Malam Budaya Indonesia 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Damaskus telah mengadakan Pagelaran Malam Kebudayaan Indonesia 2010 di Pusat Kebudayaan Arab, Kafer Souseh, Damaskus, Suriah, pada tanggal 30 Maret 2010 dihadiri oleh Direktur Kebudayaan Damaskus Hisham Al-Taqi (mewakili Menteri Kebudayaan); Direktur Asia Kemlu Esham  Al-Haddad, para pejabat dari Kementerian Kebudayaan, kalangan diplomat, para pengusaha, wartawan media cetak dan elektronik serta  masyarakat umum. Pagelaran Kebudayaan tersebut diadakan dengan menampilkan musik tradisional Gamelan dan  Kolintang serta lima macam tarian yang melibatkan 30 orang dari kalangan staf KBRI, Dharma Wanita KBRI Damaskus, guru-guru sekolah Indonesia Damaskus,  dan para pelajar serta mahasiswa Indonesia di Suriah.

 

Dalam sambutan pembukaan, Dubes H.M. Muhammad Muzammil Basyuni menyampaikan  ucapan selamat datang kepada para hadirin dan menjelaskan bahwa pertunjukan ini merupakan refleksi hubungan persahabatan dan persaudaraan antar dua negara sahabat Suriah dan Indonesia. Gelar Budaya yang ditampilkan merupakan sebagian dari berbagai ragam kebudayaan Indonesia dari ribuan pulau yang terbentang di Indonesia. Penampilan musik dan tari tradisional Indonesia akan dipersembahkan oleh masyarakat Indonesia yang berada di Suriah dengan harapan agar masyarakat Suriah menjadi lebih mengenal keindahan dan kecantikan seni dan budaya Indonesia. Sedangkan dari pihak Suriah, Direktur Kebudayaan Damaskus menyampaikan apresiasi dan mendukung diselenggarakannya Pagelaran Malam Indonesia 2010, yang merefleksikan eratnya hubungan kebudayaan antara kedua negara sahabat.

 

Di awal pagelaran musik Gamelan dengan sangat menawan membawakan lagu-lagu Kebo Giro, Shalawat Badr, Caping Gunung, Walang Keke, Bengawan Solo dan Getuk. Sedangkan musik Kolintang dengan sangat meriah melantunkan dua lagu Arab yang sudah sangat terkenal yaitu Helwa Ya Baladi dan Addukal Mayyas. Selain itu permainan musik Kolintang juga mengiringi Tari Katreji yang sangat memukau dengan gerakannya yang gesit. Gelar budaya tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai Tarian dengan warna baju tradisional yang cerah dan dengan gerakannya yang sangat kompak sehingga membuat decak kagum para penonton. Tarian tersebut  yaitu Sri Panganti, Tepak Lenggang, Katreji dan Rantak serta  Musyakkal. Tari Musyakkal merupakan tarian kontemporer yang diciptakan oleh Sdr. Selly Amalina Muzammil, menggambarkan keceriaan para remaja yang berpikir secara global tetapi berperilaku lokal dengan memadukan unsur budaya Betawi, Bali dan Sumatera termasuk budaya Timur Tengah, Mediteranian, Hip-Hop dan Latin. Tarian ini pernah menjadi pemenang dalam lomba antar Sekolah Indonesia di luar negeri tahun 2009.

 

Dalam pagelaran tersebut juga ditampilkan sekilas film pariwisata Indonesia dengan judul Indonesia with the Thousand of Faces dan sekilas penampilan tayangan foto-foto pariwisata di tengah-tengah acara pagelaran dengan latar belakang musik gamelan Bali. Acara yang juga diliput oleh Saluran TV Suriah lokal dan saluran satelit serta wartawan cetak lainnya, ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, Lagu Indonesia Tanah Airku dan Gebyar-gebyar diikuti oleh seluruh pemain musik dan penari serta para pelatih tari dan musik.