Prosedur Pelayanan Kunjungan Jurnalistik Wartawan Asing di Indonesia

1/28/2011

 

Visa Kunjungan Jurnalistik (Visa Kunjur) diberikan kepada wartawan/jurnalis yang akan melakukan liputan jurnalistik ataupun pembuatan film dokumenter di Indonesia. Visa ini diperoleh di Perwakilan-perwakilan RI di negara asal pemohon. Apabila tidak ada Perwakilan RI di negara pemohon visa, pemohon dapat mengajukannya pada Perwakilan RI yang berada di negara terdekat. Prosedur pemberian visa kunjungan untuk kegiatan jurnalistik adalah sebagai berikut:

 

A. Wartawan/media massa asing dapat mengajukan permohonan visa kunjungan jurnalistik kepada Perwakilan RI

    di luar negeri.

 

B. Untuk permohonan kunjungan jurnalistik bersifat pembuatan film dokumenter/syuting film dilakukan melalui

    Perwakilan RI di luar negeri dengan mengisi Daftar Isian Berkas Permohonan (Application for Film Shooting  

    Permit) yang mencantumkan:

 

1.     Data perusahaan, daftar kru film dan jabatannya;

2.     Copy paspor setiap kru film asing;

3.     Sinopsis;

4.     Jadwal dan lokasi pembuatan film;

5.     Daftar peralatan disertai pernyataan untuk membawa kembali peralatan tsb (re-export) ke negaranya setelah pembuatan film selesai;

6.     Daftar narasumber yang akan dirujuk dalam pembuatan film;

7.     Menandatangani Surat Pernyataan yang berisi hal-hal sebagai berikut:

§  Setuju dan bersedia mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia, termasuk peraturan daerah, terutama bagi tempat-tempat suci dan taman nasional;

§  Akan menyerahkan satu (1) release copy hasil pembuatan film kepada Direktorat Perfilman, Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film, Kembudpar, setelah pembuatan film selesai.

 

C. Setiap permohonan kunjungan jurnalistik akan diproses dalam rapat antara instansi-instansi pemerintah terkait  

    yang diselenggarakan setiap hari Kamis di Kementerian Luar Negeri.

 

D. Pemohon akan diberitahu kemudian oleh pejabat KBRI/Kantor Perwakilan RI tanggal dan waktu pengambilan

    visanya.

 

E. Sesampainya di Jakarta, kru atau pimpinan tim diwajibkan:

1.     Mengurus Temporary Press ID Card ke Direktorat Infomed, Kemlu, dengan membawa copy paspor, copy visa, copy surat keterangan dari Perwakilan RI serta 2 lembar pas foto warna ukuran 3x4;

2.     Melengkapi ijin pembuatan film dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata c.q. Direktorat Perfilman (khusus untuk shooting film) ke Direktorat Perfilman Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jl. M.T. Haryono kav.47-48 Jakarta Selatan;

3.     Khusus untuk shooting film di kawasan konservasi, diperlukan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) dari Direktorat Jenderal Perlindungan, Kementerian Kehutanan;

4.     Shooting film dokumenter yang diadakan di bawah laut harus mendapat ijin dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (LANTAMAL);

5.     Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan pembuatan film di daerah tertentu, pihak asing wajib mengikutsertakan petugas pendamping (Liaison Officer). (Ref. Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, No. KM.62/PW.204/MKP/2004 tanggal 19 Oktober 2004, Pasal 7).