Upacara Peringatan Hari Ibu ke-82 di Cape Town

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Rabu (22/12/2010) di Aula Gedung KJRI di Cape Town, telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-82 Tahun 2010, dengan Pembina Upacara adalah Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi. Upacara berlangsung pada jam 12.00 waktu setempat,  diikuti oleh seluruh staff KJRI di Cape Town serta masyarakat Indonesia di wilayah kerja. Sebagai bagian dari pelaksanaan program pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah kerja, para wanita yang tergabung dalam masyarakat Indonesia di Cape Town, yang hampir semuanya hadir dengan mengenakan pakaian nasional, sebagian dari mereka mendapat peran sebagai petugas upacara.
 
Dijelaskan oleh Konsul Muda Sosbud Erry Kananga bahwa sebagaimana arahan pimpinan perwakilan Indonesia di Cape Town, keterlibatan langsung masyarakat, Indonesia utamanya kaum wanita Indonesia yang ada di wilayah kerja dalam upacara peringatan Hari Ibu ke-82 ini, dimaksudkan agar masyarakat dapat lebih menyadari akan perannya dalam turut mendidik dan membina generasi masa depan Indonesia, sekalipun mereka tidak berada di Indonesia.
 
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Cape Town, mengingatkan kepada semua wanita yang hadir dalam upacara bahwa makna Hari Ibu bagi bangsa Indonesia adalah memberi penghargaan kepada wanita, tidak sebatas perannya sebagai ibu bagi anak-anak yang dilahirkannya, tetapi lebih dari itu, adalah peran wanita Indonesia sebagai Ibu Bangsa yang berkewajiban untuk mendidik generasi muda penerus bangsa.
 
Lebih lanjut, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa pentingnya peran wanita dalam masyarakat telah diakui sejak lama, sebagaimana dikabarkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW, yaitu bahwa “kemajuan suatu kaum dapat dilihat dari kaum wanitanya”. Untuk itu, wanita perlu mensyukuri atas kodratnya sebagai wanita. Namun, rasa syukur tersebut harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, salah satunya adalah dengan terlibat dalam mendidik generasi penerus bangsa yang tidak hanya dilakukan di dalam kelas namun lebih utama adalah di dalam rumah tangga, yaitu dengan memberikan contoh yang baik kepada para generasi  penerusnya.
 
Konsul Jenderal menambahkan, kiranya para wanita perlu menyadari, bahwa untuk mendidik orang lain, hendaknya para wanita terlebih dahulu dapat mendidik dirinya sendiri. Selain itu, wanita juga harus dapat menghargai dirinya sendiri sebelum orang lain dapat menghargai keberadaannya sebagai wanita. Salah satu caranya adalah dengan berpakaian yang pantas setiap kali akan keluar rumah.
 
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada para ibu dan perempuan Indonesia, dan diakhiri dengan acara ramah tamah, makan siang serta foto bersama.