Di Penghujung Tahun 2014, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 96 TKW

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?

Wujud dari kepedulian dan tanggung jawab terhadap perlindungan WNI di luar negeri terutama PLRT, KBRI Damaskus sampai saat ini masih terus melakukan penarikan terhadap para TKW yang masih berada di wilayah konflik Suriah seperti Aleppo, Homs, Hama, Idlib dll untuk direpatriasi ke Indonesia melalui Beirut, Lebanon. Hari ini, Senin 22 Desember 2014, bertempat di halaman KBRI Damaskus, Duta Besar LB&BP RI untuk Republik Arab Suriah, Drs. Djoko Harjanto, MA. kembali melepas rombongan keberangkatan repatriasi sebanyak 96 TKW ke Indonesia melalui Beirut. Repatriasi ini merupakan gelombang yang ke-26 kalinya sejak awal tahun 2014.


Dalam sambutannya, Duta Besar RI Drs. Djoko Harjanto, MA berpesan kepada para TKW agar tidak lagi mudah terbujuk oleh agen-agen dan calo/sponsornya untuk berangkat bekerja ke Timur Tengah terutama Suriah yang saat ini masih dilanda konflik  dan karena saat ini pun gaji sebagai pembantu rumah tangga di Indonesia sudah cukup tinggi. Saat ini Pemerintah Indonesia masih memberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Suriah. Kedatangan para TKW ke Suriah paska moratorium tersebut semakin menyulitkan bagi KBRI untuk memberikan perlindungan karena disebabkan ketidakjelasan alamat majikan dan kondisi Suriah yang masih bergolak.


"Selama tahun 2014 ini, KBRI telah menggeser 1499 TKW ke Beirut untuk selanjutnya diterbangkan ke Indonesia", ungkap Koordinator Satgas KBRI Damaskus, Didi Wahyudi. Setelah pemulangan ini, jumlah TKI/PLRT yang berada di shelter KBRI Damaskus mencapai 65 orang yang mayoritasnya adalah korban TPPO jaringan Iyad Mansour (WN Yordania) dan Bungawati.


Sangat disesalkan kondisi Suriah yang belum aman ini masih terdapat sindikat Iyad Mansur dan Bungawati masih berlanjut. Sindikat penyelundupan ini juga telah memalsukan identitas paspor TKW yaitu seperti yang dialami oleh TKW Ida Nur Jannah Bt Aher Galela, yang aslinya kelahiran Ambon, namun di paspor tertulis Cianjur. lanjutnya.


Sebelumnya, Iyad Mansour pernah ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia pada bulan Maret 2014 lalu dengan dugaan telah melakukan tindak pidana perdagangan manusia, namun saat ini, ybs telah dibebaskan dengan jaminan. "Penangkapan Iyad Mansour di Malaysia tersebut mestinya dapat ditindaklanjuti oleh otoritas penegak hukum di Indonesia untuk membongkar lebih jauh jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). "Kami telah melaporkan kasus TPPO yang terjadi di Suriah terutama yang melibatkan sindikat Iyad Mansour dan Bungawati kepada instansi keamanan terkait di Jakarta, namun sampai saat ini belum mendapat respon serius dari Jakarta, justru seolah-olah sindikat tersebut kebal hukum baik di Indonesia maupun Malaysia" imbuhnya.


KBRI Damaskus tetap memberikan perlindungan para TKW karena hal ini merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab terhadap pelayanan, perlindungan serta bantuan hukum terhadap TKW di luar negeri dan saat bersamaan KBRI juga berharap agar Otoritas Keamanan terkait di Jakarta serius menindaklanjuti laporan-laporan tentang sindikat TPPO dan menghentikan pengiriman TKW ke Suriah.(Sumber:KBRI Damaskus)