Dubes RI Terima Courtesy Call Pengacara KBRI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

Pada tanggal 7 Desember 2014, Duta Besar LB&BP RI untuk Republik Arab Suriah, Drs. Djoko Harjanto, MA. telah menerima courtesy call pengacara retainer/penanggung jawab sementara Kantor Cabang Konsuler/Shelter Aleppo, Mohamad Akra.


Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI meminta informasi perihal kondisi terkini di Aleppo dan sekitarnya. Duta Besar RI juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengacara Akra dikarenakan keberhasilan pengacara dan tim-nya yang dapat mengupayakan gaji, uang tiket serta pembayaran denda-denda ijin tinggal para TKW dari majikannya sebelum digeser ke Damaskus untuk dipulangkan ke Indonesia. Ditambahkan bahwa Duta Besar RI menitipkan salam kepada Gubernur Aleppo dan berkeinginan untuk dapat berkunjung ke Aleppo guna meninjau Kantor Cabang Konsuler segera pada kesempatan pertama jika situasi keamanan dan kondisi di lapangan sudah memungkinkan untuk pelaksanaan kunjungan tersebut.


Sementara itu, Mohamad Akra mengatakan bahwa kota Aleppo telah mengalami kehancuran. Aliran listrik sehari hanya menyala 1 jam sehingga terpaksa menggunakan generator. Air PDAM hanya mengalir 2 hari sekali sehingga harus berlangganan truk tangki air setiap 2 hari sekali. Bensin dan solar seringkali langka di pasaran dan harganya sangatlah mahal. Setiap hari di Aleppo masih terdengar ledakan bom barrel dan mortar. Kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya menarik para Buruh Migran Indonesia (BMI) yang berada di daerah yang dikuasai oleh ISIS, antara lain Hasakeh, Deir Dzour dan Raqqa. Sementara itu, terhadap para BMI yang tinggal di daerah Idlib, Hama dan Aleppo Countryside, meskipun dikuasai oleh FSA (Free Syrian Army) masih dapat ditarik dan diselamatkan ke Kantor Cabang konsuler/shelter Aleppo. (Sumber: KBRI Damaskus)