Produk Indonesia Menggoyang Pasar Afrika Barat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Seiring dengan tujuan Pemerintah Republik Indonesia yang mencoba untuk merubah penetrasi pasar produksi Indonesia yang sebelumnya dari dunia barat menuju benua Afrika. Pada tanggal 1-12 Desember 2011, KBRI Dakar telah berpartisipasi dalam pameran dagang FIDAK ke-20 (Foire Internationale de Dakar) yang diselenggarakan di Centre International Du Commerce Exterieurdu Senegal (CICES) di Dakar, Senegal. FIDAK ke-20 dibuka pada tanggal 1 Desember 2011 oleh Perdana Menteri Senegal, Souleymane N’Dené N’Diaye, dan dihadiri oleh tamu undangan termasuk pejabat Kementerian terkait di Senegal, organisasi internasional, maupun wakil dari Perwakilan Asing di Senegal, dan KBRI Dakar diwakili oleh Royyen Wanimbo, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI). Delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain dari Direktorat Afrika Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, PT. Perum Peruri dan yang bertindak selaku penanggung jawab stand khusus KBRI adalah Elbanita L. Ruru, Sekretaris Pertama Ekonomi KBRI Dakar. Sebagai gambaran FIDAK merupakan event promosi perdagangan tiap tahun yang diadakan oleh Pemerintah Senegal yang menampilkan banyak produk dari berbagai negara. FIDAK ke-20 tahun ini diikuti oleh beberapa wakil resmi dari beberapa Negara yakni: Aljazair, Benin, Burkina Faso, Mesir, Gabon, Guinee Bissau, India, Indonesia, Iran, Italia, Mali, Niger, Nigeria, Senegal dan Syria. Sedangkan beberapa partisipan lainnya tidak secara resmi mewakili negaranya antara lain: Afrika Selatan, Austria, Jerman, RRT, Pantai Gading, Korea Selatan, Guinea, Uni Emirats Arab, Spanyol, Amerika Serikat, Perancis, Gambia, Madagaskar, Maroko, Mauritania, Inggris, Thailand, Tunisia, Pakistan, dan Turki. Untuk kawasan Afrika barat, pameran FIDAK merupakan ajang pameran komersial yang terbesar, oleh karena itu Indonesia melalui KBRI Dakar merasa perlu untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Selama FIDAK berlangsung jumlah pengunjung yang hadir sungguh luar biasa. Khusus stand Indonesia yang kali ini menampilkan beragam produk mulai dari bahan bangunan (semen dan cat) , bumbu makanan, kopi, teh; permen, batik, dll mendapat perhatian khusus dari para pengunjung pameran. Kurang lebih tercatat lebih dari 2000 pengunjung yang mengunjungi stand Indonesia dan sekitar 200 orang yang mengisi buku tamu untuk mengadakan one on one meeting/konsultasi dengan pihak KBRI Dakar guna menindaklanjuti rencana perdagangan Indonesia dan Senegal. Kabar yang menggembirakan pada FIDAK kali ini PT Perum PERURI ikut langsung berpartisipasi dibawah pimpinan Pupung Burhanuddin. Yang lebih menggembirakan Pihak Bank Sentral Afrika Barat mengundang PT Perum PERURI untuk hadir di kantor mereka di Dakar untuk mempresentasikan hasil produksinya. Ini merupakan sebuah langkah yang cukup baik karena Direktur Bank sentral Afrika Barat yang mengundang PT.Perum PERURI untuk presentasi di kantor mereka. Perlu dipertimbangkan agar Indonesia rutin mengikuti Pameran FIDAK. Pameran ini dapat dijadikan ajang sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan pasar non tradisional khususnya di Afrika Barat, sehingga perlu didukung kehadiran perusahaan-perusahaan Indonesia terutama untuk produk-produk yang memiliki pangsa pasar di kawasan Afrika Barat. Dakar, Desember 2011