Wakil Menlu RI: Adalah Penting bagi Negara di Asia Tingkatkan Kerjasama Konkrit dan Berkesinambungan untuk Hadapi Krisis Ekonomi Global

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

"Negara-negara di Asia perlu meningkatkan kerjasama yang konkrit dan berkesinambungan dalam rangka menghadapi krisis ekonomi global. Penetapan forum KTT G20 sebagai forum utama kerjasama ekonomi perlu dimanfaatkan oleh negara Asia, khususnya dalam pembahasan reformasi pada tata kelola sistem ekonomi global dan kepemerintahan institusi keuangan internasional." Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menlu RI, Triyono Wibowo, dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Asia Cooperation Dialogue (ACD) ke-8 di Colombo pada 15 Oktober 2009.
 
Wamenlu menambahkan bahwa dalam kaitan itu, selain menyesuaikan proyek dan kegiatan ACD agar sejalan Komitmen dalam KTT G20, diusulkan agar ACD melakukan pertemuan konsultasi sebelum penyelenggaraan KTT G20 mendatang.
 
Pertemuan ACD ke-8 mengusung tema "Spirit of Asia: Global Economic Recovery and Development Prospects". Pertemuan ini dibuka oleh Presiden Srilanka Mahinda Rajapaksa dan dihadiri oleh 18 pejabat tingkat menteri dan menghasilkan Deklarasi Colombo. PTM ACD ke-8 didahului dengan pertemuan Prime & Co-Prime Movers (tingkat SOM) pada tanggal 14 Oktober 2009. Delegasi RI pada pertemuan tingkat SOM dipimpin oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Hamzah Thayeb.
 
Kerjasama Asia Cooperation Dialogue (ACD) diinisiasi oleh Perdana Menteri Thailand, Dr. Thaksin Sinawatra pada 2002 dan Pertemuan Tingkat Menteri pertama kali diselenggarakan di Cha Am, Thailand. Saat ini ACD beranggotakan 31 negara, yaitu Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, China, India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Qatar, Singapura, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, Bhutan, Russia, Kuwait, Iran, Saudi Arabia, Oman, Mongolia, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Tajikistan, Uzbekistan dan Kyrgizthan.
 
ACD merupakan pertemuan informal para Menlu negara-negara Asia dan berfungsi sebagai forum dialog dan tukar pandangan mengenai isu-isu internasional, regional dan subregional yang menjadi kepentingan bersama. Forum ini juga digunakan sebagai wahana untuk saling meningkatkan kerjasama di berbagai sektor. ACD juga diharapkan dapat menjembatani hal-hal yang belum dicakup dalam kerjasama formal yang telah ada di kawasan Asia selama ini.
 
Kerjasama ACD saat ini mencakup 20 bidang di mana masing-masing bidang memiliki prime movers dan co-prime movers. Bidang-bidang kerjasama tersebut meliputi:
 
Agriculture, Asia E-University, Asian Institute of Standards, Biotechnology, Energy Security, Environmental Education, Financial Cooperation, Human Resource Development, IT Cooperation, Poverty alleviation, Road Safety, SMEs Cooperation, Tourism Cooperation, Transport Linkages, Natural Disaster, Infrastructural Fund, E-Commerce, Science & Technology, Strengthening Legal Infrastructure, Cultural. Indonesia sendiri berperan sebagai co-prime mover bidang energi.