Pasar Rakyat Lengkapi Gemerlap Zamrud Khatulistiwa di Cape Town

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebagai rangkaian dari pagelaran budaya yang bertema Zamrud Katulistiwa, KJRI di Cape Town pada hari Sabtu, tanggal 12 Februari 2011 menyelenggarakan bazaar dengan tema Pasar Rakyat, yang berlangsung di halaman Joseph Stone Auditorium, Athlone, Cape Town, dari jam 10.00 hingga 16.00.

Maksud utama penyelenggaraan bazaar tidak lain adalah untuk memperkuat upaya promosi Indonesia di luar negeri. Oleh karenanya, berbagai hal yang ditawarkan melalui bazaar ini adalah semua produk yang dihasilkan Indonesia, diantaranya adalah batik (kain panjang, sarung, kemeja dan pakaian wanita); produk kulit (tas, sepatu, sandal, ikat pinggang dan sebagainya); berbagai keperluan komunitas muslim (baju musimah, mukena, kerudung, baju koko, kopiah, sarung pelekat), produk kerajinan perak berupa asesoris wanita, produk spa Indonesia yang sudah mulai dikenal di wilayah kerja dan, tidak ketinggalan adalah berbagai makanan serta kue-kue Indonesia yang sudah dikenal di Cape Town (nasi goreng, mie goreng, sate, mie bakso kuah, lumpia, risoles, pastel dan kerupuk bawang).

Pasar rakyat yang berlangsung meriah itu, merupakan promosi swadaya yang diselenggarakan oleh KJRI di Cape Town, dengan dukungan dari Dharwa Wanita Persatuan (DWP) KJRI di Cape Town, serta Masyarakat Indonesia di wilayah kerja, dan dimeriahkan oleh Grup Kolintang dari KBRI di Windhoek, Namibia, yang sepanjang bazaar berlangsung telah membawakan lagu-lagu yang dapat menarik para pengunjung (poco-poco, sajojo, waka-waka dan lagu lagu Afrika lainnya).

Kegiatan pasar rakyat ini mendapat kehormatan dari Filipina, melalui kunjungan Duta Besar Filipina untuk Afrika Selatan di Pretoria, Y.M. Mario L. De Leon Jr, yang pada saat itu sedang berada di Cape Town untuk menghadiri acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Afrika Selatan pada setiap bulan Februari, yaitu pembukaan persidangan parlemen Afrika Selatan yang bermarkas di Cape Town, dalam hal mana para Duta Besar negara tamu diundang ke Cape Town untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma.

Selama berada di Pasar Rakyat, Duta Besar Filipina belanja di stand KJRI di Cape Town berupa kerajinan batik, untuk buah tangan; dan dilayani langsung oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi, yang selanjutnya dipandu untuk melihat ke stand yang lainnya. Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Filipina yang didampingi oleh Konsul Kehormatannya di Cape Town (seorang pengusaha terkemuka), menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini dan menyampaikan ketertarikannya untuk bergabung, dengan mengajak komunitas Filipina dan keturunan Filipina untuk berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa yang akan datang. Untuk menghormati kehadiran Duta Besar Filipina pada acara Pasar Rakyat tersebut, grup kolintang KBRI di Windhoek, Namibia mengalunkan lagu Dahil Sayo, yang disambut hangat oleh Duta Besar dengan salam mabuhay sambil menikmati mie goreng dan sate ayam yang dibelinya dari stand makanan.

Selain Duta Besar Filipina untuk Afrika Selatan, kegiatan Pasar Rakyat juga mendapat perhatian dari beberapa pengusaha setempat yang tergabung dalam Cape Chamber of Commerce, yang diantaranya menyatakan ketertarikannya untuk mendatangkan produk Indonesia ke Afrika Selatan utamanya produk kemeja dan blus batik.

Sekalipun angin kencang meniup kota Cape Town, namun pengunjung bazaar tidak beranjak hingga berakhirnya waktu, yaitu pada jam 16. 00 waktu setempat.

Sebagaimana bazaar sebelumnya, hasil penjualan pada Pasar Rakyat ini akan dikirim ke Jakarta, atas nama masyarakat Indonesia di Cape Town hasil termaksud disumbangkan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan . penyalurannya dilakukan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).