Tanzania

peta tanzania bener.jpg

I. PROFIL NEGARA

Nama Resmi

:

Republik Persatuan Tanzania

Ibu Kota

:

Dodoma

Presiden

:

John Pombe Magufuli (Oktober 2015)

Perdana Menteri

:

Majaliwa Kassim Majaliwa (November 2015)

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional

:

Augustine Philip Mahiga (November 2015)

Lokasi

:

Tanzania berada di Afrika Timur membentang di antara 5.6944° Garis Lintang Selatan dan 36.3223° Bujur Timur

Perbatasan

:

Batas darat:


Utara        : Kenya dan Uganda

Selayan  : Zambia, Malawi, dan Mozambik

Barat      : Rwanda, Burundi, dan Republik

                 Demokratik Kongo


Batas laut: Uni Comoros

Luas Wilayah

:

947.300 km2 (1/6 luas wilayah Indonesia)

Iklim

:

Tropis

Populasi

:


47,67 juta jiwa  (2015 IMF)

46,74 juta jiwa (2014 IMF)

Bentuk Negara

:

Republik

Hari Nasional

:

26 April (bersatunya Tanganyika dan Zanzibar)

Lagu Kebangsaan


:

Mungu Ibariki Afrika (Tuhan Memberkati Afrika)

Kelompok etnis

:

Pulau utama: Afrika 99% (lebih dari 120 suku), 1% (Asia, Eropa, dan Arab)

 

 Zanzibar: 75% Arab, 15% (Afrika dan campuran Arab-Afrika)

Agama

:

35% Kepercayaan nenek moyang

35 % Islam

30% Kristen

Zanzibar :  99% Islam

Bahasa

:

Inggris (resmi), Swahili (resmi dan nasional)

Mata Uang

:

Tanzanian Shilling (TZs) (1 US$ = 2.000TZS)

Komoditas Ekspor Utama

:

Mineral (emas, berlian, besi), kopi, kapas, kacang mede, teh, sisal, tembakau, cengkeh.

Komoditas Impor Utama

:

Mesin pertanian, pestisida, peralatan mentah industri, peralatan mesin dan transportasi, minyak bumi dan produk minyak bumi, bahan konstruksi dan barang konsumsi


 

A. SEJARAH
 
Pembentukan Tanzania melalui penyatuan dua negara yaitu Tanganyika dan Zanzibar. Tanganyika merupakan jajahan Jerman sejak 1880 – 1919. Ketika Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Tanganyika berada di bawah League of Nations di tangan Inggris. Tanganyika meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1961. Zanzibar merupakan pusat perdagangan yang dikuasai Portugis pada 1498. Pada 1699, Zanzibar dikuasai Kesultanan Oman. Pada 1840, Sultan Oman, Seyyid Said, memindahkan ibu kota pemerintahannya ke Zanzibar.
 
Pada Desember 1962, Tanganyika menjadi republik demokrasi yang dipimpin seorang presiden. Sementara itu, Zanzibar berhasil melepaskan diri dari dinasti Arab dan merdeka pada 1963. Tanganyika dan Zanzibar akhirnya bersatu pada 26 April 1964 dan menamakan diri Republik Tanzania.
 
B. BENTUK PEMERINTAHAN DAN POLITIK
 
1. Pemerintahan
 
a) Legislatif
 
Parlemen terdiri dari Makhamah Nasional Tanzania (Bunge) dan Dewan Perwakilan Zanzibar. Makhamah Nasional Tanzania memiliki 295 anggota termasuk Jaksa Agung, 5 anggota yang dipilih dari Dewan Perwakilan Zanzibar, dan kuota khusus untuk wanita (20% dari jumah kursi yang dimiliki partai di parlemen), 181 anggota konstituen parlemen pulau utama dan 50 anggota dari Zanzibar. Dewan Perwakilan Zanzibar diisi 81 anggota dengan yurisdiksi penuh dan kuasa untuk membuat undang-undang untuk Zanzibar.
 
b) Eksekutif
 
Presiden Tanzania dipilih dalam pemilu yang diselenggarakan 5 tahun sekali. Presiden menunjuk perdana menteri yang akan menjadi kepala pemerintahan di Makhamah Nasional. Presiden memilih para menteri dari anggota Makhamah Nasional untuk duduk dalam kabinet. Berdasarkan konstitusi, presiden memiliki hak menominasikan 10 orang yang bukan anggota parlemen untuk menjadi bagian dalam kabinet.
 
c) Judikatif
 
Tanzania memiliki lima tingkatan peradilan yang menggabungkan hukum adat, Islam, dan Inggris. Pengajuan banding dilakukan dari pengadilan primer melalui district court, resident magistrate court, high court, dan Court of Appeal. Para hakim ditunjuk oleh Kepala Hakim, kecuali hakim Court of Appeal dan hakim High Court yang ditunjuk langsung oleh presiden. Di Zanzibar, sistem peradilan yang digunakan sama dengan yang diterapkan di pulau utama, dan semua kasus diselesaikan di Zanzibar kecuali yang berkaitan dengan konstitusi dan hukum Islam, maka dapat diajukan banding ke Court of Appeal di pulau utama. Pengadilan perdata dibentuk pada September 1999 dan menjadi bagian High Court.
 
2. Region
 
Tanzania dibagi dalam 26 region (mikoa), 21 diantaranya berada di pulau utama sedangkan 5 lainnya di Zanzibar (tiga region di Unguja dan dua di Pemba), dan 99 distrik (wilaya). 26 region yaitu Arusha, Dar es Salaam, Dodoma, Iringa, Kagera, Kigoma, Kilimanjaro, Lindi, Manyara, Mara, Mbeya, Morogoro, Mtwara, Mwanza, Pemba North, Pemba South, Pwani, Rukwa, Ruvuma, Shinyanga, Singida, Tabora, Tanga, Zanzibar Central/South, Zanzibar North, Zanzibar Urban/West.
 
 
3. Partai politik
Tanzania menerapkan sistem multi-partai dimana ada 22 partai politik yang terdaftar. Pada pemilu 31 Oktober 2010, hanya enam partai yang ikut serta yaitu:
 
- Party of Democracy and Development (Chama Cha Demokrasia na Maendeleo )
- Revolutionary Party (Chama Cha Mapinduzi)
- Democratic Party
- National Convention for Construction and Reform  (Mageuzi)
- Tanzania  Labor Party
- United Democratic Party
 
 
HUBUNGAN BILATERAL
 
POLITIK
 
Indonesia dan Tanzania memiliki sejarah hubungan bilateral yang baik. Indonesia membuka perwakilan diplomatiknya di Dar es Salaam sejak 1964. Sementara itu, kepentingan Tanzania di Indonesia dirangkap dari High Commission di Kuala Lumpur. Bapak bangsa Indonesia dan Tanzania, Presiden Soekarno dan Presiden Julius K. Nyerere, merupakan tokoh Gerakan Non-Blok. Hubungan kedua negara semakin erat dengan kunjungan kepala negara yaitu pada:
 
- Kunjungan Presiden Julius K. Nyerere ke Indonesia pada 8 Oktober 1981;
- Kunjungan Presiden Ali Hassan Mwinyi ke Indonesia pada 3 Maret 1987;
- Kunjungan Presiden Soeharto ke Dar es Salaam pada 5 Desember 1991;
 
PERDAGANGAN DAN EKONOMI
 
Di sektor ekonomi, kerjasama kedua negara menitikberatkan sektor pertanian. Indonesia mendirikan Farmer's Agriculture and Rural Training Centre (FARTC) di Mkindo, Morogoro, Tanzania pada 1996 dimana para ahli pertanian Indonesia memfasilitasi pelatihan bagi petani Tanzania. Pada 2004, kedua negara menandatangani MoU Establishment of a Joint Commission for Bilateral Cooperation yang kemudian dikenal dengan Indonesia-Tanzania Joint Agriculture Cooperation Committee (JACC), yang menjadi jembatan peningkatan kerjasama di bidang pertanian seperti pembinaan melalui pelatihan, penelitian bersama, dan ekspansi pasar produk pertanian.  Angka perdagangan dua negara belum mencerminkan pontensi nyata. Volume perdagangan kedua negara masih terbilang kecil dan pada umumnya dilakukan melalui pihak ketiga. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Tanzania yaitu produk garmen, sabun, mie instan, alat tulis, mebel, dan pakaian. Komoditas impor Indonesia dari Tanzania yaitu kapas, kacang, buah-buahan dan produk pertanian lainnya.
 
SOSIAL-BUDAYA
 
Kedua negara telah mengembangkan hubungan bilateral di bidang sosial-budaya khususnya dalam sektor pendidikan dan pelatihan, di bawah skema Kerjasama South-South. Indonesia menyediakan pelatihan di bidang pertanian, perikanan, dan informasi teknologi untuk pegawai pemerintah dan akademisi. Setiap tahun pemerintah Indonesia juga menawarkan Dharmasiswa dan Developing Countries Partnership Program scholarship bagi mahasiswa Tanzania.