnya.  

Pelatihan Selesai, Indonesia Optimis Kualitas dan Kapasitas Pertanian Afrika Meningkat

Pada tanggal 13 Mei 2017, pelatihan bertajuk International Training on Agriculture Sector for African Countries selesai digelar dan secara resmi ditutup. Narasumber asal Indonesia merasa optimis bahwa kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di Afrika terhadap bidang pertanian akan meningkat setelah mengikuti pelatihan pertanian.

Optimisme tersebut disampaikan oleh salah satu narasumber bernama Bey Ndaru dari BPPT Batu Malang. "Saya merasa gembira atas partisipasi aktif para peserta selama pelatihan berlangsung, dan saya berharap ilmu yang telah diperoleh dapat diaplikasikan sehingga memberi manfaat tidak hanya bagi peserta, namun juga bagi komunitas petani di lingkungan peserta dan bagi negaranya", ujarnya. Selain itu, sambutan penutupan juga disampaikan oleh Principal FARTC, Mr Moses Temi mewakili Tanzania sebagai tuan rumah diberlangsukannya pelatihan pertanian. Turut hadir dalam acara penutupan tersebut perwakilan dari Dit. KST, perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, perwakilan dari KBRI Dar es Salaam serta perwakilan dari Kemlu Tanzania.