Pertemuan Dengan Ketua Kadin Senegal dan Thies, Dubes RI Dakar Promosikan Potensi Ekonomi Indonesia Dan TEI 2016

6/3/2016

Pada tanggal 2-3 Juni 2016, Duta Besar RI Dakar, Bapak Mansyur Pangeran, melakukan pertemuan dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Senegal, Mr. Serign Mboup, dan Ketua KADIN untuk Region Thies, Mr. Modou Diop, dalam rangka mempromosikan potensi ekonomi Indonesia serta menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor demi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia-Senegal. Dubes RI juga memanfaatkan pertemuan dimaksud untuk mempromosikan kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016.

Dalam pertemuan dengan Ketua KADIN Senegal, Dubes RI menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia. Indonesia juga merupakan negara produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia, serta salah satu negara produsen kakao dan karet terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki berbagai industri manufaktur yang mempunyai standar kualitas ekspor yang kompetitif dan beberapa industri strategis yang sedang berkembang pesat dan berorientasi pada ekspor, antara lain PT. Dirgantara Indonesia, PT. Pindad, PT. PAL dan PT. INKA.

Ketua KADIN Senegal yang mengkoordinir 14 KADIN Daerah di seluruh provinsi di Senegal dalam tanggapannya menyampaikan bahwa sebagian besar pengusaha Senegal telah mengetahui potensi ekonomi Indonesia yang besar namun menurut Ketua KADIN Senegal jarak yang cukup jauh yang memisahkan kedua negara menjadi salah satu tantangan bagi Senegal dalam melakukan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Namun demikian, pihaknya akan tetap bekerja sama dengan KBRI Dakar dalam mempromosikan berbagai potensi dan produk komoditi Indonesia dimaksud di Senegal. Ketua KADIN juga menjanjikan kepada Dubes RI akan menggalang para pengusaha Senegal untuk hadir pada TEI 2016 di Jakarta.

Ketua KADIN Senegal merupakan salah satu pengusaha Senegal yang telah melakukan kerja sama dengan perusahaan Indonesia dan mengimpor produk deterjen dan sabun "So Klin" sejak 1994. Menurut Beliau, produk "So Klin" sangat digemari di Senegal dan perusahaannya mengimpor sekitar 6-7 kontainer 40 feet setiap bulannya. Selain produk deterjen, perusahaannya juga mengimpor peralatan mesin pembungkus deterjen dan sabun dari Indonesia.

Setelah melakukan pertemuan dengan Ketua KADIN Senegal, Dubes RI juga melakukan pertemuan dengan Ketua KADIN Thies (Provinsi terbesar ke-2 setelah Dakar). Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI juga menyampaikan berbagai potensi ekonomi Indonesia dan mengajak kepada para pengusaha di kota Thies dan wilayah sekitarnya untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia.

Ketua KADIN Thies, Mr. Modou Diop, dalam tanggapannya menyampaikan harapannya kepada Dubes RI agar para pengusaha Indonesia dapat melakukan investasi ke Senegal untuk mengembangkan kota Thies dan wilayah sekitarnya, khususnya di bidang pertambangan terutama phosphate. Ketua KADIN Thies juga mengatakan akan terus bekerja sama dan mendukung KBRI dalam mempromosikan produk Indonesia di Senegal, khususnya di Thies dan wilayah sekitarnya.

Sejak tahun 2013 KADIN Region Thies aktif berkolaborasi dengan KBRI dalam rangka mengenalkan produk-produk Indonesia sekaligus mempromosikan event Trade Expo Indonesia pada berbagai pameran perdagangan yang diselenggarakan di Thies.

Selain Thies, Dubes RI akan gencar melakukan kegiatan promosi ke provinsi-provinsi lainnya di Senegal untuk menggenjot nilai perdagangan Indonesia-Senegal yang baru mencapai USD 80 juta pada tahun 2015. Dubes RI memilih Kota Thies sebagai titik awal roadshow karena sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua KADIN Thies bahwa Provinsi Thies merupakan pintu masuk jalur darat ke ibu kota Dakar yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, industri dan pertambangan. Wilayah Thies juga merupakan salah satu zona industri yang sedang tumbuh pesat. Mr. Modou Diop adalah seorang pengusaha importir kendaraan dan peralatan elektronik.

Press Release Pertemuan Dengan Ketua Kadin Senegal dan Thies.pdf