Tahlilan Untuk Gus Dur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 31 Desember 2009 KBRI Damaskus telah mengadakan Acara Tahlilan berkenaan wafatnya Bapak K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia ke-4 yang akrab dipanggil Gus Dur, dihadiri oleh para home staff dan local staff, DWP KBRI Damaskus, para pelajar dan mahasiswa serta masyarakat Indonesia di Suriah.

Pada kesempatan tersebut sebelum Tahlilan, para hadirin menunaikan Sholat Gaib kemudian membaca Surat Yasin dan mendo’akan agar semoga amal ibadah Almarhum diterima Allah SWT dengan imbalan pahala berlipat ganda yang menghapus bersih seluruh dosa dan Almarhum memperoleh tempat yang paling indah di sorga-Nya, sedang keluarga yang ditinggalkan pandai mengingat kebaikan-kebaikan Almarhum seraya mengirim hadiah ”al-Faatihah”. Dalam acara tersebut para pelajar juga memberikan kenangan khusus dengan melantunkan beberapa puisi tentang Gus Dur. Kemudian penayangan kilas-balik kiprah Almarhum ketika menjabat sebagai Presiden RI ke-4.

Diakhir acara Dubes RI menyampaikan kesan dan pesan berkaitan dengan Almarhum sebagai putra bangsa terbaik yang adalah saudara kita, sahabat kita, kawan kita dan guru kita mantan Presiden RI ke-4.  Kalimat populer yang Almarhum ucapkan “begitu saja kok repot”, mengandung makna bahwa kita boleh saja sibuk tetapi tak perlu repot karena pada hakekatnya setiap masalah betapapun sulit pasti apabila ada kemauan akan dapat diselesaikan. Dalam hal ini kita disarankan untuk menyebut dan mengingat yang baik-baik berkaitan dengan siapapun yang sudah Almarhum, tidak terkecuali Almarhum Gus Dur mantan Presiden RI ke-4 karena dengan demikian akan menjadi lebih bermanfaat terlebih lagi seraya bersedekah dengan memaafkan kesalahannya.

Menjelang pergantian tahun dari 2009 ke 2010, Dubes menyampaikan bahwa bertepatan dengan suasana kebatinan kita yang baru saja memasuki tahun baru Hijriyah 1431, dengan berbekal semangat hijrah dan kesadaran bahwa amal perbuatan kita bergantung pada niat, maka menyambut tahun baru 2010 kita perbaharuhi niat tekad teguh untuk membangun masa depan cerah penuh harapan,  semoga Allah SWT berkenan menunjukkan kita semua ke jalan kemenangan.

Acara tersebut mendapatkan sambutan dan apresiasi dari masyarakat Indonesia di Suriah karena Almarhum sangat terkenal dan memiliki kharisma.