Sarung Tenun Nusantara semarakkan Hari Ibu di Cape Town

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menyambut Hari Ibu yang diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia pada tanggal 22 Desember; bertempat di Wisma Indonesia-Cape Town, pada hari Jumat, 17 Desember 2010, Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi telah menyelenggarakan acara Coffee Morning dengan tema “Sarung Tenun Nusantara”,  disertai peragaan busana. Acara tersebut berlangsung pada jam 10.00-12.00 waktu setempat; dihadiri oleh isteri Wali Kota Cape Town, sebagian besar anggota Consular Corps yang terdiri dari Konsul Jenderal/Konsul/Konsul Kehormatan wanita, isteri Konsul Jenderal/Konsul/Konsul Kehormatan negara-negara sahabat yang ada di Cape Town; isteri beberapa pengusaha yang menjadi Friends of Indonesia, beberapa mitra kerja wanita dan isteri mitra kerja dari instansi pemerintah setempat.
 
Selain untuk menyambut Hari Ibu, coffee morning yang diselenggarakan secara terpadu itu juga dimaksudkan untuk tujuan promosi seni dan budaya Indonesia, utamanya tradisi memakai sarung/lunggi di Indonesia. Dijelaskan oleh Konsul Muda Sosial Budaya, Erry Kananga; bahwa untuk menghormati peran yang dimainkan oleh wanita Indonesia selama ini, Konsul Jenderal RI di Cape Town memandang perlu menyelenggarakan suatu kegiatan keluar, yang melibatkan seluruh wanita Indonesia yang ada di KJRI di Cape Town, baik mereka yang berstatus diplomat, pegawai setempat, maupun ibu rumah tangga yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI di Cape Town. Oleh karenanya, pelaksanaan program ini dipercayakan kepada para wanita termaksud, dengan Konsul Muda Erry Kananga selaku ketua pelaksana.
 
Acara yang berlangsung semarak itu, diawali dengan cocktail party selama 45 menit, dimana kepada para undangan disuguhi hidangan berupa tempe goreng, lempok durian, kerupuk udang dan emping melinjo yang ditemani oleh jus buah-buahan. Setelah para tamu menempati kursinya masing-masing, dan disuguhi teh/kopi/sekoteng serta makanan kecil berupa lapis legit, dodol garut dan risoles; Konsul Jenderal menyampaikan sambutan singkatnya, yang antara lain bahwa makna Hari Ibu bagi bangsa Indonesia berbeda dengan Mother’s Day yang diperingati oleh bangsa-bangsa lain. Bagi bangsa Indonesia, makna Hari Ibu adalah untuk memperingati peranan wanita tidak hanya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya, tetapi lebih dari itu adalah peran wanita sebagai Ibu Bangsa yang berkewajiban mendidik para generasi penerus bangsa Indonesia.
 
Sekalipun wanita Indonesia telah memainkan perannya sejak abad ke-17 (sebagai contoh adalah terdapatnya 4 orang Sultanah di Aceh); namun, peran wanita Indonesia mulai mendapat pengakuan sejak kontribusi mereka dalam melawan penjajahan Belanda, melalui Kongres Perempuan Indonesia tanggal 22-25 Desember 1928, yang kemudian tanggal 22 Desember diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia sebagai Hari Ibu. Sekarang pada abad ke-21 ini, wanita Indonesia telah banyak yang menduduki jabatan penting, antara lain sebagai menteri, birokrat, diplomat, anggota parlemen, dan sebagainya; dan mencapai puncaknya ketika Ibu Megawati Sukarno Putri terpilih sebagai Wakil Presiden dan kemudian sebagai Presiden RI pada 23 Juli 2001.
 
Terkait peranan wanita Indonesia tersebut, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa berkat rahmat Tuhan, dirinya termasuk salah satu dari wanita Indonesia yang beruntung memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Indonesia untuk memimpin Perwakilan Konsuler RI di Cape Town, dan sekaligus menjadi Ibu dari seluruh WNI yang berada di wilayah kerjanya. Selain itu, Konsul Jenderal berharap kiranya pertemuan pagi itu dapat bermanfaat bagi semua wanita yang hadir untuk saling berbagi pengalaman tentang peran wanita di negaranya masing-masing.
 
Menutup sambutan, Konsul Jenderal dengan bangga mempersembahkan kepada seluruh tamunya yang hadir, suatu peragaan busana Sarung Nusantara yang di-arrange oleh keluarga besar KJRI di Cape Town (diplomat wanita dan pria; pegawai wanita; para isteri diplomat dan pegawai setempat, serta putra-putri mereka) yang menggambarkan keaneka ragaman Indonesia, melalui pakaian dari daerah di wilayah kepulauan Indonesia.
 
Sambil menyantap hidangan nasi dan mie goreng; serta dipandu oleh Konsul Muda Erry Kananga, para tamu disuguhi peragaan busana oleh 22 orang peragawan/peragawati, yang membawakan berbagai jenis sarung tenun dari Sumatera (Padang, Silungkang dan Palembang); Kalimantan (Kutai dan Samarinda); Sulawesi (Bugis, Sengkang, Mandar, Makasar, Goa  dan Donggala); Bali; dan Jawa (Pekalongan). Sambutan antusias dari para tamu ditunjukkan dengan seringnya tepuk tangan menggema serta kilatan lampu blitz yang datang dari kamera, saat mereka  memotret para peragawan/peragawati.
 
Setelah peragaan busana selesai, para tamu dipandu ke ruang pameran Sarung Tenun Nusantara dari lima daerah tersebut; dan acara diakhiri dengan kunjungan ke Indonesia’s Corner, dimana para tamu dapat membeli souvenir Indonesia berupa sarung tenun/batik, selendang serta kebaya/baju kurung.

Menurut Konsul Muda Erry Kananga, seluruh sarung tenun nusantara yang diperagakan oleh para peragawan/peragawati maupun yang dipamerkan di ruang pamer Wisma Indonesia, yang berjumlah 50 potong, adalah koleksi pribadi Konsul Jenderal RI di Cape Town Ny. Sugie Harijadi.