Condolence for Gus Dur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Damaskus telah membuka Buku Ucapan Belasungkawa atas wafatnya Bapak K.H. Abdurrahman Wahid selama  tiga hari tanggal 3-5 Januari 2010 dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00.
 
Pada kesempatan tersebut, Menteri Negara Urusan Kepresidenan Yang Mulia Mansour Fadlallah Azzam mewakili Presiden Bashar Al-Assad, Presiden Republik Arab Suriah, menuliskan ucapan Belasungkawa yang sangat mendalam seraya memohon kepada Allah SWT semoga melimpahkan rahmat-Nya kepada Almarhum dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
 
Dalam kesempatan tersebut Grand Mufti Suriah Sheikh Dr. Ahmad Badrouddin Hassoun telah menyampaikan bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid adalah seorang Mu’min yang telah menjadikan nama Indonesia dan masa depan  bangsanya indah tersebar ke seluruh dunia, baik budaya, ilmu dan kebaikannya. Yang Mulia Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid adalah  salah seorang pemimpin ummat yang besar, ummat yang telah menjadikan agama Islam di Asia Tenggara sebagai model kasih sayang, kebaikan dan keharmonisan di antara ummat dan bangsa-bangsa. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada Almarhum dan menempatkannya di Surga-Nya serta memberikan kepada bangsa Indonesia dan keluarga yang ditinggalkan kesabaran dan keimanan. Kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali, innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.
 
Asisten Menlu Suriah, Ahmad Arnous, yang mewakili Menteri Luar Negeri Republik Arab Suriah telah hadir untuk menyatakan belangsungkawa dan rasa duka cita yang paling dalam  kepada seluruh bangsa Indonesia. Semoga bangsa Indonesia dapat terus melanjutkan pembangunan dan menjadi bangsa yang maju serta kuat.
 
Dalam kesempatan tersebut para Duta Besar dan Konsul Kehormatan dari negara-negara sahabat yang berakreditasi di Suriah juga membubuhkan ucapan belasungkawa, yaitu  Korea Utara, China,  Tunisia, Iran, Thailand, Luxemburg, Brasil, Sudan, Bahrain, Yaman, Filipina, Malaysia, Cuba, Mesir, India, Jepang, Oman, Tahta Suci Vatican,  Serbia, Itali,  Aljazair, Federasi Rusia, Nigeria,  dan Canada yang secara umum menyampaikan bahwa atas nama rakyat, bangsa dan negaranya  menyatakan belangsungkawa dan rasa simpati yang sangat mendalam atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke-4 Bapak K.H. Abdurrahman Wahid, seorang Negarawan dan Politisi besar,  yang telah berhasil membangun stabilitas dan kemakmuran bangsa Indonesia. Semoga amal dan ibadah Almarhum mendapatkan tempat di sisi Allah SWT.
 
Dalam masa berkabung selama tiga hari tersebut, rasa turut duka cita telah pula disampaikan oleh para ulama Suriah,  Hamas,  dan Pelaku Bisnis Percetakaan Al-Qur’an Dar Gha Hiraa; Federasi Penulis Arab serta organisasi-organisasi lainnya. Selain itu KBRI Damaskus juga menerima beberapa nota dan surat Belasungkawa dari Perwakilan Diplomatik dan Perusahaan. Terlampir kliping koran Tishreen tentang Menteri Negara Urusan Kepresidenan yang menggoreskan ucapan Belasungkawa atas nama Presiden Bashar Al- Assad.