Pidato Duta Besar dalam Upacara Peringatan Hari Ibu ke-84 Colombo, 22 Desember 2012

12/22/2012

 

?

Bapak dan Ibu segenap masyarakat Indonesia yang berbahagia, selamat siang, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Saya akan membacakan Kata Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan:

 

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya sehingga kita berada dalam keadaan sehat walafiat dan sekali lagi dapat kembali memperingati Hari Ibu Ke-84.

 

Peringatan Hari Ibu ke-84 tahun 2012 dimasudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan makna Hari Ibu sebagai kebangkitan, persatuan dan kesatuan gerak perjuangan kaum perempuan yang tak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia.

Kita dapat melihat kiprah perempuan Indonesia dalam berbagi peran dan posisi strategis pada berbagai keragaman aktivitas. Hal ini menunjukan bahwa perempuan Indonesia merupakan sumber daya yang potensial yang apabila diberi peluang dan kesempatan akan maju dan meningkatkan kualitasnya secara mandiri dan menjadi penggerak maupun penghela dalam berbagai dimensi kehidupan dan pembangunan bangsa.

 

Secara hakekat, perempuan Indonesia masa lampau sama halnya dengan perempuan Indonesia masa kini. Mereka tetaplah manusia yang memiliki hak dan kewajibannya, memiliki kecerdasan dan kemapanan berpikir dan bersikap. Namun, kondisi sosial budaya pada masa lalu telah mengungkung perempuan Indonesia pada kebisuan dan kepasifan. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak membungkam seluruh perempuan Indonesia.

 

Sejarah telah membuktikan bahwa sebagian perempuan Indonesia berani berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kongres Perempuan 1928 pada tanggal 22 Desember 1928 adalah bentuk respon dari organisasi atau gerakan perempuan Indonesia yang pada saat itu telah tumbuh, untuk mendukung secara kongkrit semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

 

Saudara-saudara sekalian,

 

Perempuan Indonesia kini adalah perempuan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki.Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa kecuali. Jumlah penduduk perempuan hampir sama besarnya dengan jumlah penduduk laki-laki.

 

 

Mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dan potensi besar bagi bangsa Indonesia untuk menegakkan dan mengisi kemerdekaan, serta membangun bangsa secara menyeluruh. Maka itu peringatan Hari Ibu tahun ini difokuskan pada: “Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kesejahteraan Bangsa.”

 

Berkaitan dengan peran perempuan dalam pembangunan, Indonesia akan menjadi penyelenggara Konferensi Tingkat Menteri IV tentang Peranan Perempuan dalam Pembangunan di Negara-Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam/OKI pada tanggal 4-6 Desember 2012 di Jakarta, dengan tema utama “Strengthening Women’s Participation and Roles in Economic Development in the OIC Member States”. Sebagai pertemuan dua tahunan, Konferensi Tingkat Menteri ini akan dihadiri oleh para Menteri yang membidangi urusan perempuan dari 57 negara anggota OKI dan 12 organisasi pengamat.                              4

OKI bertekad untuk melindungi dan meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam segala aspek kehidupan, sesuai dengan peraturan dan ketentuan dari masing-masing negara anggota OKI.

 

Harapan saya, Peringatan Hari Ibu Ke-84 tahun 2012 ini memperkokoh persatuan dan solidaritas kaum perempuan di seluruh Indonesia untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, demokratis, aman dan sejahtera.

 

Jakarta, September 2012

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Linda Amalia Sari Gumelar

 

Sekian, terima kasih.

Selamat siang, salam sejahtera. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.