Pertunjukan Wayang Kulit Memukau Warga Canberra

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pertunjukan Wayang Kulit yang diiringi dengan Gamelan Jawa berhasil memukau warga Canberra. KBRI Canberra bekerjasama dengan the National Gallery of Australia dan the ACT Department of Education and Training menyelenggarakan pagelaran Wayang Kulit sebanyak 2 kali. Pagelaran pertama dengan tema “Babat Wana Marta” diselenggarakan pada tanggal 21 Mei 2011 di National Gallery of Australia, Canberra. Acara yang dibuka oleh Duta Besar RI Canberra tersebut dihadiri lebih dari 400 orang dari kalangan diplomatik, pejabat pemerintah, akademisi, Indonesianis serta masyarakat Australia dan Indonesia di Canberra. Mereka sangat antusias menonton pertunjukan Wayang Kulit yang didalangi oleh Dr. Joko Susilo, dalang yang telah melakukan pagelaran di berbagai negara di Asia, Australia, Eropa dan Amerika. Dr. Joko Susilo saat ini merupakan pengajar gamelan di Otago University, New Zealand.
 
Iringan musik gamelan yang dimainkan oleh kelompok “Ngesti Budoyo” asuhan Bpk. Soegito Hardjodikoro dari KBRI Canberra semakin membuat hidup pagelaran wayang kulit tersebut. Kelompok “Ngesti Budoyo” yang beranggotakan 17 orang juga mendapatkan kehormatan dengan kedatangan beberapa pemain gamelan dari Melbourne dan Perth khusus untuk pertunjukan ini. Diiringi dengan tembang-tembang yang dilantunkan dengan merdu dalam bahasa Jawa, percakapan para tokoh dalam wayang dilakukan dalam bahasa Inggris sehingga para penonton dapat mengikuti jalan cerita. Humor-humor segar dan ungkapan khas Australia banyak diselipkan dalam pertunjukan sehingga memancing tawa para penonton.
 
“Babat Wana Marta” mengisahkan tentang keinginan Bima untuk membangun kerajaan untuk keluarganya. Bima menghancurkan hutan-hutan dan memancing kemarahan para raksasa yang kemudian menggunakan mantra untuk membuat Bima tak berdaya. Bima diselamatkan oleh Arimbi dan kemudian bersama-sama mengalahkan para raksasa dan membangun kerajaan Marta.
 
Pertunjukan kedua bertema “Sayembara Surtikanthi” diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2011 dan juga bertempat di National Gallery of Australia. Pagelaran ini dikhususkan untuk murid-murid Primary School dan High School di Canberra. Pagelaran dibagi menjadi dua sesi dan masing-masing dihadiri oleh sekitar 250 siswa setiap sesinya. Siswa-siswa yang hadir sangat menikmati pertunjukan. Di akhir acara, sesi tanya-jawab dibuka dan para siswa dengan antusias menanyakan berbagai pertanyaan mulai dari pertanyaan seputar pertunjukan wayang, bahan asli wayang kulit hingga keris yang dipakai oleh dalang.
 
“Sayembara Surtikanthi” mengisahkan pertarungan antara raja raksasa, Karna Mandra dengan Suryatmaja merebutkan seorang gadis cantik Surtikanthi. Surtikanthi yang telah dijodohkan oleh ayahnya dengan Raja Duryodana diculik oleh Karna Mandra dan kemudian diselamatkan oleh Suryatmaja dan Permadi. Surtikanthi akhirnya menikah dengan Suryatmaja.