Tak Kenal Maka Tak Sayang

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tak kenal maka tak sayang. Pepatah tersebut sangatlah tepat diaplikasikan pada upaya mempromosikan produk-produk Indonesia di luar negeri, termasuk di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town.

Oleh karena itu, KJRI di Cape Town dalam rangka melaksanakan salah satu tugas dan fungsinya, senantiasa mengupayakan semaksimal mungkin untuk dapat menampilkan produk-produk Indonesia baik untuk diperkenalkan/ dipamerkan, dijual/dijajakan maupun dikenakan (dipakai dalam keseharian).

Dalam rangka mempromosikan produk Indonesia tersebut, sekalipun mengetahui bahwa wahana Community Chest di Cape Town yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi Western Cape merupakan tempat menjual produk makanan siap saji, namun tanpa pantang mundur, KJRI di Cape Town bertekad membuka satu stand khusus untuk memamerkan dan menawarkan produk Indonesia.

Stand yang ditata dengan nuansa Indonesia, berdiri di salah satu pojok yang strategis di area Community Chest, dipandu secara bergantian oleh pejabat dan staff KJRI di Cape Town yang mengenakan pakaian tradisional; dengan barang yang dipamerkan sekaligus ditawarkan berupa produk dari batik (kain panjang, sarung, baju wanita, kemeja, blus, stola, dll); produk garmen berupa busana muslim baik untuk laki-laki maupun perempuan (abaya, mukena, kopiah, gamis, baju koko, sarung pelekat, dll); serta makanan kering khas Indonesia (dodol garut, kacang atom, bumbu instan, sekoteng, dll).

Stand KJRI tersebut diusahakan secara swadaya oleh KJRI di Cape Town, termasuk dalam menyediakan ukuran terkecil 3L dan terbesar 6L, untuk mengakomodasikan kebutuhan konsumen di wilayah kerja. Stand yang bertuliskan ”Visit Indonesia” ini merupakan satu-satunya stand yang menjual produk tekstil dan garmen, dan berhasil menarik perhatian pengunjung untuk datang. Para pemandu yang bertugas, termasuk Konsul Jenderal RI di Cape Town, dengan telaten dan secara simultan serta informatif menjelaskan kepada para pengunjung yang datang dan menanyakan berbagai hal terkait atau mengenai produk yang disajikan.

Dari komunikasi yang terjalin antara KJRI dengan pengunjung stand KJRI di Community Chest, diperoleh informasi bahwa umumnya mereka mengakui keunggulan kualitas produk Indonesia yang ditawarkan. Namun, dari sudut harga, para pengunjung senantiasa membandingkan dengan barang-barang produk dari China dan India yang dapat mereka peroleh dengan harga kisaran 50 – 150 Rand, untuk produk yang serupa dengan yang ditawarkan oleh stand KJRI di Cape Town. Sementara, produk Indonesia, karena mutunya dan pengerjaannya, harga yang ditawarkan berkisar 100 – 300 Rand.

Dari arena Community Chest tersebut KJRI dapat mendeteksi bahwa keperluan sehari-hari yang banyak diminati masyarakat setempat adalah bumbu instan dan makanan kering yang sedikit demi sedikit mulai mereka kenal berkat pameran yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh KJRI. Sementara, untuk produk-produk tekstil dan garmen, walaupun ada yang terjual, jumlahnya kurang memadai. KJRI juga sangat menyadari bahwa tidak mudah bersaing dengan produk-produk yang berasal dari China dan India yang tampaknya telah merajai pasar di wilayah kerjanya.

Bagaimanapun kondisi di lapangan, KJRI di Cape Town tidak akan menyerah begitu saja. Sebaliknya, tantangan yang ada akan dijadikan peluang untuk melakukan promosi Indonesia ke depan secara terpadu. Namun, KJRI di Cape Town juga berharap kiranya kondisi demikian dapat menjadi masukan bagi UKM maupun pengusaha serta pemerintah Indonesia di pusat.

(Sumber: KJRI Capetown)