Forum Business Meeting Tingkatkan Minat Kerja Sama Pengusaha Senegal dengan Indonesia

7/14/2016

Pada tanggal 14 Juli  2016, KBRI Dakar menyelenggarakan Business Meeting dengan para pengusaha Senegal di Hotel Teroubbi, Dakar dalam rangka mempromosikan berbagai produk unggulan dan industri strategis Indonesia, serta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 di Jakarta, 12-16 Oktober 2016. Business Meeting tersebut dihadiri para pengusaha Senegal yang berpotensi dan telah melakukan bisnis dengan Indonesia sebelumnya, antara lain Ndeye Seye, Sekjen Kadin Nasional Senegal; Aly Mboub, Sekjen Kadin Dakar; Washim Obalah, CEO Poultrade (distributor Indomie di Senegal); Gaelle Rispal, CEO Libellule (toko dan showroom khusus menjual produk kayu dan handicraft Indonesia). Selain itu, Business Meeting juga dihadiri oleh para pengusaha Senegal di wilayah Thies yang telah berkunjung ke TEI sebelumnya.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Senegal, terutama di bidang ekonomi telah berjalan baik sejak namun dari sisi perdagangan, hubungan kedua negara masih dinilai sangat rendah, yakni hanya berkisar USD. 89,37 juta pada tahun 2015. Duta Besar RI juga memaparkan kondisi terkini perekonomian Indonesia, dan mempromosikan berbagai produk unggulan serta industri strategis Indonesia yang telah berkembang pesat dan berorientasi pada ekspor seperti kelapa sawit, kakao, karet, cinnamon dan tekstil.

Dari pertemuan tersebut terlihat bahwa para peserta sangat tertarik untuk mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia, namun mereka memerlukan informasi yang bersifat teknis, antara lain harga produk, jenis produk dan turunannya, jasa transportasi kontainer ke Senegal, mekanisme pembayaran dan situasi perbankan syariah di Indonesia. Selain itu, terdapat peserta yang meminta informasi lengkap mengenai perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang kelapa sawit dan turunannya seperti sabun dan komestik, serta produk kayu triplek dan alumunium.

Bahkan, Gora Seck, CEO Senhuile (perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dan pertambangan), akan melalukan perjalanan ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menjajaki kerja sama dengan pengusaha Indonesia, khususnya di bidang mesin/peralatan perontok/pengupas padi menjadi beras dan mesin untuk pengupas kacang tanah.

Disamping itu, Perusahaan Poultrade berminat mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia untuk produk soap noodles(bahan baku sabun) dan berencana untuk mengimpor soap noodles tersebut sebanyak 300-500 ton per bulan dari Indonesia.

Para peserta memberikan apresiasi terhadap kegiatan business meeting yang menambah wawasan mereka mengenai potensi ekonomi Indonesia dan produk-produk unggulan lainnnya. Para peserta menganggap Indonesia merupakan mitra penting Senegal, terutama untuk kerja sama ekonomi karena mereka memandang Indonesia sebagai salah satu negaraemerging economy dan memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Para pengusaha yang hadir dalam acara tersebut sebagian besar telah sejak lama melakukan aktivitas bisnis dengan pengusaha Indonesia untuk komoditi seperti kayu dan handicraft, makanan/minuman dan sabun.

Business Meeting ini merupakan upaya Dubes RI Dakar untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara yang berfokus pada action oriented. Melalui pertemuan ni diharapkan dapat lebih menstimulus dan memperkenalkan lebih luas potensi Indonesia kepada pengusaha Senegal, maupun sebaliknya, potensi Senegal yang dapat dimanfaatkan Indonesia.

Dubes RI menambahkan kebijakan bebas visa kunjungan kepada warga negara Senegal disambut secara antusias oleh para pengusaha Senegal dan besar kemungkinannya partisipasi pengusaha Senegal pada TEI ke-31 mendatang akan bertambah banyak.

Press Release Forum Business Meeting.pdf