Indonesia Raya berkumandang di Male-Maladewa

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada 19 September 2010 untuk pertama kalinya setelah 20 tahun, KBRI Colombo  menyelenggarakan resepsi diplomatik untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Male', ibukota Republik Maladewa. Tak kurang dari Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed menghadiri kegiatan yagn dilaksanakan di Holiday Inn Male' tersebut. Sejumlah menteri, anggota parlemen dan komunitas diplomatik di Male' juga datang pada malam resepsi yang diselenggarakan setelah bulan puasa Ramadan.  Termasuk para WNI yang tinggal di Male’ juga meramaikan acara yang sangat istimewa tersebut.

 

Lagu "Indonesia Raya" yang dikumandangkan pada acara pembukaan resepsi diplomatik bersama dengan kibaran Merah Putih yang bersanding dengan bendera Maladewa menjadi bukti kesungguhan Indonesia dalam menjalin hubungan diplomatik dua negara.

 

Para WNI yang menghadiri resepsi ini menyambut baik acara ini. Umumnya WNI di Male' merasakan ini hal yang pertama buat mereka. Apalagi dengan hadirnya Presiden Nasheed dalam acara ini, merupakan keistimewaan tersendiri. Dede, seorang WNI yang bekerja di sebuah perusahaan penerbangan domestik Maladewa menyampaikan kegembiraannya dapat menyaksikan peringatan kemerdekaan RI di Maladewa apalagi dihadiri langsung oleh Presiden Maladewa.  Saat ini jumlah WNI di Maladewa mencapai hampir seribu orang yang umumnya bekerja di bidang pariwisata dan penunjangnya seperti transportasi dan telekomunikasi.

 

Duta Besar Djafar Husein dalam sambutannya menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia dengan tag "million friends, zero enemy" berusaha untuk selain meningkatkan persahabatan juga membawa pada peningkatan kesejahteraan dua negara. Kerjasama dan kedekatan Indonesia - Maladewa hendaknya dapat diwujudkan dalam kerjasama perdagangan, pariwisata, dan industri yang akan membawa kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat masing-masing negara.   Juga disampaikan bahwa Indonesia dan Maladewa memiliki kerjasama yang erat dalam berbagai isu global. Kepedulian Indonesia dan Maladewa terhadap perubahan iklim selama ini diwujudkan dalam berbagai fora multilateral mengenai isu tersebut.

 

Sedangkan Presiden Mohamed Nasheed menyampaikan rasa gembiranya, karena Indonesia dapat menyelenggarakan resepsi kemerdekaan di Maladewa. Menurut Presiden Nasheed, dalam sejarahnya, kemerdekaan Indonesia tahun 1945 telah menginspirasi kemerdekaan negara-negara lain, termasuk Maladewa. Kini, peran Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dalam pelaksanaan demokrasi, sehingga antara Islam dan demokrasi dapat berdampingan, merupakan hal yang diakui oleh Presiden Nasheed. Menurutnya, inisiatif Indonesia seperti "Bali Democracy Forum" merupakan hal yang penting untuk peningkatan kehidupan berdemokrasi bagi negara-negara lain. Tidak lupa, Presiden Nasheed menyampaikan penghargaannya kepada WNI yang bekerja di Maladewa dan harapannya agar WNI merasa senang dalam bekerja dan mencapai hasil yang diharapkan.

 

Sebelumnya, pada hari yang sama telah dilakukan kunjungan kehormatan Duta Besar Djafar Husein kepada Presiden Mohamed Nasheed yang berlangsung di Kantor Kepresidenan Maladewa. Dalam pertemuan tersebut telah dibahas berbagai upaya mengenai peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Maladewa.