- Denmark Melihat Indonesia sebagai Potensi Pasar yang Besar

​Duta (Special Envoy) Indonesia untuk Trade dan Investment, Sony Subrata didampingi  Nina Langitan telah melakukan kunjungan ke Denmark dalam rangka mendapatkan informasi langsung dari para perusahaan Denmark yang sudah dan akan investasi di Indonesia tentang isu atau perkembangan bisnisnya di Indonesia. KBRI Kopenhagen telah mendukung kunjungan tersebut dengan mengundang perusahaan besar dan menengah Denmark yang terkait dengan Indonesia berkoordinasi dengan Asia House di Denmark, pelaksanaan kegiatan berupa Bisnis Luncheon di KBRI Kopenhagen pada tanggal 1 Juni 2016. Business Luncheon  ini dibuka oleh Duta Besar RI di Kopenhagen, Muhammad Ibnu Said  yang dalam sambutannya  menyampaikan harapan agar pelaku usaha Denmark dapat memanfaatkan kedatangan Special Envoy Bapak Sony Subrata sebagai Troubleshooter dalam berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 10 perusahaan besar dan menengah di Denmark dari berbagai sektor seperti Sepatu, Infrastruktur, Pupuk, Energi, Obat-obatan, Logistics dan Restaurant. KBRI Kopenhagen  juga menampilkan produk-produk makanan dan kerajinan  dari UKM Indonesia serta menyajikan makan siang dengan menu khas Indonesia yang terkenal seperti rendang, somay, tahu telor, ikan dabu-dabu, ayam goreng, dan lain-lain.

Tujuan dari business luncheon ini untuk lebih mendorong investasi dan perdagangan negara-negara Eropa dengan Indonesia, khususnya Denmark dengan nilai investasinya di Indonesia yang masih kecil sekitar 8,7  Juta Dolar (2011-2015). Kehadiran Duta Perdagangan dan Investasi ini diharapkan dapat menyelesaikan isu-isu yang dapat menjadi hambatan bagi perusahaan Denmark yang telah dan akan investasi di Indonesia, sehingga akan lebih meningkatkan investasi Denmark dengan Indonesia. Pada sesi paparan dan diskusi, Bapak Sony Subrata menekankan kembali tentang peran dan beberapa success story yang sudah diselesaikan oleh tim Presiden secara langsung dan tidak langsung. Setelah pemaparan, langsung diadakan sesi diskusi secara langsung dan one-on-one meeting di ruangan terpisah.

Terdapat antusiasme yang cukup tinggi dari para pelaku usaha yang umumnya masih mencari counterpart untuk usaha mereka. Mr. Ulrik Andreas Federspiel, Vice President Topsoe pada sesi diskusi juga menyampaikan bahwa Topsoe telah bertemu dengan pihak yang terkait dengan bisnisnya di Indonesia seperti Pertamina, namun sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Pertamina.

Pada sesi one one meeting, ada 2 (dua) perusahaan Denmark yaitu Ramboll dan Odense Maritime Technology langsung diskusi dengan Sony Subrata terkait dengan ketidakjelasan informasi dari lembaga terkait atas rencana pelaksanaan tender beberapa proyek pemerintah.  Ketidakjelasan dan ketidakpastian atas pelaksanaan tender dan partner kerja di Indonesia merupakan isu-isu umum yang dikonfirmasi oleh beberapa perusahaan Denmark saat business luncheon.

Pada kesempatan itu, pemilik restoran Indonesia Dini's di Odense, Denmark Ibu Dini juga mengemukakan secara langsung ke Bapak Sony Subrata tentang beberapa rencana terkait pengembangan perdagangan produk Indonesia dan Brand Indonesia  di Denmark. Hal ini menjadi perhatian beliau, karena peran Badan Ekonomi Kreatif Indonesia salah satunya untuk mendukung secara finansial dan produk untuk kegiatan yang terkait dengan ekonomi kreatif salah satunya Kuliner dan Design.​