Indonesia Terpilih Sebagai Salah Satu "Host Countries" dalam Acara "2009 Diplomatic Ball" di Kansas City, Missouri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Indonesia diwakili oleh Konsul Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI di Chicago, Sylvia Shirley Malinton telah terpilih untuk memimpin prosesi pembukaan acara "2009 Diplomatic Ball" diiringi oleh komunitas diplomatik yang mewakili 66 negara anggota Ethnic Enrichment Commission (EEC) yang semuanya mengenakan pakaian tradisional masing-masing negara. Para walikota dan mantan walikota dari seluruh Missouri serta para Commissioner EEC menghampiri dan memberikan salam kepada komunitas diplomatik yang tampil di atas panggung untuk meramaikan perayaan budaya multi-etnis tersebut.
 
Pertunjukan gala budaya multi etnis ini diselenggarakan oleh Ethnic Enrichment Commission of Kansas City bekerjasama dengan Mayor of Kansas Office bertempat di Ball Room Hotel Marriot, Kansas City, Missouri pada tanggal 21 Maret 2009. Acara ini diadakan setiap tahunnya dengan menampilkan 6 negara anggota Ethnic Enrichment Commission sebagai host countries setiap tahunnya secara bergilir.
 
Pada tahun 2009 ini, Indonesia menjadi salah satu negara "tuan rumah" disamping Indonesia, Jepang, Malaysia, Philipina, Republik China, dan Vietnam. Acara ini dihadiri oleh sekitar 700 orang undangan yang terdiri dari masyarakat setempat dan wakil dari berbagai komunitas etnis dan negara. Terpilihnya Indonesia sebagai salah satu "host countries" dan memimpin prosesi pembukaan "Diplomatic Ball" merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia di Kansas City. Terlebih lagi dengan penampilan tarian "Cendrawasih" yang diiringi permainan musik gamelan Bali oleh Gamelan Genta Kasturi Community Ensemble yang sempat 'menggetarkan' ruang acara dengan pujian yang tak ada habisnya dilontarkan oleh para penonton yang nampak sibuk mengabadikan penampilan Indonesia dengan kamera masing-masing.
 
Tarian yang disajikan selama kurang lebih 6 menit tersebut adalah satu-satunya penampilan tarian tradisional yang diiringi oleh musik hidup gamelan tradisional Bali yang pemainnya mayoritas terdiri dari musisi Amerika. Tarian Cendrawasih ini dibawakan oleh para penari dari etnis Indonesia, Amerika, dan Indonesian-American, yaitu : Darayu Wilson, Sasha Wilson, Erda, Novi, Kalen, dan Anna dengan gerakan yang lemah gemulai dan kostum tari yang berwarna warni melambangkan burung cendrawasih. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan tarian dari ke 5 negara lainnya yang mempertunjukan tarian tradisional yang menjadi andalan masing-masing negara dan komunitas.
 
Disamping tarian, terdapat 2 buah layar lebar di kedua sisi panggung yang menampilkan daerah-daerah tujuan wisata, adat istiadat dan budaya di 6 negara "host countries" termasuk Indonesia. Acara diselingi dengan makan malam dan "door prize". Seusai pertunjukkan budaya, acara ditutup dengan pertunjukkan musik pop dan disco dari kelompok band yang berasal dari Kansas City dengan lagu-lagunya yang berirama "dance" yang terkenal pada era 70 dan 80 an, mengiringi para undangan berdansa hingga larut malam. Diantaranya, diselipkan dansa poco-poco yang dipelopori oleh tokoh masyarakat Indonesia di Kansas City, Marti Wilson yang diikuti oleh para hadirin.
 
Ethnic Enrichment Commission (EEC) adalah sebuah lembaga non-profit yang bertujuan untuk menjembatani pengertian dan appresiasi dari keragaman perbedaan budaya etnis di Greater Kansas City Area. Selain acara tahunan "Diplomatic Ball" yang biasanya diselenggarakan setiap bulan Maret dan "Swope Park Festival" yang diadakan setiap bulan Agustus, EEC juga menyelengarakan ratusan kegiatan multi-etnis lainnya. EEC beranggotakan Commissioner dari 66 negara. EEC Commisioner Indonesia adalah Ibu Marti Wilson. Acara "Diplomatic Ball" ini merupakan salah satu ajang promosi seni budaya multi etnis yang mempunyai "prestige" cukup tinggi di Amerika Serikat. (Sumber KJRI Chicago)