PRESENTASI SERTA PELUNCURAN MICROSITE PENANGANAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PRESENTASI SERTA PELUNCURAN MICROSITE

PENANGANAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM

 

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra pada tanggal 18 Desember 2010 telah menyelenggarakan acara presentasi mengenai Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif KBRI Canberra bekerjasama dengan Pokja Inter-Kementerian Mengenai Penanganan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum (A.B.H.) yang mengadakan kunjungan kerja ke ibukota Australia ini.

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Canberra, Ibu Wiwiek Setyawati Firman, bertindak selaku moderator diskusi dengan pemaparan dari Bapak Herman Siregar selaku Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Erna Sofwan Syukri selaku anggota Ombudsman Republik Indonesia, serta Bapak Priyadi selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Anak Tangerang. Turut menyampaikan pemaparan tentang perlindungan anak di negara akreditasi Australia adalah Bapak Hidayat selaku Koordinator Fungsi Konsuler pada Konsulat R.I. di Darwin.

Kemudian Bapak Duta Besar berkenan meresmikan microsite khusus Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum, yang menjadi bagian dari website resmi KBRI Canberra dan terhubung melalui active link. Situs ini juga memuat berbagai links ke website resmi lembaga Pemerintah R.I. yang terkait dengan penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum, khususnya Pokja Inter-Kementerian mengenai A.B.H. tersebut. Setelah penjelasan singkat tentang microsite tersebut oleh Fungsi Pensosbud, acara diakhiri dengan ramah-tamah.

Secara khusus, para anggota delegasi ex-Jakarta menyatakan siap membantu memperkaya microsite Penanganan Anak yang Berhadapan dengan Hukum tersebut, dan website KBRI Canberra dihargai karena merupakan inisiatif untuk membuka dan memperkuat jaringan kerjasama antara otoritas Pusat terkait dengan Perwakilan R.I. dalam penanganan perlindungan hak-hak anak Indonesia yang berhadapan dengan hukum asing melalui website yang interaktif. Hal ini merupakan upaya memperkuat tanggung-jawab nasional secara terpadu dalam penanganan dan perlindungan hak-hak anak Indonesia yang berhadapan dengan hukum asing.

Salah satu konsep yang diperkenalkan pada acara ini adalah upaya untuk memperkuat penanganan perlindungan anak-anak Indonesia yang berhadapan dengan hukum melalui pendekatan ”Restorative Justice”, serta upaya menghindari penangkapan, penahanan, dan pemenjaraan terhadap anak-anak. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai hak Anak mengatur bahwa penangkapan, penahanan dan pemenjaraan anak-anak hanya dilakukan sebagai measure of last resort, atau Ultimum Remedium. Hal ini juga berlaku bagi setiap anak, baik di bawah jurisdiksi hukum nasional maupun yurisdiksi hukum asing, karena Konvensi Hak Anak merupakan konvensi yang telah mendapat ratifikasi universal dengan 193 negara peratifikasi.

Diharapkan dengan adanya pemaparan dan kunjungan delegasi tersebut ke Canberra maka para kantor Perwakilan R.I. di Australia dapat memperjuangkan kepentingan anak-anak WNI yang berhadapan dengan hukum di wilayah akreditasi masing-masing, baik sebagai tertuduh atau saksi maupun korban. Pedoman penangan yang tercantum pada microsite tersebut dapat juga menjadi pembanding bagi aparat setempat dalam menangani WNI anak-anak yang harus berurusan dengan hukum di Australia. Kegiatan ini dihadiri para staf KBRI Canberra, segenap anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Canberra, serta khalayak umum yang meliputi mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang menetap di negara bagian A.C.T.

 

Canberra, 20 Desember 2010