KBRI Dakar Berhasil Pulangkan Dua ABK WNI Bermasalah

5/10/2016

Pada tanggal 10 Mei 2016, KBRI Dakar berhasil memulangkan 2 Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang sempat mengalami permasalahan di Dakar, Senegal. Kedua ABK WNI tersebut bernama Dedi Ristiawan dan Sukendi, yang bekerja untuk Kapal Ikan New Bai 168 (berbendera Taiwan), tidak mendapat pembayaran gaji selama 8 (delapan) bulan sejak tahun 2015. Kontrak kedua ABK WNI tersebut seharusnya berakhir pada tanggal 31 Maret 2016 namun baru dapat dipulangkan oleh perusahaan pada tanggal 10 Mei 2016 karena harus menunggu proses pembayaran keterlambatan gaji.

Keterlambatan pembayaran gaji tersebut disebabkan perusahaan perikanan Taiwan yang mempekerjakan kedua ABK WNI tersebut bangkrut, dan mengharuskan perusahaan tersebut menjual sejumlah kapal-kapal ikan milik perusahaan termasuk kapal dimana kedua ABK WNI tersebut bekerja. Kapal tersebut pun berganti nama yang sebelumnya Tai Yuan menjadi New Bai 168.

KBRI Dakar dalam hal ini senantiasa terus memantau dan membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi kedua ABK WNI tersebut, melalui pendekatan, penekanan dan koordinasi dengan agen Senegal, Taiwan, serta dengan perusahaan pengirim di Indonesia. KBRI Dakar juga secara terus menerus memantau kondisi kedua ABK WNI tersebut dan memberikan bantuan logistik. Upaya-upaya yang telah dilakukan KBRI tersebut berbuah hasil dengan membuat perusahaan melaksanakan kewajibannya dengan membayar keterlambatan gaji kedua ABK WNI tersebut dan memproses pemulangan mereka.

Kedua ABK WNI tersebut menyatakan rasa terima kasihnya kepada KBRI Dakar yang telah membantu menyelesaikan permasalahannya sehingga dapat dipulangkan dengan gaji dibayarkan. Salah satu ABK WNI tersebut, Dedi Ristiawan, menyatakan bahwa apabila mereka tidak mendapat bantuan KBRI Dakar, permasalahan yang mereka hadapi mungkin masih berlanjut dan belum dapat dipulangkan atau pun menerima gaji. Kedua ABK WNI tersebut dipulangkan pada tanggal 10 Mei 2016 dengan menggunakan maskapai Emirates.

Selain kedua ABK WNI tersebut, saat ini masih terdapat 5 (lima) ABK WNI, yang bekerja pada perusahaan yang sama, belum mendapat pembayaran gaji selama 8 (delapan) bulan. Namun, kelima ABK WNI tersebut belum dapat dipulangkan karena kontrak mereka baru akan habis dalam 6 (enam) bulan ke depan. KBRI Dakar terus memantau dan mendesak pihak perusahaan agar segera membayar keterlambatan gaji kelima ABK WNI tersebut.

Press Release Pemulangan Dua ABK WNI Bermasalah.pdf