Comoros

peta comoros bener.jpg 
 

I. PROFIL NEGARA


Nama Resmi

:

Uni Comoros

Ibu Kota

:

Moroni

Presiden

:

Ikililou Dhoinine (sejak 2011)

Wakil Presiden Merangkap Menteri Keuangan, Ekonomi, Investasi, dan & Perdagangan Internasional dan Privatisasi

:

Mohamed Ali Soilihi (sejak 2011)

Wakil Presiden Merangkap Menteri Perencanaan Wilayah, Infrastruktur, Urbanisasi & Perumahan

:

Nourdine Bourhane (sejak 2011)

Wakil  Presiden Merangkap Menteri Kesehatan, Solidaritas, Sosial, dan Gender

:

Fouad Mohadji (sejak 2011)

Menteri Luar Negeri dan Hubungan Kerjasama, Diaspora, Frankofoni, & Dunia Arab

:

El Anrif Said Hassane (sejak 2011)

Lokasi

:

Uni Comoros terletak di 12° Lintang Selatan dan 44° Bujur Timur.

Perbatasan

:

Madagaskar

Mozambik

Seychelles

Tanzania

Mayotte

Luas Wilayah

:

2,235 km2

Iklim

:

Tropis

Populasi

:


799.000 jiwa (2015 IMF)

766.000 jiwa (2014 IMF)

Bentuk Negara

:

Republik

Hari Kemerdekaan

:

6 Juli (1975)

Lagu Kebangsaan

:

Udzima wa ya Masiwa  (The unity of the Great Islands)

Kelompok Etnik

:

Antalote, Cafre, Makoa, Oimatsaha, Sakalava

Agama

:

96 % Islam

2 % Katholik

2 % Protestan dll 

Bahasa Resmi

:

Arab dan Perancis (resmi)

Shikomoro (campuran Swahili dan Arab)

Mata Uang

:

Comorian Franc (KMF) (1 US$ = 455 KMF)

Komoditas Ekspor Utama

:

Vanilla, cengkeh, kopra, ylang-ylang (bahan pembuat parfum)

Komoditas Impor Utama

:

Beras dan bahan makanan, produk sehari-hari, produk minyak bumi , semen dan peralatan transportasi

 
A. SEJARAH
 
Penjelajah Portugis pertama kali menginjakkan kaki di Uni Comoros pada 1505. Selama abad ke-16, Comoros menyediakan upeti untuk pelabuhan Portugis di Mozambik. Pada 1793, pejuang Malagasi dari Madagaskar pertama kali menguasai Comoros untuk perbudakan. Pada 4 April 1841, Andrian Tsouli, raja Malagasi di Mayotte menandatangani Perjanjian  dengan Perancis untuk menyerahkan Comoros di bawah pendudukan Perancis.
 
Perancis sepakat memberikan kemerdekaan bagi Comoros pada 1978, namun pada 6 Juli 1975, parlemen Comoros secara sepihak mengeluarkan resolusi deklarasi kemerdekaan. Ahmed Abdallah memproklaimirkan kemerdekaan dan menjadi presiden pertama Comoros.
 
B. PEMERINTAHAN DAN POLITIK


1. Pemerintahan
 
a) Legislatif

Kekuasaan legislatif dipegang oleh Unicameral Assembly yang terdiri dari 33 anggota.
 
b) Eksekutif

Kekuasaan eksekutif Uni Comoros dipegang oleh Presiden dan Kabinet Menteri yang dipilih oleh Presiden. Presiden menjabat selama 4 tahun. Jabatan Presiden Uni Comoros dipegang secara bergilir oleh Presiden dari tiga pulau yaitu Grand Comore, Anjouan dan Moheli.
 
c) Judikatif

Sistem hukum di Uni Comoros memadukan hukum Perancis dan Arab. Perselisihan dapat diselesaikan oleh tetua masyarakat atau melalui pengadilan. High Council merupakan peradilan tertinggi menangani masalah konstitusi, melakukan pengawasan pemilihan presiden, dan sebagai badan arbitrase untuk kasus dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. High Council juga mengkaji ulang putusan pengadilan di bawahnya termasuk pengadilan banding tingkat tinggi di Moroni.
 
High Council terdiri dari dua anggota yang ditunjuk oleh presiden, dua anggota yang dipilih Federal Assembly, dan satu anggota yang dipilih Council tiap pulau; sisanya merupakan mantan presiden. Pengadilan tingkat pertama berada di kota-kota besar. Pengadilan agama menerapkan hukum Islam dalam menyelesaikan masalah sosial atau pribadi. Badan judisial bebas dari campur tangan lembaga legislatif dan eksekutif.
 
2. Region

Uni Comoros terdiri dari tiga pulau: Anjouan, Grande Comore, dan Moheli. Ibu kota Moroni berada di pulau terbesar, Grande Comore.

3. Partai Politik

Comoros merupakan republik multipartai. Partai yang ada di Comoros:
 
- Camp of the Autonomous Islands or CdIA
- Convention for the Renewal of the Comoros or CRC
- Front National pour la Justice or FNJ
- Mouvement pour la Democratie et le Progress or MDP
- Parti Comorien pour la Democratie et le Progress or PCDP
- Rassemblement National pour le Development or RND
 
HUBUNGAN BILATERAL


POLITIK
Indonesia dan Comoros saling mendukung dalam forum internasional dimana kedua negara memiliki pandangan yang sama mengenai isu internasional.
 
PERDAGANGAN DAN EKONOMI 
   
Jumlah volume perdagangan bilateral masih terbilang kecil namun menunjukkan kecenderungan meningkat. Total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Comoros pada Januari-September 2014 sebesar USD 1,98 juta. Indonesia mengekspor produk sehari-hari, sabun, kertas, kayu, dan obat-obatan ke Comoros dan mengimpor mengimpor kopi, teh, mate, dan rempah-rempah dari Comoros.
 
SOSIAL BUDAYA
Indonesia dan Comoros mengembangkan kerjasama sosial budaya. Pemerintah Indonesia menawarkan beasiswa S2 bagi mahasiswa Comoros melalui Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).