Dubes Andradjati bertemu dengan Pimpinan Institut Supérieur de Management (ISM) di Dakar

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 1 Februari 2012, Dubes Andradjati didampingi oleh Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Rheinhard Sinaga, telah melakukan pertemuan perkenalan dengan pihak pimpinan Institut Supérieur de Management (ISM), yakni Amadou Diaw, Président Groupe ISM, Souleymane Sylla, Directeur Général, Abdoulaye Diane, Ph.D, Director African-Asian Center. ISMadalah lembaga pendidikan manajemen yang telah bekerjasama dengan KBRI Dakar sejak tahun 2008 dalam memfasilitasi pengajaran Bahasa Indonesia kepada para mahasiswa yang belajar di lembaga tersebut; Dubes Andradjati menyampaikan terima kasih atas kerjasama baik yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan kelas Bahasa Indonesia di ISM dan kegiatan-kegiatan lain selama ini. ISM telah menyediakan kelas bahasa Indonesia sejak tahun 2008 yang pengajarnya adalah staf KBRI Dakar dan cukup menarik minat para mahasiswa ISM. Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah bahasa asing dari Asia pertama di ISM dan saat ini sudah menjadi satu mata kuliah pilihan setiap semester bagi mahasiswa yang berminat. Model kelas ini kemudian menjadi inspirasi dan dilakukan oleh China dan Korea Selatan. Institut Supérieur de Management merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta terbesar dan pertama di bidang business management di Senegal. ISM memiliki 3000 (tiga ribu) mahasiswa yang tersebar di kampus-kampus ISM di Dakar dan 5 (lima) kota lainnya di Senegal. Bidang studi yang diajarkan adalah, business law, business administration, dan economics mulai dari strata-1 sampai dengan strata-3 dan termasuk program International MBA. Para pengajar telah rata-rata memiliki standar pendidikan strata-3. Tercatat sebagai professeurs honoraires di antaranya adalah Dr. Abdoulaye Wade, Presiden Senegal, dan Sydia Toure, mantan Perdana Menteri Guinea. Dubes Andradjati juga meminta agar pengajaran Bahasa Indonesia di ISM terus dilanjutkan. Dalam kesempatan yang sama juga dibicarakan rencana peningkatan kerja sama yang dapat dilakukan terkait bidang promosi kebudayaan, pendidikan, dan peluang bisnis serta keinginan KBRI Dakar untuk membentuk suatu lembaga persahabatan Indonesia-Senegal yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, pemimpin agama, akademisi, wartawan, pelaku budaya dan seni, alumni universitas di Indonesia, dan berbagai pihak terkait. Lembaga persahabatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat Senegal untuk secara rutin bertemu dan membicarakan banyak hal terkait pengembangan kerjasama kedua negara.