Pembukaan Pameran Batik Indonesia Koleksi Dr. Ann Dunham, Ibunda Presiden Obama di Chicago

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu didampingi oleh Duta Besar RI untuk AS, Sudjadnan Parnohadiningrat  dan Sekretaris Negara Bagian Illinois, Jesse White secara resmi telah membuka Pameran Batik Indonesia koleksi Ibu Ann Dunham, ibunda Presiden AS Barrack Obama dalam suatu resepsi pembukaan di Drake Hotel, Chicago pada tanggal 16 Mei 2009. Sejumlah 22 batik tradisional Indonesia warisan peninggalan almarhumah Ibu Ann Dunham dipamerkan di Walton Room, Drake Hotel, Chicago mulai tanggal 17 – 20 Mei 2009. 
 
Acara ini terselenggara atas kerjasama Konsulat Jenderal RI di Chicago dengan Kedutaan Besar RI di Washington DC dan keluarga Maya Soetoro Ng, adik Presiden AS, Barrack Obama, serta merupakan awal dari rangkaian tour pameran batik koleksi Ibu Ann Dunham ke beberapa negara bagian di AS, antara lain Chicago, Los Angeles, San Fransisco, Houston, New York dan Washington DC sepanjang bulan Mei hingga Agustus 2009.
 
Resepsi Pembukaan pameran dilaksanakan di Grand Ball Room, Hotel Drake pada tanggal 16 Mei 2009 dibarengi dengan pembukaan kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Chicago. Acara resepsi pembukaan yang dipandu oleh MC, Brett Garry, dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan yang terdiri dari pejabat pemerintahan Illinois, kalangan diplomatik, akademisi, pengusaha, seniman, dan media. 
 
Acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan oleh Darayu Wilson, seorang pelajar dan penari berdarah Indonesia-Amerika yang berasal dari Kansas City dan lagu kebangsaan Amerika ““the Star Spangled Banner” yang dibawakan oleh Shara Vanesha Malinton, mahasiswi Indonesia di Chicago. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu, Acting Konjen RI Chicago, Kepala Chicago Consular Corps, Konsul Jenderal Patricia Maza Pittsford, dan Sekretaris Negara Bagian Illinois, Jesse White.
 
Pembukaan pameran batik ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Mendag Mari Elka Pangestu dan kunjungan ke ruang pameran. Para undangan menunjukkan kekagumannya terhadap batik-batik tradisional koleksi Ibu Ann Dunham yang ditata apik berupa kain sarung, selendang dan kain gendong buatan Yogyakarta, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, dan Madura dengan berbagai motif parang, kawung, dan sebagainya.  Di ruang pameran ditampilkan demonstrasi cara tradisional membuat batik oleh Ibu Rukiah, salah seorang sesepuh masyarakat Indonesia di Chicago.
 
Resepsi Pembukaan dimeriahkan dengan atraksi seni budaya Indonesia berupa musik tradisional gamelan Bali dan tari-tarian yang dibawakan oleh Indonesian Performing Arts of Chicago (IPAC), yaitu tari Puspanjali (Bali), tari Kijang (Jawa Tengah), tari Cendrawasih (Bali), dan gamelan anak-anak IPAC. Di tengah acara ditampilkan peragaan pakaian koleksi perancang ternama Amerika, Nadya, yang rancangan-rancangannya terinspirasi dari keindahan batik dan tenun ikat hand made  dan diproduksi di salah satu studionya Puri Naga di Bali. Koleksi pakaiannya yang unik ini diperagakan oleh kelompok Swarna Dipa, para model yang terdiri dari  masyarakat Indonesia dan Thailand di Chicago, dengan iringan musik gamelan “Selisir”.
 
Dalam sambutannya Menteri Perdagangan Mari E Pangestu antara lain menyampaikan kesan-kesannya terhadap Ibu Ann Dunham, PhD, seorang anthropoloog yang semasa hidupnya pernah tinggal di Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun serta mengabdikan dirinya kepada kegiatan-kegiatan sosial, kemanusiaan, serta mencintai seni budaya Indonesia. Mendag berharap melalui pameran batik ini terjalin pemahaman yang lebih baik antara kedua budaya guna lebih meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.
 
Maya Soetoro, adik kandung satu ibu Presiden Obama dalam sambutan tertulisnya antara lain menceritakan tentang kecintaan Ibundanya terhadap Indonesia dan batik.  Bahasa Jawa, budaya, dan pola artistik tradisional mewarnai kehidupan Ibu Ann Dunham yang berhasil memadukan dua budaya, Amerika dan Indonesia. Menurut teman ibunya, Alice Dewey, dalam disertasinya mengenai batik bahwa batik memiliki metaphora yang sangat kuat dalam mempresentasikan adat dan budaya Indonesia di mana batas-batas antara hubungan adalah kompleks, segala sesuatu nampak dalam satu konteks dengan elemen atau pola lainnya sehingga satu motif batik terkait dengan motif lainnya dan nampak saling mengisi. Budaya barat umumnya memiliki kesulitan dalam membentuk dan melihat pola tersebut karena pandangan dualistik dan linear nya. Namun tidak demikian dengan Ibundanya, Ann Dunham. Ia dapat dengan mudah memadukan dua budaya tersebut dengan damai.
 
Batik merefleksikan perpaduan yang harmonis antara tradisionalisme dan modernitas kosmopolitan serta kompleksitas yang tinggi yang menjelaskan ritual ketidakteraturan. Koleksi batik Ibu Ann Dunham menjelaskan mengenai perpaduan harmonis dari sebuah kompleksitas.  Bagi Maya, batik dan wanita yang mengkoleksinya merupakan simbol dari kolaborasi berdasarkan cinta kasih  yang menyatukan perbedaan-perbedaan. Sebagaimana dikatakan oleh kakaknya, Presiden Obama, batik dapat dimanfaatkan untuk menjembatani hubungan antara kedua bangsa yang mencari masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negaranya dengan membagi  harapan-harapan.