Liputan oleh saluran televisi nasional Venezuela, Globovision: Selayang pandang Indonesia secara komprehensif bagi publik Venezuela

Media televisi nasional Venezuela, Globovisión yang memiliki program siaran "Brujula Internacional" telah melakukan liputan mengenai Indonesia secara komprehensif di bidang politik, ekonomi dan sosial – budaya. Program ini merupakan program yang menyiarkan informasi mengenai isu – isu internasional dan meliput berbagai peristiwa yang terjadi di dunia internasional serta dampak peristiwa tersebut bagi hubungan bilateral dengan Venezuela. Pembawa acara “Brujula Internacional”, Duta Besar, Julio César Pineda, mantan Duta Besar Venezuela untuk Kuwait dan Korea Selatan adalah figur yang sangat mumpuni baik pengalaman maupun pengetahuannya tentang diplomasi dan hubungan diplomatik baik dalam konteks hubungan bilateral, regional dan multilateral.   

Liputan mengenai Indonesia telah dilakukan pada tanggal 25 November 2015 bertempat di Wisma Duta, yang mencakup wawancara antara Dubes Pineda dengan Dubes RI Caracas. Secara garis besar liputan mengenai Indonesia oleh Globovision terdiri dari 5 segmen: 1) deskripsi dan penyampaian informasi dasar mengenai Indonesia, 2) perkembangan hubungan bilateral Indonesia – Venezuela, 3) Indonesia dalam perspektif bidang politik, ekonomi dan sosial – budaya, 4) Indonesia dan promosi diplomasi budaya, serta 5) penyajian dan pemaparan gastronomi Indonesia sebagai bagian dari promosi diplomasi budaya Indonesia di Venezuela serta penyampaian pesan ucapan Selamat Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 dari Dubes RI kepada publik Venezuela melalui televisi.

Pada segmen pertama, Dubes Pineda memberikan pengantar mengenai posisi geografis, geo-politik dan geo-ekonomi Indonesia yang sangat strategis, peran penting Indonesia di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) serta founding fathers Gerakan Non Blok (GNB). Dubes Pineda juga memaparkan Indonesia sebagai negara besar dan pluralis serta masyarakat yang memiliki toleransi beragama sangat tinggi. Melengkapi penjelasan Dubes Pineda, dijelaskan oleh Dubes RI Caracas, bahwa hubungan bilateral RI-Venezuela diawali pada saat pertemuan bilateral pertama pada tingkat tertinggi dimana Presiden Soekarno berkunjung ke Caracas pada pada tanggal 27 Mei 1959. Dalam perkembangan waktu, hubungan bilateral Indonesia dan Venezuela menjadi lebih erat ketika kedua negara tergabung dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC). Pada dekade terakhir, dalam konteks kerjasama bidang politik, terdapat beberapa peristiwa penting antara lain tiga pertemuan Komisi Bersama Tingkat Tinggi, pembentukan Kelompok Parlemen Persahabatan Venezuela - Indonesia, serta penandatanganan sebelas perjanjian kerjasama di berbagai bidang.

Pada segmen kedua, Dubes RI menjelaskan bahwa di bidang ekonomi, selama sepuluh tahun terakhir, komoditas ekspor utama Indonesia ke Venezuela adalah tekstil dan produk tekstil, karet dan turunannya, alas kaki dan peralatan listrik. Dengan adanya promosi diplomasi batik selama  tiga tahun berturut – turut (2012 – 2015), untuk pertama kalinya tekstil dan produk tekstil telah menjadi primadona ekspor Indonesia ke Venezuela dengan nilai ekspor pada tahun 2014 mencapai USD 25 juta.

Sementara itu, terkait kerjasama bidang Sosial – Budaya, Dubes RI Caracas menggarisbawahi peranan penting diplomasi budaya Indonesia di Venezuela dalam bentuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa Venezuela untuk belajar di Indonesia, kelas bahasa Indonesia secara gratis, program pengajaran mengenai Indonesia di Sekolah Republik Indonesia, pendirian Klub Canthing bagi pecinta batik di Venezuela dan pertunjukan budaya Indonesia dalam format tari dan musik oleh kelompok IndoVez binaan KBRI Caracas.

Pada segmen berikutnya, Dubes RI Caracas menyajikan dan menjelaskan produk gastronomi Indonesia dalam bentuk panganan khas Indonesia yang cukup populer di masyarakat Venezuela antara lain Nasi Goreng, Soto Ayam, Sate Ayam, Gado - Gado, dan Es Buah. Pada segmen tersebut, mendampingi Dubes RI, Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Caracas membantu mendeskripsikan secara komprehensif mengenai bahan baku dan bumbu yang digunakan dan cara pembuatan penganan tersebut.

Pada segmen terakhir, Dubes RI Caracas menyampaikan edisi ke-2 dalam bahasa Spanyol  buku batik terbitan KBRI Caracas yang berjudul "Diplomasi Batik: Dari Tradisi menjadi Pilihan Fesyen yang Chic” kepada Dubes Pineda. Buku tersebut menjelaskan secara komprehensif mengenai batik Indonesia yang diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tanggal 2 Oktober 2009. Buku dimaksud juga menjadi rekam jejak upaya promosi diplomasi batik yang dilakukan oleh KBRI Caracas di Venezuela selama 3 tahun berturut- turut. 

Liputan mengenai Indonesia tersebut akan ditayangkan dengan durasi 1 jam penuh. Adanya ketertarikan media televisi besar seperti Globovision untuk membuat program yang komprehensif tentang Indonesia tanpa diminta, merefleksikan bahwa Indonesia telah memperoleh tempat di berbagai kalangan di Venezuela termasuk media elektronik dan memiliki peranan yang sangat penting di kancah internasional termasuk di Venezuela serta merupakan pemain besar dalam konteks ekonomi global. (PF Pensosbud).​