Senyum Bahagia Misi Pertanian Indonesia di Gambia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sinar matahari pagi menyapa tim KBRI Dakar dalam rangka penjemputan Tim Ahli Pertanian Indonesia di Jenoi (Gambia) pada tanggal 20 November 2011. Perjalanan yang cukup panjang melalui jalan darat dilakukan oleh Tim mulai dari Dakar (Senegal) menuju Jenoi (Gambia) dengan total jarak tempuh sekitar 10 jam non stop. Tim Ahli Pertanian Indonesia yakni Ir.Bambang Edy Santoso, MP, Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Jawa Timur, Ir. Abas Saripudin, MP, Penyuluh pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Garut, Jawa Barat dan Yudi Kurniawan, Ketua VII Kontak Tani Nelayan Andalan Jawa Timur yang memulai tugasnya di Jenoi, Gambia pada tanggal 11 September menyambut gembira kedatangan Tim KBRI Dakar yang diwakili oleh Sekretaris Pertama Ekonomi KBRI Dakar Elbanita L Ruru yang tiba di Jenoi tepat pukul 11.30 waktu Gambia (GMT). Setiba disana Rombongan KBRI Dakar langsung diterima oleh Direktur Kementerian Pertanian Gambia Mr Falalo Touray dan Mr Mousa dan langsung dibawa menuju ruang pertemuan di ARFTC (Agriculture Rural Farmer Training Centre) untuk melakukan seremoni penutupan program pelatihan training program ‘A Model of Integrated Faming System on Garden Intensification’ yang dilakukan oleh Tim Pertanian Indonesia. Dalam kesempatan itu Mr Falalo Touray mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas bantuan yang diberikan, dan berharap program ini dapat dilanjutkan kembali. Karena bagi mereka khususnya masyarakat Jenoi khususnya kedatangan Tim Ahli Pertanian Indonesia bagaikan sebuah anugerah yang sangat dinantikan. Dalam acara penutupan tersebut Mr. Kebba Marong, Kepala Suku masyarakat Jenoi menyampaikan bahwa kedatangan tim pertanian Indonesia bagaikan sebuah rahmat yang besar bagi masyarakat Jenoi, ia berseru: “It’s a blessing…” karena mereka menganggap bahwa Indonesia adalah salah satu raksasa dunia di bidang pertanian. Acara tersebut juga ditandai dengan pemberian sertifikat kepada Tim Ahli Pertanian Indonesia dan kepada beberapa pihak terkait di Gambia yang telah membantu/mengikuti pelatihan yang disampaikan Tim Ahli. Hal yang paling membahagiakan bagi masyarakat Gambia adalah ,Tim Ahli Pertanian Indonesia memberikan pelatihan yang sangat berbeda dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah memberikan pelatihan di Gambia. Bahkan beberapa Negara asing seperti Amerika dan beberapa Negara Eropa memberikan catatan bahwa Tim Indonesia adalah Tim yang brilian. Yang diajarkan oleh Tim Pertanian Indonesia adalah menggunakan metode low cost dan efisien. Hal ini dilakukan karena melihat kehidupan sosial masyarakat setempat. Sedangkan negara-negara barat lebih mengadalkan kepada mesin dan pupuk kimia. Dalam kunjungan pamitan ke kantor Deputy Minister Kementerian Pertanian tanggal 22 November 2011, Mr. Yaya Sireh Jallow menyampaikan apresiasi kepada Tim Ahli atas hasil kerja yang baik dalam melaksanakan pelatihan pertanian guna meningkatkan food security dan pertumbuhan ekonomi di Gambia. Yang bersangkutan juga menyampaikan kekagumannya atas Garden Intensification di ARFTC Jenoi terutama penjelasan mengenai teknologi tepat guna yang dapat diterapkan masyarakat petani Gambia. Dalam kesempatan tersebut pemerintah Gambia memberikan penghargaan khusus kepada Bambang,Abas dan Yudi atas jasa mereka. Bahkan yang paling mengharukan Direktur Pertanian Gambia Mr Falalo mengeluarkan air mata dan memeluk tim pertanian karena merasa Indonesia sudah sangat memberikan sesuatu yang sangat bernilai bagi pertanian mereka. Tak lupa diakhir pembicaraan Sekretaris Pertama Ekonomi KBRI Dakar menyampaikan terima kasih atas semua apresiasi yang diberikan dan menyatakan bahwa Indonesia Loves Gambia. Dan akhirnya Tim Pertanian Indonesia dengan senyum bahagia kembali ke Indonesia melalui Dakar, Senegal pada tanggal 25 November 2011 dan tiba di Jakarta pada tanggal 26 November 2011. KBRI DAKAR, 27 November 2011