Festival Musim Semi Kota Hama : Kolintang Dan Saman Memukau Dalam Festival Musim Semi Di Gedung Amphiteater Kota Hama, Suriah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kesenian Indonesia berupa permainan Kolintang dan tari-tarian seperti Tari Kipas, Tari Piring, Tari Srikandi Mustokoweni,  Tari Rantak dan tari Saman tampil  memukau di kota Hama, Suriah, dalam rangka Festival Musim Semi Hama tanggal  5-15 Mei 2010.
 
Pertunjukan tersebut mendapatkan  sambutan yang sangat meriah dari para hadirin yang memadati gedung Amphitheater di kota Hama. Di awal pertunjukkan Tim kesenian  menampilkan permainan Kolintang dengan Lagu Humat Ad-Diyaar yang merupakan lagu kebangsaan Suriah, membuat para hadirin termasuk Gubernur dan para pejabat Partai Al-Baath berdiri sejenak untuk menyimak dan berakhir dengan tepuk tangan yang tidak ada henti-hentinya.
 
Para penari dengan pakaiannya yang sangat menarik tampil dengan Tari Srikandi Mustokoweni, mengawali penampilan tari dengan gaya yang sangat lembut membuat kekaguman tersendiri dari para hadiri. Sambutan riuh kembali terdengar setelah para penari menampilkan Tari Piring dan Tari Kipas. Tari Kipas ini diiringi langsung  dengan musik kolintang.   Kemudian para hadirin dengan penuh konsentrasi mendengarkan permainan Kolintang dengan membawakan lagu-lagu La Bamba, Naza alaina Hawa, Addukal Mayas, dan Ayam Jago dan diiringi dengan riuh-gemuruh tepukan apresiasi.
 
Di akhir acara, gedung amphitheater  gembali digetarkan dengan Tari Rantak dan Tari Saman yang memukau pengunjung yang hadir. Mereka tidak henti-hentinya bertepuk-tangan atas kedua tarian tersebut terutama Tari Saman. Tari Saman  dilagukan langsung secara hidup dengan sebuah gendang.
Pada acara penutupan dinyanyikan lagu Gebyar-gebyar oleh delapan orang penyanyi, kemudian membentuk barisan yang siap untuk melakukan foto bersama dengan Gubernur Hama dan para pejabat Partai Al-Baath.

Setelah acara berakhir, para penonton berebut naik ke atas panggung untuk berfoto bersama penari dan pemusik. Di samping itu stasiun TV Suriah mengadakan wawancara dengan para penari dan pemain kolintang bersama dengan mereka memperagakan permainan kolintang.
Lima tarian dan lima lagu dari alat musik tradisional Kolintang telah membuat decak kagum dan memukau para penonton, diantaranya Gubernur dan para pejabat Propinsi Hama dan kalangan Partai Al-Baath yang memberikan apresiasi terhadap Tim Kesenian Indonesia.