Laporan Menteri Luar Negeri RI Kepada Presiden RI pada Acara Pengarahan Presiden RI Pada Rapat Kerja Kementerian Luar Negeri Dan Perwakilan RI, 23 Februari 2012

7/11/2012

 
Yang Terhormat Bapak Presiden RI,

Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan anggota Wantimpres,

Para Pimpinan Komisi Satu DPR RI,
Para Peserta Raker Kemlu dan Perwakilan RI di Luar Negeri,
Hadirin yang kami muliakan,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
 
Pertama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kita dapat terus melanjutkan darma bakti kita pada bangsa dan negara yang kita cintai ini.
 
Untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 10 hari, Bapak Presiden berkenan hadir di Kemlu.
 
Untuk itu, mewakili seluruh staf Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri, kami ingin menyampaikan ungkapan terima kasih yang sangat mendalam atas perkenan Bapak Presiden.
 
Yang Terhormat Bapak Presiden RI,
 
Saat ini dihadapan Bapak Presiden terdapat 130 Kepala Perwakilan RI di luar negeri, baik Duta Besar, Konsul Jenderal, Konsul, maupun Kuasa Usaha ad interim. 
 
Jika pada tahun 2010 yang lalu, pada kesempatan raker serupa, perwakilan RI berjumlah 118, maka tahun ini, dengan mulai beroperasinya 11 perwakilan RI yang baru dan telah beroperasinya kembali KBRI di Baghdad, Perwakilan RI saat ini berjumlah 130.
 
Keberadaan perwakilan RI di berbagai belahan dunia tersebut, dan keanggotaan Indonesia di berbagai organisasi internasional, kiranya mencerminkan luasnya jangkauan politik luar negeri Indonesia dewasa ini.
 
Yang Terhormat Bapak Presiden RI,
Hadirin yang berbahagia,
 
Raker ini intinya adalah untuk mengkonsolidasikan dan semakin meningkatkan kinerja diplomasi.
 
Pelaksanaan rapat kerja ini, yang terakhir kali dilakukan pada tahun 2010, kiranya sangat tepat waktu.
 
Karena sesungguhnya, pelaksanaan diplomasi dan politik luar negeri tidak dilakukan dalam suatu kevakuman.
 
Melainkan, dilakukan dalam konteks perkembangan lingkungan internasional, baik regional maupun global, serta konteks perkembangan di tanah air.
 
Oleh karena itu, agar efektif dan tepat sasaran, maka berbagai perkembangan yang telah terjadi akhir-akhir ini, baik pada tatanan internasional maupun nasional, sangat relevan dalam mempertajam efektifitas politik luar negeri Indonesia.
 
Secara khusus, dalam menghadapi dinamika perubahan di berbagai belahan dunia, politik luar negeri Indonesia telah berupaya untuk memastikan agar perkembangan dimaksud tidak membawa dampak negatif terhadap kepentingan nasional Indonesia.
 
Justru sebaliknya, mengupayakan agar Indonesia memetik peluang dari berbagai perkembangan dunia termaksud.
 
Mengelola perubahan.
 
Lebih dari itu, politik luar negeri Indonesia tidak semata reaktif terhadap perubahan, melainkan juga bersifat antisipatif.
 
Bahkan, dalam berbagai kasus, terutama di kawasan kita, Indonesia melalui politik luar negerinya telah berupaya menjadi pendorong perubahan kearah perbaikan.
 
Mendorong perubahan.
 
Bapak Presiden RI yang terhormat,
Hadirin yang berbahagia,
 
Tentunya mustahil bagi Indonesia untuk berperan pada tatanan internasional tanpa berpijak pada prioritas, agenda dan program nasional.
 
Bahkan, esensinya, politik luar negeri merupakan pelaksanaan dari prioritas, agenda dan program nasional termaksud.
 
Oleh karena itulah, para peserta telah mendengar secara langsung paparan dari para Menko dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II mengenai hal-hal rinci yang menjadi prioritas nasional Indonesia.
 
Puncaknya, tentu adalah kesempatan pada pagi hari ini, dimana Bapak Presiden berkenan memberikan arahan dan instruksi langsung kepada Kepala Perwakilan mengenai kontribusi diplomasi pada kepentingan nasional Indonesia.
 
Selanjutnya, adalah merupakan tanggung jawab Kementerian Luar Negeri dan para Kepala Perwakilan untuk mewujudkan program yang nyata di negara akreditasi masing-masing sebagai bentuk pelaksanaan instruksi Bapak Presiden termaksud.
 
Suatu program yang memiliki fokus, dengan skala prioritas yang jelas, dan upaya pelaksanaan yang dapat diukur tingkat keberhasilannya.
 
Bapak Presiden RI yang terhormat,
Hadirin yang berbahagia,
 
Kementerian Luar Negeri selama ini merasakan betapa Bapak Presiden sangat memahami dan menjadi pendorong utama makna dan arti strategis politik luar negeri dan diplomasi dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
 
Wawasan strategis termaksud sebenarnya mencerminkan fakta sejarah peran diplomasi dari masa ke masa.
 
Pada kesempatan ini, perkenankan kami, Bapak Presiden, untuk mencatat dua hal.
 
Pertama, kontribusi diplomasi dan politik luar negeri dalam menciptakan suatu lingkungan internasional yang bersahabat dan kondusif bagi Indonesia.
 
Bapak Presiden, Kementerian Luar Negeri terus melaksanakan arahan dan instruksi Bapak Presiden agar Indonesia senantiasa mengembangkan prinsip million friends zero enemies.
 
Dengan senantiasa teguh dan konsisten dalam melindungi dan memperjuangkan kepentingan nasional.
 
Dan dengan prinsipil dalam memajukan amanat Konstitusi.
 
Pendekatan termaksud telah membuahkan hasil yang positif dimana Indonesia dewasa ini dihadapkan pada lingkungan regional dan global yang pada hakekatnya bersahabat dan kondusif.
 
Artinya, politik luar negeri dapat berperan sebagai net contributor pada upaya pembangunan nasional.
 
Secara lebih konkrit, diplomasi ekonomi telah ditetapkan menjadi salah satu prioritas Kementerian Luar Negeri.
 
Khususnya, dalam suasana perekonomian dunia yang akhir-akhir ini ditandai oleh ketidakpastian sebagai akibat berbagai sumber ancaman.
 
Sesuai arahan Bapak Presiden pada raker 2010, pada setiap diplomat Indonesia telah ditanamkan kesadaran untuk senantiasa meningkatkan kemampuan sebagai lobbyst yang unggul, analyst yang tajam, opportunity maker dan image builder yang handal.
 
Kedua, di bawah arahan Bapak Presiden, politik luar negeri dan diplomasi telah menempatkan Indonesia sebagai regional power dengan global responsibilities dan global interest.
 
Tanpa menguraikan satu persatu kontribusi diplomasi termaksud, dapat dilaporkan bahwa praktis tidak ada satu pun isu global dan regional utama yang luput dari perhatian politik luar negeri Indonesia.
 
Secara khusus Kemlu telah memberikan perhatian terhadap sejumlah isu yang telah Bapak Presiden amanatkan pada raker tahun 2010 yang lalu yaitu penanganan masalah perdamaian dan keamanan dunia, termasuk masalah Timur Tengah; dialog antara agama dan peradaban; tantangan food, energy dan water security; masalah ekonomi global; ancaman penyakit menular; serta tantangan perubahan iklim.
 
Tentu perlu pula digarisbawahi kontribusi Indonesia selaku Ketua ASEAN tahun 2011 lalu.
 
Di hadapan kita tugas berat menanti.
 
Pada tahun 2013, Indonesia misalnya, akan menjadi Ketua APEC.
 
Kiranya di bawah pengarahan Bapak Presiden, kembali diperlukan kerja keras untuk memastikan keberhasilan keketuaan Indonesia dimaksud.
 
Bapak Presiden RI yang terhormat,
Hadirin yang berbahagia,
 
Terlepas berbagai capaian dan hasil kerja keras selama ini, tentunya masih banyak hal yang harus dan dapat ditingkatkan.
 
Sebagaimana telah disampaikan oleh Bapak Presiden pada kesempatan raker Pemerintah tahun 2010 dan ditekankan kembali pada berbagai kesempatan, upaya perlindungan WNI harus terus ditingkatkan.
 
Ini tentunya menjadi tugas dan kewajiban Kementerian Luar Negeri untuk terus mempertajam kemampuan dan upaya yang dilakukan untuk melindungi WNI di luar negeri.
 
Apapun permasalahan yang dihadapi.
 
Bapak Presiden RI yang terhormat,
Hadirin yang berbahagia,
 
Sebelum mengakhiri laporan kami, kiranya dapat digarisbawahi bahwa pada hakekatnya aset utama diplomasi dan politik luar negeri adalah sumber daya manusianya. Oleh karena itulah Bapak Presiden, Kementerian Luar Negeri akan senantiasa menumbuhkembangkan profesionalitas dan integritas diplomat Indonesia. Dan utamanya, memastikan bahwa setiap diplomat Indonesia memiliki sikap dan karakter yang tangguh, dan secara gigih dan tanpa pamrih memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.
 
Bapak Presiden RI yang terhormat,
 
Akhir kata, kami mohon perkenan kesediaan Bapak Presiden untuk kiranya dapat memberikan arahan kepada para peserta Rapat Kerja ini.
 
Terima kasih.
 
Wassalamualaikum Wr. Wb.