Uni Komoro

                                                                                         PROFIL NEGARA

Informasi Dasar

 

Informasi Umum mengenai:

 

Nama Resmi Negara                                 :    Uni Komoro

Sistem Pemerintahan                                 :    Republik Presidensial

Ibu Kota                                                      :    Moroni

Luas Wilayah                                              :    2,034 km2

Jumlah Penduduk                                      :    823 ribu jiwa (est 2016, IMF)

Lagu Kebangsaan                                      :    Udzima wa ya Masiwa

Agama                                                        :    Islam 98%, Katolik 2%

Bahasa                                                       :    Shikomoro, Arab, Prancis     

Mata Uang                                                  :    Comoros Franc (KMF) 1 US$ = 450 BIF

Hari Kemerdekaan/Nasional                      :    6 Juli (hari kemerdekaan)      

Suku bangsa/etnis                                      :    Antalote, Cafre, Makoa, Oimatsaha, Sakalava

Nama Presiden                                          :    Azali Assoumani

Nama Menteri Luar Negeri                        :    Mohamed Bacar Dossar

Nama Duta Besar Burundi untuk  RI         :    Mahmoud M.Aboud (berkedudukan di Beijing)

Nama Duta Besar RI untuk Burundi          :    Zakaria Anshar berkedudukan di Dar es Salaam (sejak 2013)

GDP                                                           :    0,609 milyar (est 2016, IMF)

GDP per kapita                                          :    739,132 (est 2016, IMF)

Komoditas Ekspor Utama                          :    Vanilla, cengkeh, kopra, ylang-ylang (bahan pembuat parfum)

Komoditas Impor Utama                            :    Beras dan bahan makanan, produk sehari-hari, produk minyak bumi, semen dan peralatan transportasi

Keanggotaan di Organisasi Internasional   :    ACP, AfDB, AMF, AOSIS, AU, CAEU (candidates), COMESA, FAO, FZ, G-77, IBRD, ICAO, ICCt, ICRM, IDA, IDB, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, IMO, IMSO, InOC, Interpol, IOC, IOM, ITSO, ITU, ITUC (NGOs), LAS, MIGA, NAM, OIC, OIF, OPCW, UN, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UPU, WCO, WHO, WIPO, WMO, WTO (observer)

 

 

Bendera

Bendera Uni Komoro dirancang pada tahun 2001 dan secara resmi diadopsi pada tanggal 7 Januari 2002. Desainnya terdiri dari sabit putih dengan empat bintang bersisi lima di dalam segitiga hijau. Bendera ini memiliki empat garis, yang mewakili empat pulau: kuning untuk Mohéli, putih untuk Mayotte (diklaim oleh Comoros tetapi di bawah administrasi Prancis), merah untuk Anjouan, dan biru untuk Grande Comore. Empat bintang pada bendera juga melambangkan empat pulau dari Komoro. Simbol bintang dan bulan sabit melambangkan Islam, yang merupakan agama mayoritas bangsa.

 

Sejarah

Nama "Comoros" berasal dari kata qamar Arab berarti bulan. Penjelajah Portugis pertama kali menginjakkan kaki di Uni Comoros pada 1505. Selama abad ke-16, Comoros menyediakan upeti untuk pelabuhan Portugis di Mozambik. Pada 1793, pejuang Malagasi dari Madagaskar menguasai Comoros untuk perbudakan. Pada 4 April 1841, Andrian Tsouli, raja Malagasi di Mayotte menandatangani Perjanjian dengan Prancis dan menyerahkan Comoros di bawah pendudukan Prancis. Prancis sepakat memberikan kemerdekaan bagi Comoros pada 1978, namun pada 6 Juli 1975, parlemen Comoros secara sepihak mengeluarkan resolusi deklarasi kemerdekaan. Ahmed Abdallah memproklamirkan kemerdekaan dan menjadi presiden pertama Comoros.

 

Geografi

Uni Komoro terletak di Afrika Timur dan terletak di antara 12 ° Lintang Selatan dan 44 ° Bujur Timur. Pada 2034 km2 (785 sq mi), Komoro merupakan salah satu negara terkecil di dunia. Komoro juga memiliki klaim wilayah 320 km2 (120 mil persegi) dari laut teritorial. Bentang alam Komoro bervariasi dari pegunungan yang curam ke bukit-bukit rendah.

 

Komoro dibentuk oleh Ngazidja (Grande Comore), Mwali (Mohéli) dan Nzwani (Anjouan), tiga pulau utama di Komoro, serta banyak pulau kecil. Ibukota dan kota terbesar, Moroni, terletak di Ngazidja. Kepulauan ini terletak di Samudera Hindia, di Mozambik Channel, antara pantai Afrika (terdekat ke Mozambik dan Tanzania) dan Madagaskar, tanpa perbatasan darat. Kepulauan Komoro terbentuk oleh aktivitas gunung berapi. Kartala, gunung berapi perisai aktif yang terletak di Ngazidja, adalah titik tertinggi negara itu, di 2361 m atau 7748 ft (2.362 m).

 

Iklim Komoro umumnya tropis dengan suhu mencapai rata-rata 29-30 ° C (84-86 ° F) pada bulan Maret, bulan terpanas, dan terendah 19 ° C (66 ° F) di dingin, musim kemarau (Mei hingga November).

 

Komoro berbatasan dengan Madagaskar, Mozambik, Seychelles, Tanzania dan Mayotte.

 

Populasi Comoros adalah keturunan bangsa Arab, Persia, Indonesia, Afrika, dan India, dan sebagian kecil bangsa Eropa yang menetap di pulau-pulau di negara tersebut antara 8 dan abad ke-19, ketika Komoro menjadi hub perdagangan regional. Pengaruh Arab dan Persia yang paling jelas  terlihat di pulau-pulau yaitu mayoritas penduduknya  (sekitar 98%) adalah Muslim Sunni. Negara ini berpenduduk padat, rata-rata hampir 350 orang per mil persegi, meskipun bervariasi di antara pulau-pulau, dengan Anjouan yang paling padat penduduknya.

 

Wilayah Komoro mulai padat terutama akibat penggunaan tanah untuk pertanian dan pemukiman. Meningkatnya jumlah populasi dan terbatasnya wilayah , ditambah dengan kurangnya lapangan pekerjaan membuat Komoro dilanda kemiskinan sehingga memotivasi banyak penduduk Komoro untuk bermigrasi. Sekurangnya 150.000 hingga 200.000 WN Komoro tinggal di luar negeri, terutama di Prancis, untuk memperbaiki kualitas hidup, mendapatkan kesempatan kerja, pendidikan tinggi (Comoros tidak memiliki universitas), dan perawatan kesehatan. Remittance dari diaspora merupakan andalan ekonomi, berkontribusi atas sekitar 25% dari PDB Komoro, lebih tinggi dari nilai ekspor barang dan jasa (hanya 15% dari PDB).

Politik

1.    Pemerintahan

  1. Legislatif

    Kekuasaan legislatif dipegang oleh Unicameral Assembly yang terdiri dari 33 anggota.

     
  2. Eksekutif

    Kekuasaan eksekutif Uni Comoros dipegang oleh Presiden dan Kabinet Menteri yang dipilih oleh Presiden. Presiden menjabat selama 4 tahun. Jabatan Presiden Uni Comoros dipegang secara bergilir oleh Presiden dari tiga pulau yaitu Grand Comore, Anjouan dan Moheli.

     
  3. Peradilan

    Sistem hukum di Uni Comoros memadukan hukum Perancis dan Arab. Perselisihan dapat diselesaikan oleh tetua masyarakat atau melalui pengadilan. High Council merupakan peradilan tertinggi yang menangani masalah konstitusi, melakukan pengawasan pemilihan presiden, dan sebagai badan arbitrase untuk kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. High Council juga mengkaji ulang putusan pengadilan di bawahnya termasuk pengadilan banding tingkat tinggi di Moroni.

     

    High Council terdiri dari dua anggota yang ditunjuk oleh presiden, dua anggota yang dipilih Federal Assembly, dan satu anggota yang dipilih Council tiap pulau; sisanya merupakan mantan presiden.

     

    Pengadilan tingkat pertama berada di kota-kota besar. Pengadilan agama menerapkan hukum Islam dalam menyelesaikan masalah sosial atau pribadi.

     

Badan judisial bebas dari campur tangan lembaga legislatif dan eksekutif.

 

2.    Partai politik

Komoro merupakan republik multipartai. Partai yang ada di Komoro:

  • Camp of the Autonomous Islands or CdIA
  • Convention for the Renewal of the Comoros or CRC
  • Front National pour la Justice or FNJ
  • Mouvement pour la Democratie et le Progress or MDP
  • Parti Comorien pour la Democratie et le Progress or PCDP
  • Rassemblement National pour le Development or RND

 

Ekonomi

Komoro merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan merupakan prioritas utama bagi pemerintah. Tingkat pendidikan yang rendah berkontribusi terhadap melemahnya ekonomi dan ketergantungan berat pada hibah luar negeri dan bantuan teknis. Pertanian, termasuk perikanan, perburuan, dan kehutanan, menyumbang 50% dari PDB, mempekerjakan 80% dari angkatan kerja, dan berkontribusi pada sebagian besar ekspor. Pendapatan ekspor sangat bergantung pada tiga komoditas utama yaitu vanili, cengkeh, dan ylang-ylang. Pendapatan ekspor Komoros mudah terganggu oleh bencana seperti kebakaran dan cuaca ekstrim. Meskipun pertanian berperan penting pada perekonomian Komoro, negara tersebut masih mengimpor sekitar 70% dari makanannya, terutama beras.

                                                

Hubungan bilateral dengan Indonesia

1.    Bidang Politik

Indonesia dan Komoros saling dukung dalam forum internasional karena kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional.

 

2.    Bidang Ekonomi

Jumlah volume perdagangan bilateral masih terbilang kecil namun menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia mengekspor produk sehari-hari, sabun, kertas, kayu, dan obat-obatan ke Comoros dan mengimpor mengimpor kopi, teh, mate, dan rempah-rempah dari Comoros.

 

Data Perdagangan RI-Burundi (dalam ribuan USD)

Uraian20112012201320142015

Trend

(%)

 2011-2015

Jan-Jul

Perub.

(%) 2015/

2016

20152016

TOTAL

PERDAG

1.411,41.409,5374,5365,0212,3-40,1956,7314,5454,74
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS1.411,41.409,5374,5365,0212,3-40,1956,7314,5454,74
EKSPOR1.411,41.409,5374,5319,6211,8-41,0156,2314,5459,75
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS1.411,41.409,5374,5319,6211,8-41,0156,2314,5459,75
IMPOR0,00,00,045,40,50,000,50,0-100,00
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS0,00,00,045,40,50,000,50,0-100,00
NERACA PERDAG1.411,41.409,5374,5274,3211,2-41,9355,7314,5464,86
MIGAS0,00,00,00,00,00,000,00,00,00
NON MIGAS1.411,41.409,5374,5274,3211,2-41,9355,7314,5464,86

Sumber: BPS, Processed by Trade Data and Information Center, Ministry of Trade


 

3.    Bidang Sosial dan Budaya

Hubungan bilateral di bidang sosial budaya difokuskan pada capacity building dan pendidikan. Indonesia juga berperan aktif dalam memberikan pelatihan di berbagai sektor kepada Komoro, khususnya dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan. Setiap tahun, pemerintah Indonesia menawarkan beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) kepada pelajar Komoro.