Diplomasi Kuliner dan Budaya Indonesia melalui Asian Culture Festival di Denmark

Asian Culture Festival (ACF) dimulai di Aalborg pada tahun 2013. Asian Festival Budaya di Aalborg mendapat sekitar 3.000 pengunjung pada tahun 2013, lebih dari 14.000 pengunjung di tahun 2014 dan sekitar 19.000 pengunjung di tahun 2015. Festival selama tiga tahun terakhir menarik lebih dari 7 negara Asia dan 100 relawan. Keuntungan dari hasil penyelenggaraan Festival ini akan digunakan untuk mendukung orang miskin, ibu tunggal di Asia, anak-anak mereka dan anak-anak jalanan untuk pendidikan dan/atau jalur untuk kemandirian.

Berdasarkan hasil penyelenggaraan dari tahun 2013 sampai tahun 2015, terlihat peningkatan, sehingga pada tahun 2016, Indonesia baru berpartisipasi pada Asian Culture Festival (ACF) yang diselenggarakan di 4 (empat) kota besar di Denmark yaitu di :

a.    Havneparken, Kopenhagen, 3-4 Juni 2016 

b.    Bispetorvet , Aarhus, 10-11 Juni 2016

c.    Gammeltorv, Aalborg, 17-18 Juni 2016

d.    Brandts Klædefabrik, Odense, 24-25 Juni 2016

Waktu penyelenggaraan Festival, untuk hari pertama jam 12.00-20.00, lalu hari kedua jam 10.00-20.00.

Tujuan keikusertaan Indonesia pada festival ini untuk melakukan Diplomasi Kuliner dan Diplomasi Budaya yaitu dengan menampilkan makanan Indonesia seperti Rendang, Sate Ayam, Bakso, dan makanan ringan seperti lemper, pisang goreng, kue lupis, dan lain-lain. Produk yang ditampilkan juga ada beberapa kerajinan tas yang terbuat dari daun eceng gondok. Semua produk merupakan produk yang dapat dijual langsung. Selain itu, Indonesia juga menampilkan beberapa tarian tradisional Indonesia. Kedua hal ini yang menjadi konsep partisipasi KBRI Kopenhagen dalam Festival di 4 (empat) kota ini.

Dukungan KBRI adalah dengan menyediakan stand dan akomodasi untuk para pengisi acara kesenian Indonesia. Stand sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia yang ingin menjual makanan Indonesia.

Duta Besar RI Bapak Ibnu Said juga memaksimalkan partisipasi Indonesia pada festival ini dengan melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di masing-masing kota terselenggaranya Festival tersebut. Dalam suasana Ramadhan ini, pertemuan yang dilakukan dalam bentuk diskusi terbuka yang diakhiri dengan buka bersama.

Pada saat di Kopenhagen yang dilaksanakan tanggal 3-4 Juni 2016, Indonesia menampilkan seni tari dan produk-produk makanan serta sedikit produk kerajinan di 3 (tiga) stand. Kelompok masyarakat yang berpartisipasi dalam stand Indonesia yaitu DWP dan Danif (Kelompok masyarakat Indonesia-Denmark). Sedangkan, di Aarhus pada tanggal 10-11 Juni 2016, Indonesia menampilkan 2 (dua) stand, KBRI berdampingan dengan stand Restoran Indonesia yaitu Dini’s serta produk Kacang Mete yaitu Kragh.

Terlihat antusiasme dari pengunjung festival terhadap tarian kebudayaan yang ditampilkan serta makanan Indonesia yang dijual dalam Stand Indonesia cukup banyak terjual. Namun, untuk produk makanan ringan seperti Kacang mete dari Kragh kurang diminati.

Pada Asian Culture Festival di Aarhus, terdapat 1 (satu) stand yang dimiliki oleh orang Denmark yaitu TheaMelgaard.dk yang menjual khusus kerajinan dan pernak pernik perhiasan dari Bali, Indonesia yang terbuat dari Gading seperti anting, kalung, gelang, serta produk kerajinan seperti Mangkok dari Batok Kelapa dan keset dari kain perca. Importir ini menjual melalui Webshop, bisnisnya sudah berjalan sekitar 5 tahun dengan impor langsung dan hanya dari Bali, Indonesia dengan pengiriman barang melalui paket pos tidak melalui Kontainer. Hal ini terlihat potensi untuk produk kerajinan dan perhiasan dari Indonesia terutama Bali diminati oleh orang Denmark. Info produk Indonesia diketahui ketika mereka melakukan liburan ke Indonesia, dilanjutkan dengan pembelian produk untuk dijual secara online di wilayah Denmark.​