Laporan Menlu RI pada Pembukaan Bali Democracy Forum ke-3, Bali, Denpasar, 9 Desember 2010

12/17/2010

 

 

Kamis, 09 Desember 2010

LAPORAN

MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA,

R.M. MARTY M. NATALEGAWA

PADA PEMBUKAAN BALI DEMOCRACY FORUM KE-3

BALI, INDONESIA, 9 DESEMBER 2010

==============================================

·          Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono,

·          Yang Mulia Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah,

·          Yang Mulia Presiden Republik Korea, Bapak Lee Myung-bak,

·          Yang Mulia Perdana Menteri Timor Leste, Bapak Xanana Gusmao,

·          Yang Terhormat para Menteri negara-negara dan seluruh delegasi yang hadir pada pertemuan Bali Democracy Forum ke-3,

·          Yang terhormat Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,

·          Yang terhormat Gubernur dan seluruh Pejabat Muspida propinsi Bali,

·          Seluruh hadirin yang kami muliakan,

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua,

Om Swastyastu,
 

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena pada kesempatan yang baik ini kita dapat berkumpul untuk sekali lagi menunjukkan komitmen kita bersama akan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan serta komitmen kita untuk senantiasa bekerja keras untuk kesejahteraan seluruh umat. 

Dengan perkenan Bapak Presiden, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi Bali Democracy Forum ke-3 di Pulau Dewata Bali ini.

Bagi Indonesia, merupakan kehormatan dan sebuah bentuk tanggung jawab menjadi penggagas dan tuan rumah pertemuan ini. Hal ini merupakan pencerminan dari komitmen Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional untuk senantiasa mempromosikan nilai-nilai luhur demokrasi.

Merupakan suatu kebahagiaan bagi kita semua karena Bapak Presiden berkenan untuk menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi pertemuan ini. Selain itu, merupakan kebahagiaan pula bagi kita semua, Forum ini juga dihadiri oleh Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Lee Myung-bak, dan Perdana Menteri Xanana Gusmao.

Bapak Presiden yang terhormat dan hadirin yang kami muliakan,

Atas perkenan Bapak Presiden, dapat kami laporkan, bahwa Bali Democracy Forum ke-3 ini menjadi wujud semakin terkonsolidasinya Forum tersebut sebagai bagian dari arsitektur demokrasi di Asia.

Tahun lalu, Bali Democracy Forum dihadiri oleh 35 negara peserta dan 13 peninjau. Tahun ini, Bali Democracy Forum dihadiri oleh 42 negara peserta dan  29 peninjau.

Tahun lalu, selain 3 Kepala Negara/Pemerintahan, 8 menteri hadir dalam pertemuan BDF ke-2. Tahun ini pertemuan tetap dihadiri oleh 3 Kepala Negara/Pemerintahan namun juga dihadiri oleh 27 ketua delegasi setingkat Menteri.

Peningkatan tingkat partisipasi ini mencerminkan setidaknya 2 hal yaitu;

Pertama perkembangan demokrasi di kawasan Asia dan Pasifik substansial dan positif.

Kedua mencerminkan komitmen yang tinggi, negara di kawasan Asia dan Pasifik terhadap nilai demokrasi.

Demokrasi yang didasari nilai-nilai inklusif, kesetaraan, dan partisipasi yang terbuka bagi seluruh negara.

Nilai demokrasi yang universal namun tetap tumbuh dan berkembang dari keinginan masyarakatnya.

Bapak Presiden yang terhormat dan hadirin yang kami muliakan,

Pertemuan BDF kali ini telah memasuki tahun yang ketiga.

Sebagaimana dimaklumi, Bali Democracy Forum merupakan forum antar pemerintah di kawasan Asia.

Sejak diadakan pada tahun 2008, Forum ini senantiasa konsisten mempromosikan sebuah platform dimana antar pemerintah dapat berbagi pengalaman dan bertukar pikiran mengenai demokrasi. Selain itu, forum juga dimaksudkan untuk mendorong kerja sama antara negara dalam memajukan demokrasi di kawasan.

Pada tahun pertama, tema pertemuan ini memfokuskan pada upaya negara di kawasan untuk menyepakati demokrasi sebagai agenda strategis di kawasan Asia.

Selanjutnya, pada tahun kedua, forum ini memfokuskan pada upaya mensinergikan antara demokrasi dan pembangunan serta prospek kerja sama di kawasan.

Demokrasi merupakan sarana untuk mencapai kesejahteraan rakyat.

Forum ini telah menyepakati bahwa demokrasi dan pembangunan dapat berjalan beriringan.

Bahkan dengan sistem yang demokratis, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dengan lebih merata.

Pada pertemuan kali ini, tema yang akan diangkat adalah “Demokrasi dan Upaya Mendorong Perdamaian dan Stabilitas”. Dalam diskusi dua hari ke depan, Forum akan menggali lebih dalam bagaimana sistem yang demokratis dapat menciptakan perdamaian serta stabilitas politik sehingga masyarakat dapat hidup dalam rasa aman dan tenteram.

Tema ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk bagaimana demokrasi dapat memberikan manfaat konkret di masyarakat.

Bapak Presiden yang kami hormati dan hadirin yang kami muliakan,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan kegiatan dan program yang telah dijalankan selama 1 tahun terakhir setelah pelaksanaan Bali Democracy Forum ke-2.

Melalui  Institute for Peace and Democracy (IPD) sebagai implementing agency dari Forum ini, beberapa kegiatan internasional termasuk seminar, kuliah umum, lokakarya dan pelatihan, penelitian, program magang, serta kunjungan terkait dengan pelaksanaan pemilihan umum di beberapa negara di kawasan Asia dan Pasifik seperti di Filipina, Jepang dan Australia telah dilakukan.

Pelatihan, penelitian dan menjadi observer dalam Pemilihan Umum di beberapa negara  telah  melibatkan aparatur negara di kawasan Asia dan Pasifik.

Hal ini dimaksudkan tidak lain untuk meningkatkan kapasitas dan kerja sama untuk terus menumbuhkembangkan sistem demokrasi di negara khususnya yang baru tumbuh dan berkembang nilai demokrasinya. 
   
Dalam kesempatan ini pula, kami menghargai dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh negara sahabat dan mitra dalam pelaksanaan program-program tersebut di atas.

Ini merupakan bagian dari kemitraan yang tulus dan positif dalam menumbuhkembangkan nilai demokrasi di kawasan ini.

Ini juga merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk mendorong nilai demokrasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat kita semua.

Dapat menciptakan perdamaian, mencegah terjadinya konflik, menyelesaikan konflik dengan cara dialog dan rekonsiliasi serta menciptakan stabilitas politik dan keamanan baik di tingkat nasional, regional dan global.

Sebagai penutup, kami mohon perkenan Bapak Presiden untuk kiranya dapat memberikan sambutan, sekaligus secara resmi membuka pertemuan ini.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Om Shanti Shanti Shanti Om