Makanan Indonesia: Goyang Lidah Warga Cape Town

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Untuk meramaikan kegiatan Indonesia’s Festival in Cape Town, South Africa 2011; KJRI di Cape Town, berkolaborasi dengan Rotary Club Cape Town, telah mengikuti acara Community Chest yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Western Cape, pada tanggal 2 sampai 5 Maret 2011.

Community Chest yang merupakan kegiatan tahunan Pemprov Western Cape ini, biasa nya diselenggarakan pada saat memasuki musim gugur. Kegiatannya menyerupai pasar malam, dibuka pada pukul 17.00 dan ditutup pada pukul 23.00; pesertanya dari berbagai daerah (umumnya Pemerintah Kota/pemkot di wilayah Western Cape) bahkan juga beberapa perwakilan asing yang ada di Cape Town (Belanda, Itali, Hungaria, Swiss dan Indonesia). Sebagian besar produk yang dijajakan pada kegiatan ini adalah makanan khas dari masing-masing daerah peserta.

Keikutsertaan Indonesia c.q. KJRI di Cape Town yang berkolaborasi dengan Rotary Club Cape Town pada acara Community Chest dari tahun ke tahun yang menjajakan makanan khas Indonesia di bawah payung ”Warung Indonesia” berupa nasi goreng mie goreng dan sate ayam, sebenarnya bukan yang pertama kali; karena kerjasama tersebut sudah dimulai sejak Ibu Muniroh Sukardi menjabat Konsul Jenderal RI di Cape Town pada kurun waktu 2000 – 2003, yang kemudian dilanjutkan oleh pejabat berikutnya, hingga pada tahun 2011 ini oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini, keikutsertaan Indonesia dapat membawa hasil yang nyata bagi kepentingan masyarakat Indonesia. Dalam kaitan itu, jika pada tahun-tahun sebelumnya KJRI hanya diberi peran oleh Rotary Club sebagai tenaga kerja bagi mesin pencetak uangnya (sebagai juru masak); untuk tahun ini berkat kegigihan Konsul Jenderal RI di Cape Town dalam mengarahkan anak-anaknya sewaktu berunding dengan pihak Rotary terkait dengan kerjasama ke depan, yang intinya bahwa tanpa menghalangi Rotary untuk membantu pihak lain, hendaknya Rotary juga memperhatikan berbagai bencana alam yang menimpa masyarakat Indonesia; pada akhirnya keinginan KJRI di Cape Town tersebut diterima dan disepakati oleh Rotary Club Cape Town.

Dalam kaitan ini, berapapun kontribusi dari hasil Community Chest yang diterima dari Rotary, akan diteruskan kepada para korban bencana alam melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Setiap tahun, stand Indonesia selalu dinanti para pengunjung Community Chest, karena selain alasan merindukan makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng dan sate ayam yang pernah menggoyang lidah mereka sejak tahun 2000; mereka juga ingin bernostalgia tentang Indonesia, utamanya para pengunjung keturunan Belanda; dan bagi yang belum pernah mengunjungi Warung Indonesia, tampaknya ada rasa penasaran untuk mencicipi makanan khas Indonesia yang kenyataannya tidak pernah dijumpai di Cape Town (karena belum ada restauran Indonesia).

Suasana di Warung Indonesia sejak dibuka pada tanggal 2 Maret 2011, jam 17.00, hampir setiap hari senantiasa dipenuhi pembeli. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika terlihat juru masak KJRI di Cape Town tidak hentinya membakar sate, menggoreng nasi atau mie karena pembeli sudah mengantri dan tidak mustahil jika Warung Indonesia menghasilkan kontribusi terbesar di antara stand-stand Rotary Club lainnya.

Dicapainya kesepakatan KJRI di Cape Town – Rotary Club Cape Town mengenai kontribusi terhadap masyarakat Indonesia dari acara Community Chest, kiranya dapat menjadi bukti solidaritas KJRI di Cape Town dalam melaksanakan promosi di bidang sosial budaya utamanya terkait dengan bantuan sosial, baik yang ditujukan untuk korban bencana alam di negara penerima dan di negara lain utamanya di Indonesia.

(Sumber: KJRI Capetown)