PIDATO DUTA BESAR RI DALAM UPACARA PERINGATAN HUT KE-66 PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA Colombo, 17 Agustus 2011

8/17/2011

 

?

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

 

Seluruh warga negara Indonesia, saudara sebangsa dan setanah air, di Sri Lanka; dan

Ibu dan Bapak warga negara Sri Lanka yang saya hormati,


Marilah kita bersama-sama, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Kita juga bersyukur, pada pagi hari ini, di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan Allah SWT, berkumpul untuk memperingati Ulang Tahun ke-66 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Atas rahmat dan karunia-Nya kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan, dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.


Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, kepada kaum muslimin dan muslimat di seluruh Sri Lanka. Semoga Ibadah kita di Bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT.


Para hadirin yang saya hormati,

 

Hari ini merupakan hari yang istimewa dan penuh makna. Bagi rakyat Indonesia di seluruh penjuru dunia, tanggal 17 Agustus adalah momentum untuk memperbarui tekad kita untuk membebaskan diri dari ketertindasan, kebodohan, dan ketidakberdayaan. Kita harus terdorong untuk bekerja lebih keras. Kemerdekaan juga mengandung identitas pemersatu kita dalam menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa dan negara.


Sebab, sesungguhnya kemerdekaan mengandung makna meneguhkan kemandirian dan ajakan untuk bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih adil, lebih makmur, lebih unggul dan bermartabat.

 

Para hadirin yang saya hormati,

 

Kita patut bersyukur bahwa stabilitas politik tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi terus membaik. Namun, kita tetap harus membangun ketahanan politik dan ekonomi nasional. Kita harus terus bekerja kerja keras agar dapat menimimalisir dampak buruk krisis ekonomi global. Saya percaya bahwa pengalaman kerja keras dan kerjasama semua pihak dalam mengatasi krisis ekonomi global 2008-2009 akan membawa keselamatan pada negeri kita tercinta.

 

 

Dalam sepuluh tahun era reformasi, kita berhasil menjawab tantangan jaman untuk melakukan perubahan-perubahan yang fundamental. Saat ini, kita dapat berbangga tampil sebagai salah satu negara demokrasi yang paling stabil dan mapan di Asia, juga negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

 

Di Asia Tenggara, Indonesia tercatat sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar. Kini, banyak pihak menyebut Indonesia sebagai emerging economy. Kita harus dapat memanfaatkan hal ini sebagai momentum yang sangat baik untuk menjadi salah satu negara dengan skala ekonomi sepuluh terbesar di dunia, dalam dua sampai tiga dasawarsa mendatang. Semua prestasi ekonomi harus menegaskan pada satu kepercayaan: Indonesia berada di jalan menuju masa depan yang lebih baik, yang akan kita jalani bersama.


Kita berhasil melakukan pemilu demokratis dan damai sejak 1999; dan secara berangsur-angsur melakukan transisi demokrasi. Hasilnya, sekarang kita memiliki mekanisme institusional di tingkat negara yang menjamin penerapan prinsip-prinsip demokrasi, seperti checks and balances, partisipasi dan kontrol publik, kebebasan, dan penghormatan hak asasi manusia. Tidak ketinggalan pula penegakan supremasi hukum serta optimalisasi desentralisasi dan otonomi daerah, yang sampai sekarang masih berlangsung secara progresif.


Sesungguhnya, Saudara-saudaraku sekalian, capaian-capaian tersebut patut kita syukuri dan terus jaga, demi mencapai kondisi bangsa yang lebih maju dan unggul.

 

Para hadirin yang saya hormati,


Tahun 2011 juga bermakna penting bagi hubungan luar negeri negara kita. Tahun ini, kita kembali menjadi Ketua ASEAN, yang memiliki posisi strategis untuk memaksimalkan upaya pemajuan ASEAN bagi ekonomi dan stabilitas keamanan kawasan Asia pada khususnya.


Indonesia sebagai ketua ASEAN mengambil peran fasilitator dalam pembahasan sengketa perbatasan Kamboja dan Thailand, serta dalam perumusan kesepakatan ASEAN dan RRT Guidelines for Implementation of the Declaration of Conduct terkait potensi konflik di Laut Cina Selatan.

Peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN juga memberi bobot, dalam memastikan kesiapan negara-negara anggota bagi terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. Kita juga terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ASEAN serta peningkatan people to people contact di antara masyarakat negara-negara anggota ASEAN. Sebab, kita ingin memastikan bahwa kerja sama ASEAN dapat membawa manfaat bagi seluruh masyarakatnya.


Kita juga ingin memastikan terkonsolidasinya satu tatanan kawasan baru melalui bingkai East Asia Summit. Tahun 2011 ini, AS dan Rusia akan bergabung dengan 16 negara East Asia Summit lain.



Di dunia internasional, kita tetap berkiprah di berbagai organisasi utama internasional. Dalam G-20 kita optimalkan kerja sama untuk mendukung perbaikan ekonomi global, dan peningkatan pembangunan ekonomi di negara kita. Kita ingin mewujudkan cita-cita menjadi emerging economy sepuluh tahun mendatang, dengan pendapatan perkapita dan dengan nilai perekonomian yang jauh lebih tinggi.

Para hadirin yang saya hormati,

 

Kita semua ingin memastikan agar peran kita di semua forum tersebut bersinergi dengan usaha-usaha reformasi di dalam negeri. Kita harus memastikan dukungan semua pihak dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, memerangi korupsi, dan mewujudkan prinsip-prinsip good governance.

 

Langkah-langkah kita ini sejalan dengan kiprah terdepan Indonesia, dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di berbagai forum internasional. Kita, bersama dengan negara-negara yang sehaluan, terus menyuarakan arti penting reformasi tatakelola kepemerintahan global, termasuk PBB agar lebih berkeadilan dan merefleksikan realitas internasional dewasa ini. Dalam kerangka ekonomi, kita meyakini bahwa reformasi sistem moneter internasional dapat membantu tercapainya pertumbuhan ekonomi global yang kuat, seimbang, dan berkelanjutan.

 

 

 

 

Para hadirin, kawan-kawan Indonesia di Sri Lanka,

 

Indonesia dan Sri Lanka telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1952. Sejak saat itu, Indonesia selalu memberikan dukungan kepada Sri Lanka, dan sebaliknya.

 

Kondisi nasional Sri Lanka berkembang pesat sejak diselesaikannya konflik internal pada bulan Mei 2009. Pemerintah Sri Lanka konsisten dalam mewujudkan komitmen melaksanakan pembangunan dan mempertahankan kondisi damai yang telah dicapai. Seiring dengan meningkatnya kondusivitas dan kepercayaan dunia pada Sri Lanka, Indonesia akan terus memberikan dukungan terbaiknya bagi Sri Lanka. Sebab, Indonesia yakin bahwa Sri Lanka memiliki potensi dan peran berarti dalam kemajuan kawasan.

 

Hubungan bilateral negara kita telah terjalin dengan baik dan matang ini telah tercermin dalam berbagai forum regional dan multilateral. Kita semua berharap agar peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan bilateral, demi tercapainya pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara.

 

Kepada Saudara-saudara sebangsa setanah air,

 

Saya ingin menitipkan amanah agar kita sebagai bangsa Indonesia yang berada di luar negeri akan terus menjunjung tinggi identitas bangsa yang menghormati pluralisme, toleransi, dan mengutamakan harmoni sosial.

 

Kita harus terus menjadikan diri contoh dari sebuah negeri yang berbudaya, sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Kita harus menjadi sosok yang lebih positif dan percaya diri.

Semangat Proklamasi Kemerdekaan negara yang kita cintai ini harus menjadi energi positif dalam menghadapi tantangan hidup di tempat kita berada yang mungkin terasa tidak ringan.


Akhirnya, semoga di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, melimpahkan rahmat, karunia, dan ridho-Nya kepada kita semua, dalam membangun bangsa dan negara kita, menjadi bangsa yang besar, maju, adil, sejahtera, dan bermartabat.


Dirgahayu Republik Indonesia!

 

Terima kasih,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.