Kunjungan "Study Abroad" Tim Seniman AS ke Indonesia

12/17/2010

 

Tim Seniman AS yang terdiri dari pelukis, pemahat, fotografer, designer, dan pecinta seni tiba di Indonesia sejak tanggal 20 September 2010 dan kembali ke AS pada tanggal 5 Desember 2010. Selama di Indonesia, tim seniman AS antara lain mengadakan ”Pameran Seni Rupa RI - AS” di Blanco Renaissance Museum, Ubud, Bali pada tanggal 26 –28 November 2010 dan Pameran di Museum Nasional, Jakarta pada tanggal 2–4 Desember 2010. Program kunjungan seniman AS ini sejalan dengan Rencana Aksi Kemitraan RI – AS  untuk meningkatkan  pertukaran dan kolaborasi seni, film, media dan pameran, serta program pemerintahan AS dalam rangka diplomasi budaya “smART Power Diplomacy” dimana AS akan mengirimkan sejumlah seniman nya ke berbagai negara di dunia.

Program ini merupakan kerjasama antara Konsulat Jenderal RI Chicago dan St. Louis Artists Guild yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri (Ditjen Amerika dan Eropa) dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Ditjen Sejarah dan Purbakala). Melalui program tahunan ”Study Abroad”, para seniman AS dan Indonesia saling berkunjung untuk mempelajari budaya masing-masing dan menginspirasi karya mereka dengan perpaduan dari dua budaya tersebut.

Pameran Seni Rupa RI-AS di Blanco Rennaisance Museum dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal RI Chicago pada tanggal 26 November 2010 dan dihadiri oleh sekitar 500 undangan. Acara pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita bersama oleh Tjokorda Gede Sukawati, petinggi Puri Ubud, Mario Blanco, pengelola museum Blanco Renaissance, dan dimeriahkan oleh beberapa tarian tradisional Bali yang dibawakan oleh para penari Swara Mahardika dan penari asal AS Luna Moon.  Pameran seni rupa ini menampilkan karya lukis, seni pahat dan patung, fotografi, design dan kerajinan tangan karya para seniman AS dan seniman Bali, termasuk Mario Blanco.

Selama berada di Bali, para seniman AS mengunjungi tempat bersejarah seperti Puri Ubud, mengikuti workshop wayang dan melukis di atas telur serta belajar seni rupa Indonesia pada sejumlah maestro pelukis tradisional, antara lain, I Ketut Soki dan pelukis bergaya tradisional dengan tema modern Dewa Nyoman Batuan.

Pada kunjungan di Jakarta, para seniman AS tersebut mengikuti Workshop Membatik di Museum Tekstil pada tanggal 2 Desember 2010, mengunjungi  tempat–tempat seni dan bersejarah, dan mengadakan Pameran Seni Rupa RI-AS di Museum Nasional Jakarta pada tanggal 3-4 Desember 2010.

Workshop Membatik di Museum Tekstil Jakarta diikuti oleh 9 seniman St. Louis Artists Guild yang dengan antusias belajar membatik dengan menggunakan kain panjang 2 warna. Keinginan para seniman AS belajar membatik berawal ketika KJRI Chicago bekerjasama dengan St Louis Artists Guild menggelar pameran Batik koleksi Dr. An Dunham, ibunda Presiden Obama pada awal Oktober 2009 di museum St. Louis Artist Guild, St. Louis.

Pembukaan Pameran Seni Rupa RI-AS di Museum Nasional Jakarta dihadiri sekitar 250 undangan, termasuk Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta. Seniman Indonesia Mario Blanco juga turut hadir dan memamerkan karya-karya lukisnya. Pembukaan pameran diawali dengan Konferensi Pers yang dihadiri oleh para wartawan dari berbagai penjuru Jakarta. Selama pameran, para undangan nampak mengagumi karya para seniman AS yang diinspirasi oleh seni budaya Indonesia. Para undangan juga disajikan berbagai hidangan khas Jakarta, seperti asinan, bajigur, bandrek, dan soto betawi.

Kegiatan para seniman AS di Indonesia ini diliput oleh berbagai media elektronik dan cetak nasional antara lain : TV VOA (Voice of America),  TVRI, Trans TV,  Bali TV, Tempo, Bali Post, Nusa Bali , Radar Bali, Indonesian Tetler, Love Indonesia, dan Majalah Forbes. (Sumber: Pensosbud/KJRI Chicago)