Comoros Ingin Tingkatkan Hubungan Ekonomi dan Kerjasama Tehnik dengan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Uni Comoros ingin meningkatkan hubungan ekonomi dan kerjasama tehnik dengan Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Presiden Uni Comoros, Ikililou Dhoinine kepada Dubes RI Zakaria Anshar yang baru menyerahkan surat-surat kepercayaannya sebagai Duta Besar RI untuk Uni Comoros, tanggal 7 Oktober 2013, di Istana Beit Salam, Moroni.
 
Menurut Presiden Dhoinine, Indonesia sebagai Negara besar dan berpenduduk muslim terbesar dunia dinilai telah berhasil membangun ekonomi dan sosial budayanya, yang perlu dicontoh oleh Uni Comoros. Untuk itu, pihaknya akan mendorong peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan serta peningkatan kerjasama tehnik terkait dengan pembangunan sumber daya manusia.
 
Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional, Riset dan Kebudayaan Comoros, Dr. Abdulkarim Mohamed, yang ditemui Dubes Zakaria Anshar di kantornya, tanggal 8 Oktober 2013, menyatakan bahwa Pemerintah Comoros sedang giat-giatnya mengembangkan fasilitas pendidikan untuk menampung keinginan masyarakat yang begitu besar untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dengan biaya yang terjangkau.

Pada saat yang sama Comoros juga ingin menyiapkan tenaga-tenaga terampil dan mumpuni, termasuk tenaga pendidikan untuk menggerakkan pembangunan sumberdaya manusia. Pihaknya sangat senang bila kerjasama di bidang pendidikan dengan Indonesia dapat dilakukan, antara lain melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa Comoros untuk belajar di Indonesia dan pemberian pelatihan keterampilan di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan dan pertanian.
 
Uni Comoros yang merdeka tahun 1975, berpenduduk hampir 800 juta dan anggota Organisasi Kerjasama Islam ini merupakan negara pengekspor vanilla, cengkeh bahan parfum, dan kopra.
 
(KBRI Dar es salaam)
 
 

?