Penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar RI Caracas kepada Gubernur Jenderal Santa Lucia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 23 Juni 2008, bertempat di kediaman Gubernur Jenderal Santa Lucia, Duta Besar LBBP RI untuk Venezuela merangkap Trinidad & Tobago, St. Vincent & the Grenadines, St. Lucia, Grenada dan Dominica Commonwealth, Alfred T. Palembangan, dengan didampingi oleh Sekretaris II Ekonomi dan Sekretaris II Pensosbud KBRI Caracas telah menyerahkan surat Kepercayaan kepada Gubernur Jenderal H.E. Dame Pearlette Louisy.
 
Dalam kesempatan itu, Duta Besar RI menyampaikan salam hangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kinginan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Santa Lucia. Dubes RI Caracas juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dukungan yang telah diberikan oleh Santa Lucia dalam berbagai pencalonan Indonesia di organisasi internasional.
 
Dalam tanggapannya, Gubernur Jenderal Louisy menyampaikan salam hormatnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mengharapkan agar penugasan ini dapat lebih meningkatkan hubungan bilateral yang telah terjalin baik selama ini. Gubernur Jenderal Louisy juga menyambut baik kesiapan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama kedua negara baik bilateral maupun multilateral. Gubernur Jenderal Louisy menggarisbawahi sejumlah potensi yang dimiliki oleh kedua negara yang dapat dikembangkan seperti bidang pertanian dan pariwisata. 
 
Dalam kesempatan kunjungan ini, Dubes RI Caracas juga berkesempatan melakukan pertemuan dengan Acting Perdana Menteri Lenard Montoute, Menteri Luar Negeri Rufus Bousquet, Pemimpin partai oposisi Dr. Kenny Anthony, Direktur Hubungan Internasional Organisasi Negara-Negara Karibia Timur (OECS) Mr. Anthony Severin dan kalangan diplomatik yang bertugas di St. Lucia.
 
Dalam pertemuan dengan para pejabat St. Lucia terungkap keinginan untuk memperkuat kerjasama bilateral khususnya di bidang pertanian dan perikanan. Pemerintah St. Lucia bermaksud untuk mendiversifikasi sumber pendapatan negara yang selama ini bergantung pada industri pariwisata dan pisang.
 
Sementara itu dalam pertemuan dengan pejabat OECS, terungkap keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan organisasi kerjasama regional lainnya seperti ASEAN.