Penyelenggaraan International Conference on Question of Jerussalem di Dakar, 3-4 Mei 2016

5/4/2016

Pada tanggal 3-4 Mei 2016 telah diselenggarakan International Conference on Question of Jerussalem di Dakar, Senegal, yang dihadiri oleh negara-negara anggota dan negara-negara peninjau PBB, organisasi regional dan internasional, dan elemen-elemen masyarakat madani yang berbasis di Jerussalem. Dalam Konferensi tersebut Delegasi Indonesia diwakili oleh Dubes/Dewatapri New York, Dubes RI Dakar dan Pelaksana Fungsi Politik KBRI Dakar. Konferensi tersebut bertujuan untuk membahas situasi terkini di Jerussalem Timur dan prospek penyelesaian masalah Jerussalem dalam konteks perdamaian Palestina-Israel dari berbagai aspek seperti aspek sosial, ekonomi dan pembangunan.

Konferensi diawali dengan Opening Session, yaitu statement dari Menteri Luar Negeri Senegal (Mankeur Ndiaye), Menteri Luar Negeri Palestina (Riad Malki) dan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afrika Barat dan Sahel (Mohamed Ibn Chambas), yang intinya menyampaikan 2 (dua) hal  pokok, sebagai berikut:

Masalah Jerussalem merupakan salah satu isu sentral dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel; dan KTT OKI Luar Biasa yang diselenggarakan di Jakarta pada bulan Maret 2016 merupakan tonggak penting yang dijadikan rujukan untuk penyelesaian konflik Palestina-Israel dan penekanan pada pentingnya dukungan dari seluruh pihak terhadap Peace Conference di Paris yang akan diselenggarakan pada akhir bulan Mei 2016.

Dalam Konferensi tersebut, Delegasi Indonesia menyampaikan pokok-pokok pikiran sebagai berikut:

  1. Perlunya memperkuat dan memperluas jejaring masyarakat madani untuk mendukung proses perdamaian;
  2. Memperkuat dukungan regional melalui peran negara-negara kunci di setiap kawasan untuk pengakuan negara Palestina;
  3. Mengembangkan dialog inter-faith dan inter-religious yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari kedua pihak sebagai basis bersama untuk penyelesaian konflik secara komprehensif dan menekankan bahwa pendekatan inter-faith merupakan salah satu aspek penting dalam penyelesaian isu Jerussalem;
  4. Menghindari fragmentasi dan perlunya connecting the dots atas berbagai inisiatif, mengedepankan pendekatan building blocks, serta mengembangkan sinergi;
  5. Perlunya memperkuat bantuan capacity building bagi pemerintah Palestina; dan
  6. Mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan mandatnya berdasarkan Piagam PBB, serta perlunya semua pihak mendukung berbagai inisiatif yang muncul yang berpotensi menyumbang bagi penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Dalam Konferensi tersebut, Menteri Luar Negeri Palestina memberikan medali penghargaan kepada Menteri Luar Negeri Senegal dan kepada 10 (sepuluh) warga Senegal yang telah menjadi Ketua Komite Palestina PBB. Sebelumnya, Presiden Senegal, Macky Sall, juga telah mendapatkan penghargaan tertinggi di Negara Palestina dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Senegal dipandang sebagai negara yang sangat aktif untuk mendukung perjuangan Palestina walaupun Senegal telah mengakui dan memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu, pemberian penghargaan tersebut merupakan suatu upaya untuk mendorong peran negara kunci di kawasan Afrika dan menggalang dukungan kawasan bagi perjuangan rakyat Palestina.

Press Release Conference on the Question of Jerussalem di Dakar.pdf