Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Penetapan Darurat I, Mengenai Keadaan Di Syria     |       Himbauan Bagi WNI (terbaru)     |       Selamat datang di website KBRI Damascus     |       Kunjungi Website Portal Kemlu     |       

Bidang / Urusan

Politik

Untitled Document

Hubungan bilateral Suriah-Indonesia berlangsung erat, kokoh dan bersahabat serta memiliki nilai historis yang mendalam, karena Suriah merupakan salah satu negara Arab yang pertama kali memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1947 wakil tetap Suriah di PBB Faris Al-Khouri dengan gigih memperjuangkan agar masalah Indonesia dibawa dalam pembahasan di DK PBB dan berakhir dengan resolusi yang memerintahkan dihentikannya agresi militer Belanda serta dicapainya penyelesaian damai melalui perundingan.

Di fora internasional hubungan kedua negara terjalin melalui forum PBB, GNB dan OKI. Kedua negara senantiasa mengupayakan adanya saling dukung atas pencalonan masing-masing di dalam keanggotaan badan internasional tersebut. Selama kurun waktu 3 tahun ini Suriah  telah memberikan dukungan terhadap  pencalonan Indonesia sebagai anggota Postal Operation Council and Council of Administration dalam Badan Universal Postal Union (UPU); Pencalonan Agung Laksono sebagai Presiden-Inter Parliamentary Union (IPU) 2008-2011 pada Sidang ke-24 di Jenewa tanggal 23 Juli-12 Agustus 2008. Sementara itu Indonesia telah mendukung pencalonan Mrs. Hadel Al Asmar untuk menjadi anggota Committee on the Right of Child/CRC. Untuk tahun 2009. Suriah dan Indonesia sepakat saling mendukung pencalonan kedua negara sebagai anggota Tidak Tetap Dewan HAM.

Hubungan bilateral kedua negara selama ini berjalan cukup baik dan semakin erat yang ditandai adanya saling kunjung antara pejabat tinggi kedua negara. Pejabat Suriah yang pernah berkunjung ke Indonesia antara lain adalah  PM. Suriah Mahmoud Zu’bei (Juni 1997); Kunjungan Delegasi Parlemen Suriah (Maret 2004); Wapres Suriah, dalam rangka menghadiri HUT 50 tahun KAA di Bandung (April 2005); Deputy Menlu Suriah Faisal Miqdad  ke Indonesia dalam rangka menyampaikan pesan khusus Presiden Bashar Al Assad (Januari 2007); kunjungan PM Suriah Naji Otri ke Indonesia  (Januari 2009) dalam rangka pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Yusuf Kalla serta Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid dan Ketua DPR-RI Agung Laksono; dan terakhir kunjungan Ketua Persahabatan Parlemen Suriah-Indonesia dalam rangka menghadiri Sidang Pleno ke- 4 Asian Parliamentary Assembly di Bandung 7-10  Desember 2009.

Sementara itu dari Indonesia telah berkunjung ke Suriah antara lain : Presiden Suharto (Oktober 1977); Menlu RI Dr. Alwi Shihab menyerahkan pesan tertulis dari Presiden Abdurrahman Wahid kepada Presiden Bashar Al-Assad (Januarid 2001); Menteri Agama RI M. Tolhah Hassan (Januari 2001); Delegasi yang dipimpin oleh Laksamana (Purn) Widodo AS sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk menyampaikan pesan tertulis Presiden Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Bashar Al-Assad (Maret 2003); Wakil Kepala BIN telah membahas kerjasama intelijen dengan Direktur Intelijen Suriah (September 2003); Utusan Khusus Presiden RI, Ali Alatas menyampaikan undangan Peringatan 50 tahun KAA kepada Presiden Bashar Al-Assad (Agustus 2004); Kunjungan Menlu RI Hasan Wirajuda (Februari 2007); Delegasi MPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua MPR AM Fatwa (April 2007); Utusan Khusus Presiden RI.  Dr. Alwi Shihab dalam rangka Persiapan KTM Negara Asia Afrika (Juli 2008); Ketua MPR-RI, Dr. Hidayat Nur Wahid dalam kaitan International Union of Muslim Schollar (IUMS) untuk bertemu dengan Presiden Bashar Al-Assad; Kunjungan Ketua DPR RI Agung Laksono  dalam rangka Pertemuan Troika (Indonesia-Iran-Suriah) Majelis Parlemen Asia dan bertemu dengan Presiden Suriah untuk mencari cara menyelesaikan krisis Gaza.(Januari 2009): Kunjungan Menlu RI Dr. N. Hassan Wirajuda dalam rangka memimpin Delegasi sidang OKI ke-36 bulan 23-25 Mei 2009; Kunjungan Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid ke Suriah pada awal Agustus 2009 untuk mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Suriah dan Presiden Bashar Al-Assad; Kunjungan delegasi Komisi VII DPR-RI  pada bulan Agustus 2009 dan kunjungan Pejabat Ditjen Aspasaf dalam rangka menindaklanjuti keputusan NAASP bulan November 2009.       

Pada tataran pemerintahan (G to G), pada kurun waktu 3 tahun terakhir ini hubungan bilateral RI-Suriah  mencatat perkembangan penting pada kunjungan Menteri Luar Negeri  RI  Dr. N. Hassan Wirajuda pada tanggal 3-5 Pebruari 2007, yang berhasil menandatangani 2 (dua) dokumen penting, yaitu:

  • Nota Kesepahaman  mengenai Pembentukan Komisi Bersama untuk Bidang-bidang  Kerjasama Ekonomi,  Ilmu Pengetahuan, Teknik dan Kebudayaan (Memorandum of Understanding on the Establishment of a Joint Commission  for the Economic, Scientific, Technical and Cultural Cooperation), ditandatangani oleh Menlu RI N. Hassan Wirajuda dan Menlu Suriah Walid al-Moalem, Pebruari 2007;

 

            Nota Kesepahaman mengenai Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Arab Suriah mengenai Kerjasama Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Teknik (Agreement  between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Syrian Arab Republic on Economic, Scientific, and Technical Cooperation) ditandatangani oleh Menlu RI N. Hassan Wirajuda dan Menlu Suriah Walid al-Moalem, Pebruari 2007.


Wisma Duta

static4


APEC


facebook KBRI Damascus


twitter KBRI Damascus

running1static2running2running3running4
running5running7running8running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan