Stand Indonesia Turut Semarakkan “Deyata Kirula” Sri Lanka

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Deyata Kirula” adalah pameran pembangunan terbesar di Sri Lanka yang dimulai bertepatan dengan hari kemerdekaan Sri Lanka setiap tahunnya yaitu pada tanggal 4 Februari. Bagi rakyat Sri Lanka pameran kali ini memiliki arti penting karena pertama kali diadakan setelah usainya konflik akibat pemberontakan Macan Tamil di wilayah utara dan timur. Penyelenggaraan di Kandy, sebuah kota pegunungan di Sri Lanka juga merupakan hal yang pertama kali mengingat selama ini pameran serupa selalu dilaksanakan di Colombo. Sebagai bagian dari partisipasi terhadap kegiatan pemerintah setempat sekaligus mempromosikan dan memberikan edukasi mengenai Indonesia maka KBRI Colombo telah membuka stand “Indonesia” di pameran tersebut yang menampilkan informasi mengenai Indonesia termasuk penjelasan mengenai visa untuk ke Indonesia.
 
Usai acara pembukaan “Deyata Kirula” pada 4 Februari 2010 sore hari oleh Presiden Mahinda Rajapaksa, yang baru saja memenangkan Pemilu Presiden Sri Lanka, stand KBRI colombo dikunjungi oleh Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Hon. Rohitha Bogollama. Kuasa Usaha a.i. KBRI Colombo Suhardi Condrosentono mendampingi Menlu Sri Lanka dan memberikan penjelasan mengenai item yang didisplay di stand “Indonesia”. Stand “Indonesia” yang berada bersama dengan stand dari perwakilan asing lainnya di Sri Lanka dihiasi oleh sepasang wayang golek yang menampilkan Krishna dan Sri Kandi. Nama “Sri Kandi” sangat menarik bagi publik Sri Lanka mengingat acara pameran dilangsungkan di kota Kandy.
 
Masyarakat Sri Lanka banyak yang tertarik mengenai Indonesia, baik karena alam maupun budayanya apalagi mengingat Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar didunia dimana mayoritas rakyat Sri Lanka adalah penganut Buddha. Selain itu informasi mengenai alam dan hewan Indonesia yang ditayangkan di media TV juga sangat membekas dan menjadi topik pertanyaan masyarakat yang mengunjungi stand “Indonesia”.
 
Tidak sedikit juga yang membahas mengenai posisi geografis Indonesia yang sangat strategis menghubungkan benua Asia dan Australia. Namun KBRI juga menayangkan secara aktif informasi mengenai cara mendapatkan visa bagi warga negara Sri Lanka untuk masuk ke Indonesia secara legal. Hal ini untuk mencegah munculnya lagi upaya-upaya illegal trafficking yang pada akhirnya akan merugikan pelaku sendiri.
 
Seiring dengan semakin kondusifnya situasi keamanan di Sri Lanka pasca konflik politik dan Pilpres di Sri Lanka serta semakin terbukanya potensi peningkatan hubungan ekonomi dua negara, maka KBRI Colombo memanfaatkan kegiatan pameran ini untuk informasi bagi publik Sri Lanka mengenai Indonesia sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang Indonesia serta aturan hukum yang berlaku terutama menyangkut keimigrasian.
 
(Sumber: Pensosbud KBRI Colombo)