Bantuan Pertanian RI untuk Gambia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 11 September 2011 Pemerintah RI mengirimkan 3 (tiga) orang Tim tenaga ahli Pertanian ke Gambia dalam rangka program Revitalisasi ARFTC (Agriculture Rural Farmer Training Centre) di Jenoi, Gambia, yang terdiri dari: 1) Sdr. Ir.Bambang Edy Santoso, MP, Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Jawa Timur 2) Sdr. Ir. Abas Saripudin, MP, Penyuluh pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Garut, Jawa Barat 3) Sdr. Yudi Kurniawan, Ketua VII Kontak Tani Nelayan Andalan Jawa Timur Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Luar Negeri RI dan akan dilaksanakan selama 75 (tujuh puluh lima) hari yakni tanggal 11 September s.d 23 November 2011. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan masyarakat Gambia terutama di bidang pertanian dan peningkatan produksi pangan nasional Gambia. Program pelatihan yang akan diberikan antara lain: Pembentukan Kelompok Tani, Kegiatan budidaya dan bimbingan kepada petani, teknologi pengolahan tanah/persiapan lahan, teknologi pembuatan pupuk bokashi/pupuk organik, teknologi budidaya ternak rumen, pakan perkandangan dan pemanfaatan limbah, budidaya tanaman padi, budidaya tanaman palawijaya, tanaman holtikultura dan pengholahan hasil pertanian dan peternakan sederhana. Sebelum ke Gambia, Tim tersebut transit di Dakar, Senegal. Dalam kesempatan tersebut Tim bertemu dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Dakar, Mr Royyen Wanimbo, dan diberikan berbagai arahan tentang kondisi dan gambaran umum di Gambia. Dalam pertemuan tersebut KUAI KBRI Dakar menyampaikan bahwa kehadiran tenaga ahli pertanian dalam revitalisasi ARFTC sangat dinantikan di Gambia dan menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Gambia. Diharapkan para tenaga ahli dapat memberikan pelatihan sesuai dengan salah satu ciri soft power diplomacy Indonesia dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan dan NAASP, terutama untuk isu Ketahanan Pangan serta meningkatkan kerjasama Indonesia-Gambia. KUAI juga menyampaikan apresisasi serta berharap agar Tim dapat melakukan pendekatan dengan masyarakat dan memberikan ilmunya kepada masyarakat Gambia. Pada tanggal 14 September 2011, Tim didampingi Elbanita Ruru, Sekretaris Pertama Ekonomi KBRI Dakar berangkat menuju Banjul, ibukota Gambia. Setibanya di Gambia, Tim disambut oleh staf Protokol Kemlu dan Kementerian Pertanian Gambia. Setiba di Banjul Tim Pertanian Indonesia langsung melakukan pertemuan dengan Mr. Sait Drammeh, Dirjen Department of Agriculture, Kementerian Pertanian Gambia. Dalam pertemuan tersebut Mr. Sait Drammeh, menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada tim ahli pertanian Indonesia, dan diharapkan tim ini dapat mewujudkan keinginan pemerintah Gambia dalam meningkatkan produksi pertanian mereka, khususnya produksi Padi. Saat ini Pemerintah Gambia sedang mencanangkan jenis padi NERICA (New Rice Africa). Pada tanggal 15 September 2011, Tim melaksanakan courtesy call ke Mr. Baboucarr Njie, Sekjen Kementerian Pertanian Gambia. Dalam pertemuan tersebut Mr. Baboucarr Njie menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada Tim. Diharapkan Tim dapat mengembangkan program-program di ARFTC sehingga pelatihan dapat dipraktekkan dengan mengadopsi modernisasi pertanian guna meningkatkan food security dan pertumbuhan ekonomi. Tanggal 17 September 2011, Tim tenaga ahli pertanian/peternakan dan petani Indonesia mulai berdomisili di salah satu rumah tinggal di kawasan ARFTC, di Jenoi sekitar 250 km dari Banjul. Berdasarkan program yang disampaikan Mr. Falalo M. Touray, Direktur regional Lower River Region Jenoi, dalam beberapa hari Tim direncanakan melakukan courtessy call ke Gubernur Jenoi dan beberapa perangkat PEMDA setempat setelah itu akan mulai aktif melaksanakan pelatihan pada tanggal 21 September 2011. Tim tenaga ahli pertanian/peternakan dan petani Indonesia sangat di apresiasi dan di sambut baik oleh Pemerintah Gambia. Diharapkan dengan pelatihan yang diberikan dapat membantu program pemerintah Gambia terutama dalam meningkatkan produktivitas pangan maupun ketahanan pangan di Gambia.